Vaksin mRNA Personalisasi Moderna dan Merck Kurangi Risiko Kambuhnya Melanoma
Moderna dan Merck mengumumkan hasil positif dari uji klinis tahap lanjut vaksin kanker berbasis mRNA yang dipersonalisasi. Vaksin bernama Intismeran tersebut menunjukkan potensi menurunkan risiko kekambuhan serta penyebaran melanoma pada pasien berisiko tinggi. Terapi ini diberikan bersama Keytruda, obat imunoterapi milik Merck yang selama ini menjadi salah satu pilihan utama untuk menangani melanoma.
Hasil yang disampaikan pada Rabu (20/8) itu dinilai menjadi tonggak penting dalam pengembangan terapi kanker berbasis mRNA. Pendekatan ini dirancang secara khusus untuk setiap pasien dengan memanfaatkan mutasi tertentu pada sel kanker sebagai target sistem kekebalan tubuh.
Vaksin Intismeran Tunjukkan Hasil Positif
Studi yang masih berlangsung tersebut menunjukkan bahwa Intismeran berhasil memenuhi target utama penelitian, yaitu menurunkan risiko kekambuhan kanker. Vaksin ini juga memenuhi target sekunder berupa pencegahan penyebaran tumor ke bagian tubuh lain jika dibandingkan dengan penggunaan Keytruda saja.
Presiden Moderna Stephen Hoge mengatakan hasil itu menunjukkan peningkatan yang signifikan secara klinis dan statistik dibandingkan terapi penghambat titik kontrol seperti Keytruda pada kelompok pasien yang diteliti. Menurutnya, temuan tersebut menjadi hasil penting dalam pengembangan imunoterapi kanker.
Namun, Moderna dan Merck belum memerinci seluruh data uji klinis. Data lengkap rencananya akan dipresentasikan dalam pertemuan medis mendatang. Selain itu, informasi mengenai kelangsungan hidup keseluruhan atau overall survival, yang menjadi salah satu titik akhir sekunder penelitian, juga belum tersedia.
Melibatkan 1.137 Pasien Melanoma Berisiko Tinggi
Uji klinis ini melibatkan 1.137 pasien dengan melanoma stadium IIB hingga IV yang memiliki risiko tinggi dan sebelumnya telah menjalani operasi pengangkatan tumor. Para peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok.
Kelompok pertama menerima kombinasi hingga sembilan dosis Keytruda dan vaksin Intismeran yang dipersonalisasi. Sementara itu, kelompok lainnya hanya memperoleh Keytruda. Kedua jenis terapi tersebut diberikan selama kurang lebih satu tahun.
Intismeran bekerja dengan cara memicu sel-sel tubuh untuk memproduksi salinan mutasi tertentu yang terdapat pada sel kanker. Salinan tersebut kemudian dikenali oleh sistem kekebalan tubuh sebagai target, sehingga sel imun dapat diarahkan untuk menyerang dan menghancurkan sel tumor.
Terapi Dibuat Khusus untuk Setiap Pasien
Berbeda dari vaksin yang dirancang secara umum, Intismeran dibuat berdasarkan karakteristik kanker masing-masing pasien. Pendekatan personalisasi ini memungkinkan terapi menargetkan mutasi spesifik yang ditemukan pada tumor pasien.
Meski menjanjikan, metode tersebut juga menghadirkan tantangan dalam proses produksi dan perluasan penggunaan secara komersial. Pembuatan terapi yang disesuaikan untuk setiap pasien berpotensi membutuhkan proses yang lebih kompleks. Kendati demikian, Stephen Hoge menyatakan Moderna yakin dapat memenuhi permintaan dalam beberapa tahun mendatang.
Harapan Baru dalam Pengobatan Melanoma
Melanoma dikenal sebagai salah satu bentuk kanker kulit yang paling mematikan. Penyakit ini bermula dari melanosit, yakni sel penghasil melanin atau pigmen yang memberikan warna pada kulit.
Tanda melanoma sering kali terlihat melalui perubahan pada tahi lalat yang telah ada atau munculnya pertumbuhan baru yang tidak biasa pada kulit. Penyebab pasti penyakit ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi sebagian besar kasus melanoma berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet.
Karen Knudsen, CEO Parker Institute for Cancer Immunotherapy, menyebut hasil uji klinis Intismeran sebagai sinyal awal menuju era baru terapi kanker. Ia menilai hasil positif tersebut membawa pengembangan imunoterapi ke tahap berikutnya.
Apabila mendapat persetujuan dari pembuat kebijakan, ribuan pasien melanoma berisiko tinggi berpotensi memperoleh manfaat dari terapi ini paling cepat tahun depan. Namun, waktu penggunaannya tetap bergantung pada proses evaluasi dan persetujuan yang berlaku.
Potensi untuk Kanker Padat Lainnya
Keberhasilan uji klinis ini dinilai dapat membuka fase baru dalam pengobatan kanker padat atau solid tumor. Moderna, Merck, dan sejumlah perusahaan lain juga tengah mengembangkan pendekatan serupa untuk berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, payudara, dan pankreas.
Sebelumnya, pada Januari, Moderna dan Merck mengumumkan hasil uji klinis tahap menengah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi mampu menurunkan risiko kekambuhan atau kematian sebesar 49 persen setelah lima tahun.
Kesimpulan
Hasil sementara uji klinis tahap lanjut Intismeran memperkuat harapan terhadap penggunaan vaksin mRNA yang dipersonalisasi dalam pengobatan melanoma. Kombinasi vaksin dengan Keytruda menunjukkan potensi dalam mengurangi kekambuhan dan mencegah penyebaran tumor dibandingkan penggunaan Keytruda saja.
Meski demikian, data lengkap penelitian, termasuk hasil mengenai kelangsungan hidup keseluruhan, masih menunggu pemaparan lebih lanjut. Dengan demikian, Intismeran belum dapat dianggap sebagai terapi yang tersedia secara luas. Jika hasil lanjutan tetap positif dan memperoleh persetujuan, vaksin kanker personalisasi ini berpeluang menjadi salah satu pendekatan baru dalam penanganan melanoma serta kanker padat lainnya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment