Virus Influenza A Bisa Bertahan di Permukaan hingga 2 Hari, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kasus penularan virus Influenza A tengah menjadi perhatian. Virus yang menyerang organ pernapasan ini tidak hanya menular dari satu orang ke orang lain melalui cairan pernapasan, tetapi juga dapat berpindah melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi.

Influenza A, termasuk jenis H1N1 dan H3N2, merupakan salah satu virus yang umum menyerang sistem pernapasan. Di berbagai wilayah, penularannya dapat terjadi pada waktu-waktu tertentu atau bersifat musiman. Infeksi virus ini dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan dan menimbulkan beragam keluhan kesehatan.

Influenza A Dapat Menular melalui Droplet dan Permukaan

Penularan Influenza A umumnya terjadi melalui tetesan pernapasan atau droplet yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Droplet tersebut dapat membawa virus dan berpotensi menularkan infeksi kepada orang lain.

Selain melalui udara atau cairan pernapasan, virus juga dapat menular ketika seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi. Setelah menyentuh permukaan tersebut, risiko penularan dapat meningkat apabila tangan digunakan untuk memegang mata, hidung, atau bagian wajah lainnya sebelum dibersihkan.

Berapa Lama Virus Bertahan di Permukaan?

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Profesor Anggraini Alam, menjelaskan bahwa virus Influenza A dapat bertahan selama beberapa waktu di permukaan benda.

Pada permukaan berbahan kain, virus disebut dapat bertahan hingga 12 jam. Sementara itu, pada permukaan seperti meja, virus dapat tetap berada di sana selama sekitar dua hari. Kondisi ini menjadi salah satu alasan masyarakat perlu memperhatikan kebersihan tangan dan benda-benda yang sering disentuh.

Protokol Kesehatan untuk Mencegah Penularan

Anggraini mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan Influenza A. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan secara rutin, terutama sebelum menyentuh bagian wajah.

“Jangan pegang mata, hidung sebelum cuci tangan,” ujar Anggraini dalam media briefing yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jumat (18/9).

Selain menjaga kebersihan tangan, masyarakat juga dianjurkan menjaga jarak dengan orang lain setidaknya satu meter. Penggunaan masker juga disarankan apabila seseorang harus berada di tempat tertutup.

“Pakai masker kalau harus berada di tempat tertutup,” kata Anggraini.

Orang yang merasa kondisi tubuhnya tidak fit atau mulai mengalami batuk dan bersin juga diimbau untuk tetap berada di rumah. Langkah tersebut penting dilakukan agar penularan kepada orang lain dapat dicegah.

Gejala Influenza A Lebih Berat Dibandingkan Selesma

Menurut Anggraini, Influenza A dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan selesma atau flu yang disebabkan oleh Rhinovirus. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus tersebut dapat memperbanyak diri dan merusak sel-sel tubuh manusia.

Ketika jumlah virus semakin banyak, virus dapat masuk ke jaringan pernapasan dan memicu peradangan. Proses tersebut kemudian menimbulkan berbagai gejala yang perlu diperhatikan masyarakat.

Demam, Sakit Kepala, dan Nyeri Badan

Gejala utama infeksi Influenza A meliputi demam, sakit kepala, serta nyeri pada persendian atau badan. Namun, tidak semua gejala harus muncul secara bersamaan pada setiap orang.

“Yang namanya tanda gejala ini, tak mesti semuanya ada. Biasanya yang selalu ada itu demam, sakit kepala, dan sakit badan,” jelas Anggraini.

Selain tiga gejala utama tersebut, penderita juga dapat mengalami batuk, hidung tersumbat, kelelahan, hingga penurunan nafsu makan. Apabila demam, sakit kepala, dan nyeri badan disertai gejala lain seperti batuk atau hidung tersumbat, masyarakat diimbau segera melakukan pemeriksaan medis.

Kesimpulan

Influenza A merupakan virus pernapasan yang dapat menular melalui droplet maupun benda atau permukaan yang terkontaminasi. Virus ini disebut mampu bertahan hingga 12 jam pada kain dan sekitar dua hari pada permukaan seperti meja.

Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat perlu mencuci tangan, menghindari menyentuh mata dan hidung sebelum tangan bersih, menjaga jarak, serta menggunakan masker di tempat tertutup. Orang yang mulai mengalami batuk, bersin, atau merasa tidak fit sebaiknya tetap berada di rumah. Ke depan, kewaspadaan terhadap gejala seperti demam, sakit kepala, dan nyeri badan menjadi penting agar pemeriksaan medis dapat segera dilakukan ketika diperlukan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment