Cinemark Dukung Merger Paramount-Warner Bros. Discovery Senilai US$111 Miliar
Cinemark menjadi jaringan bioskop besar ketiga di Amerika Serikat yang menyatakan dukungan terhadap rencana merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery. Sikap tersebut menyusul dukungan dari AMC Theatres dan Regal Cinemas terhadap kesepakatan bernilai US$111 miliar.
Dukungan Cinemark diberikan setelah CEO Paramount Skydance David Ellison menyampaikan komitmen untuk meningkatkan jumlah film baru yang dirilis ke bioskop. Paramount berjanji menayangkan sedikitnya 30 film per tahun serta mempertahankan setiap film di bioskop selama minimal 45 hari.
Cinemark Dukung Penambahan Film dan Masa Tayang di Bioskop
Dalam pernyataannya, Cinemark menilai keberlangsungan industri perfilman sangat bergantung pada ekosistem bioskop yang sehat. Ekosistem tersebut, menurut perusahaan, membutuhkan dukungan dari studio dan operator bioskop yang memiliki kondisi finansial kuat.
“Keberhasilan berkelanjutan industri kami membutuhkan ekosistem bioskop yang sehat, yang didukung studio dan perusahaan eksibitor yang sehat secara finansial,” kata Cinemark, seperti diberitakan Variety pada Selasa (18/8).
Cinemark juga menekankan pentingnya keberadaan perusahaan yang mampu menciptakan, mendistribusikan, serta menayangkan film-film berkualitas tinggi kepada konsumen di seluruh dunia.
Menurut Cinemark, ketidakpastian yang berkepanjangan terkait merger berisiko mengalihkan waktu dan sumber daya dari upaya untuk memperkuat industri bioskop. Karena itu, jaringan tersebut bergabung dengan sejumlah pihak yang menyerukan agar proses penyelesaian merger dapat dipercepat.
Perusahaan turut menggarisbawahi bahwa dukungan tersebut diberikan seiring adanya peningkatan jumlah film yang dirilis serta masa tayang film di bioskop. Paramount kini menawarkan untuk menuangkan janji tersebut dalam bentuk komitmen tertulis dan keputusan persetujuan pengadilan.
Bagi Cinemark, komitmen formal itu menjadi bentuk jaminan yang sejalan dengan pandangan perusahaan selama ini terkait perlindungan terhadap industri eksibisi film.
Komitmen Paramount Hadapi Gugatan Antimonopoli
Janji Paramount untuk merilis minimal 30 film per tahun dan mempertahankan masa tayang selama 45 hari dirancang untuk merespons kekhawatiran terkait dampak merger terhadap pasar film bioskop.
Paramount saat ini menghadapi gugatan antimonopoli yang diajukan oleh jaksa agung dari 12 negara bagian. Gugatan tersebut menyatakan bahwa merger dengan Warner Bros. Discovery berpotensi memberikan kendali berlebihan kepada perusahaan gabungan atas pasar distribusi dan perilisan film bioskop.
Gugatan itu juga bertujuan menciptakan mekanisme pengawasan agar Paramount-Warner Bros. Discovery tidak menahan film-film produksinya demi mengutamakan layanan streaming milik sendiri, yakni Paramount+ dan HBO Max.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah jaminan penayangan 30 judul film per tahun dengan jendela bioskop selama 45 hari akan dianggap cukup sebagai konsesi oleh para jaksa agung negara bagian yang menggugat Paramount.
Perbedaan Sikap dengan Cinema United
Dukungan dari Cinemark, AMC Theatres, dan Regal Cinemas tidak sepenuhnya mencerminkan sikap seluruh industri eksibisi film. Cinema United, kelompok lobi utama industri bioskop, masih menyatakan penolakan terhadap penjualan Warner Bros.
Presiden Cinema United Michael O’Leary memperingatkan bahwa pengambilalihan studio Hollywood tersebut dapat menyebabkan berkurangnya jumlah film dan berpotensi mendorong penutupan sejumlah bioskop.
Operator bioskop juga mencemaskan kemungkinan merger mengganggu pemulihan industri yang telah dibangun setelah pandemi serta aksi mogok pada 2023. Kekhawatiran itu berkaitan dengan pengalaman ketika Disney mengakuisisi 20th Century Fox pada 2019. Setelah akuisisi tersebut, jumlah studio besar di industri berkurang dan produksi gabungan mengalami penyusutan secara drastis.
Meski menentang konsolidasi industri, Cinema United tetap menyerukan agar jaksa agung negara bagian dan Paramount bertemu untuk membahas kemungkinan penyelesaian. Kelompok tersebut menyatakan sejak awal terbuka terhadap langkah-langkah yang dapat melindungi industri eksibisi dan memastikan keberlanjutan bioskop bagi generasi mendatang.
Cinemark mengakui adanya perbedaan sikap antara Cinema United sebagai organisasi perdagangan dan tiga jaringan bioskop terbesar yang mendukung merger. Namun, Cinemark tetap menghargai advokasi Cinema United serta menilai dialog tersebut sebagai kemajuan menuju hasil yang dapat mendukung kesehatan dan kesuksesan jangka panjang industri bioskop.
Dukungan Muncul di Tengah Pemulihan Box Office
AMC Theatres telah menyatakan dukungan terhadap merger sejak gelaran CinemaCon pada April. CEO AMC Adam Aron menilai perusahaan gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery berpotensi memperkuat bisnis bioskop.
CEO Regal Eduardo Acuna juga mendukung kesepakatan tersebut. Ia memperingatkan bahwa penundaan merger dapat memunculkan ketidakpastian dan gangguan yang merugikan industri ketika sektor bioskop sedang membangun kembali pencapaian setelah pandemi.
Acuna merujuk pada kinerja box office musim panas yang disebut telah menjadi yang terbesar sejak masa sebelum pandemi. Pendapatan musim panas bahkan telah melampaui US$4 miliar untuk kedua kalinya sejak Covid-19.
Menurut Rentrak, terdapat kemungkinan pendapatan box office musim panas melampaui rekor sepanjang masa pada 2023 yang mencapai US$4,755 miliar, belum disesuaikan dengan inflasi. Sementara itu, pendapatan box office domestik tahunan diperkirakan dapat menyentuh US$10 miliar untuk pertama kalinya sejak 2019.
Proses Merger Masih Menghadapi Ketidakpastian
Dukungan dari tiga jaringan bioskop besar muncul ketika Paramount masih berupaya menghadapi gugatan antimonopoli yang bertujuan memblokir pengambilalihan Warner Bros. Discovery. Proses merger tersebut masih tertunda dan dijadwalkan menghadapi persidangan pada 2027.
Di tengah proses hukum itu, David Ellison mengancam akan menarik Paramount keluar dari California paling cepat pada Oktober apabila negara-negara bagian yang mengajukan gugatan menolak bernegosiasi.
Kesimpulan
Dukungan Cinemark memperkuat posisi merger Paramount-Warner Bros. Discovery dari sisi operator bioskop. Komitmen Paramount untuk merilis sedikitnya 30 film per tahun dan mempertahankan masa tayang selama 45 hari menjadi alasan utama dukungan tersebut.
Namun, kesepakatan senilai US$111 miliar itu masih menghadapi tantangan hukum dan penolakan dari Cinema United. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada apakah komitmen Paramount dapat menjawab kekhawatiran para jaksa agung negara bagian serta meyakinkan pihak-pihak yang menilai merger berisiko mengurangi jumlah film dan memperlemah industri bioskop.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment