Jaafar Jackson Ungkap Harapan untuk Sekuel Film Michael yang Bahas Tuduhan Era 1990-an
Jaafar Jackson buka suara mengenai rencana sekuel film Michael yang dijadwalkan melanjutkan kisah hidup dan karier Michael Jackson. Film lanjutan tersebut disebut akan mengangkat periode ketika Michael menghadapi kritik serta tuduhan pelecehan anak pada era 1990-an.
Jaafar, yang merupakan keponakan Michael Jackson sekaligus pemeran utama dalam film tersebut, berharap sekuel ini dapat menghadirkan sudut pandang yang lebih mendalam mengenai apa yang dialami dan dirasakan sang ikon. Ia mengakui tidak memiliki banyak keterlibatan dalam proses penulisan naskah, tetapi tetap berharap kisah Michael dapat disampaikan secara lebih utuh.
Jaafar Jackson Ingin Suara Michael Lebih Didengar
Dalam keterangannya kepada Variety yang diberitakan pada Kamis (20/8), Jaafar mengatakan bahwa berbagai pemberitaan dan pandangan mengenai perkara yang dihadapi Michael selama ini merupakan kisah dari pihak lain.
“Itu adalah kisah orang lain,” ujar Jaafar Jackson.
Menurutnya, sebagian pandangan mengenai persoalan tersebut dibentuk berdasarkan gagasan pihak lain dan didorong oleh agenda tertentu. Jaafar menyebut kondisi itu menjadi salah satu hal yang dirasakan keluarganya, yakni suara Michael tidak cukup didengar dalam pembahasan mengenai perkara tersebut.
“Itu adalah gagasan orang lain tentang hal tersebut, dan sebagian besar didorong oleh agenda tertentu. Dan itulah sebenarnya masalah yang kami hadapi sebagai keluarga—suara Michael tidak didengar,” tuturnya.
Jaafar menilai kesempatan untuk menyampaikan sudut pandang Michael menjadi hal yang sangat penting, terutama ketika membahas tahun-tahun terakhir kehidupan penyanyi tersebut. Ia berharap sekuel Michael dapat memberikan pemahaman yang lebih luas terhadap situasi yang dihadapi Michael pada masa itu.
Sekuel Melanjutkan Kisah yang Belum Dibahas
Rencana pembuatan sekuel muncul setelah film biopik pertama, Michael, meraih kesuksesan besar di box office pada pertengahan 2025. Film tersebut dilaporkan mencatat pendapatan tiket global lebih dari US$1 miliar.
Meski demikian, film pertama hanya berfokus pada paruh awal perjalanan hidup dan karier Michael Jackson. Ceritanya berakhir pada momen perilisan album Bad pada 1987. Dengan demikian, film tersebut belum memasuki periode ketika Michael menghadapi tuduhan pertamanya pada 1993.
Film yang dirancang dalam dua bagian ini dinilai memberi ruang lebih besar untuk menggambarkan perubahan dalam kehidupan Michael. Sekuelnya diharapkan dapat membawa penonton memahami sosok Michael secara lebih menyeluruh, bukan hanya sebagai penyanyi yang dikenal di seluruh dunia.
Memahami Michael sebagai Manusia
Jaafar menjelaskan bahwa film pertama sengaja menampilkan Michael sejak awal perjalanan hidupnya. Pendekatan tersebut bertujuan agar penonton lebih dahulu mengenal Michael sebagai manusia sebelum melihatnya sebagai sosok besar dalam industri musik.
“Film pertama ini berfokus pada Michael sejak awal mula perjalanan hidupnya,” kata Jaafar.
Ia menambahkan, penonton akan memperoleh gambaran mengenai diri Michael sebelum meraih kesuksesan besar dan menjadi ikon yang dikenal banyak orang. Menurut Jaafar, pemahaman tersebut penting karena karakter Michael sebagai manusia tetap menjadi bagian dari kehidupannya sejak era 1990-an hingga akhir hayatnya.
Harapan Jaafar terhadap Sekuel Michael
Selain berharap sudut pandang Michael dapat lebih terlihat, Jaafar juga ingin sekuel tersebut menampilkan sisi kepribadian Michael yang menurutnya tetap terjaga sepanjang hidup. Ia menggambarkan Michael sebagai sosok yang tidak berhenti mencari dan mempercayai kebaikan dalam diri orang lain.
Jaafar mengatakan Michael tidak kehilangan kemurnian maupun keinginannya untuk melihat sisi baik dari orang lain. Hal itu, menurutnya, tetap ada meskipun Michael menghadapi berbagai pengalaman, cara orang lain memperlakukannya, serta beragam hal yang disampaikan mengenai dirinya.
“Terlepas dari segala hal yang ia alami, bagaimana ia diperlakukan, serta apa pun yang dikatakan orang tentangnya, ia tidak pernah berhenti memperlakukan orang lain dengan kebaikan,” ucap Jaafar.
Ia berharap nilai tersebut dapat dirasakan penonton ketika menyaksikan film kedua. Bagi Jaafar, gambaran mengenai kebaikan dan kemurnian Michael menjadi bagian penting dari kisah yang ingin disampaikan melalui sekuel tersebut.
Target Tayang Sekuel Film Michael
Sekuel Michael ditargetkan tayang pada akhir 2027 atau awal 2028. Film ini diharapkan melanjutkan kisah yang belum sempat dibahas dalam film pertama, termasuk periode penuh tantangan yang dihadapi Michael pada dekade 1990-an.
Dengan fokus pada fase kehidupan yang lebih kompleks, sekuel tersebut berpotensi memberikan gambaran lebih mendalam mengenai karier, tekanan, serta persoalan yang membayangi Michael Jackson. Namun, Jaafar menekankan pentingnya menghadirkan suara dan perspektif Michael dalam menggambarkan berbagai peristiwa tersebut.
Kesimpulan
Jaafar Jackson berharap sekuel film Michael tidak hanya membahas kritik dan tuduhan yang dihadapi Michael Jackson, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk memahami sudut pandang sang penyanyi. Setelah film pertama berakhir pada perilisan album Bad pada 1987, sekuel ini akan melanjutkan kisah menuju periode 1990-an hingga tahun-tahun terakhir kehidupan Michael.
Sekuel yang ditargetkan tayang pada akhir 2027 atau awal 2028 tersebut diharapkan mampu menghadirkan potret Michael secara lebih menyeluruh, termasuk sisi kemanusiaan, kebaikan, dan keyakinannya terhadap orang lain.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment