The Intern Versi Korea Hadapi Tekanan Remake Film Hollywood, Tayang September 2026

Sutradara dan para pemain The Intern versi Korea Selatan mengakui menghadapi tekanan besar saat menggarap ulang film Hollywood yang sukses pada 2015 tersebut. Film remake ini dijadwalkan tayang pada September 2026 dengan menghadirkan Choi Min-sik dan Han So-hee sebagai pemeran utama.

Berbeda dari versi original yang dibintangi Robert De Niro dan Anne Hathaway, The Intern versi Korea akan membawa cerita tersebut ke dalam konteks budaya, kehidupan kerja, serta persoalan sosial yang lebih dekat dengan penonton Korea Selatan. Sutradara Kim Do-young menyadari bahwa tugas tersebut tidak mudah karena film aslinya telah memiliki banyak penggemar.

Tantangan Mengadaptasi Film yang Sudah Dicintai

Kim Do-young, yang sebelumnya menyutradarai Kim Ji Young: Born 1982 pada 2019 dan Once We Were Us pada 2025, mengatakan bahwa mengubah The Intern ke dalam versi Korea Selatan membutuhkan pertimbangan yang matang.

Menurut Kim, film original yang dirilis lebih dari satu dekade lalu telah meninggalkan kesan kuat bagi banyak penonton. Karena itu, ia dan tim produksi harus mencari cara agar remake tersebut tetap menghormati cerita awal, tetapi pada saat yang sama mampu menawarkan sudut pandang baru.

“Karena film aslinya begitu dicintai banyak orang, membuat ulang film tersebut bukanlah hal yang mudah,” ujar Kim dalam jumpa media, seperti diberitakan The Korea Times.

Kim juga menjelaskan bahwa perubahan zaman membuat sudut pandang masyarakat terhadap kehidupan kerja ikut berkembang. Ia berusaha memasukkan nuansa budaya Korea, termasuk istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kerja modern. Selain itu, ia ingin menghadirkan kisah kehidupan kantor yang dapat terasa dekat bagi penonton dari berbagai generasi.

Choi Min-sik dan Han So-hee Isi Peran Utama

The Intern versi Korea akan dibintangi Choi Min-sik sebagai Gi-ho dan Han So-hee sebagai Sun-woo. Dalam film original, peran yang menjadi dasar karakter Gi-ho dimainkan oleh Robert De Niro, sedangkan karakter pengusaha muda yang diperankan Han So-hee sebelumnya dibawakan oleh Anne Hathaway.

Choi Min-sik mengakui bahwa tekanan tetap dirasakan karena film original memiliki kualitas yang kuat, begitu pula dengan penampilan para pemerannya. Meski demikian, ia melihat kesempatan untuk menerjemahkan cerita tersebut melalui perspektif Korea sebagai peluang menghadirkan sesuatu yang berbeda.

“Tentu saja bohong jika saya bilang tidak ada tekanan, karena film aslinya dan para pemerannya sangat luar biasa,” kata Choi.

Ia menilai versi Korea dapat menawarkan nuansa segar dengan memasukkan pergulatan lokal, konflik antargenerasi, dan proses rekonsiliasi. Unsur-unsur tersebut diharapkan membuat kisah hubungan kedua tokoh utama terasa relevan dalam konteks masyarakat Korea Selatan.

Kisah CEO Startup dan Pemagang Senior

Film ini mengisahkan Sun-woo, seorang CEO penuh semangat yang memimpin perusahaan rintisan di bidang mode. Startup tersebut sedang mengalami perkembangan pesat, tetapi posisi Sun-woo sebagai pemimpin membuatnya harus menghadapi berbagai tuntutan dan tanggung jawab.

Situasi berubah ketika Gi-ho bergabung dengan perusahaan itu sebagai pemagang senior. Ia merupakan seorang pensiunan yang memiliki pengalaman kerja selama 37 tahun dan ingin memulai karier keduanya. Pertemuan antara Sun-woo dan Gi-ho menjadi pusat cerita sekaligus membuka ruang bagi pembahasan mengenai perbedaan usia, pengalaman, serta cara pandang di tempat kerja.

Han So-hee mengatakan bahwa dirinya berusaha melupakan film original ketika menafsirkan karakter Sun-woo. Ia ingin membangun karakter tersebut berdasarkan pemahamannya sendiri agar kepribadian serta pendekatan personalnya dapat menyatu secara alami dengan tokoh yang dimainkan.

Untuk mendalami karakter CEO muda, Han mengambil inspirasi dari teman-temannya yang bekerja sebagai karyawan kantor maupun pekerja startup. Pengalaman tersebut membantunya menggambarkan keseimbangan rapuh antara tanggung jawab sebagai CEO dan ambisi pribadi.

Menonjolkan Realisme dan Gaya Busana Karakter

Kim Do-young menekankan bahwa hubungan antara Gi-ho dan Sun-woo akan digambarkan dengan pendekatan yang lebih membumi. Selain sisi emosional, film ini menyoroti kecemasan di tempat kerja serta rasa keterasingan yang dihadapi banyak orang dalam kehidupan modern.

Busana juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter Sun-woo. Han So-hee mengaku memikirkan pakaian yang dapat menunjukkan karisma sekaligus tetap praktis bagi seorang CEO muda. Ia memilih gaya klasik yang tidak lekang oleh waktu, alih-alih mengikuti tren mode yang cepat berubah.

Kesuksesan Film Original

The Intern versi original ditulis dan disutradarai Nancy Meyers. Film drama komedi tersebut dibintangi Robert De Niro, Anne Hathaway, dan Rene Russo. Ceritanya berfokus pada seorang duda pensiunan berusia 70-an yang menjadi karyawan magang di perusahaan situs mode yang dipimpin CEO workaholic.

Dengan bujet sebesar US$35 juta, film yang dirilis pada 2015 itu meraih pendapatan box office hingga US$195,8 juta. Penampilan Robert De Niro dan Anne Hathaway juga menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian.

Kesimpulan

The Intern versi Korea Selatan akan berusaha mempertahankan daya tarik cerita original sambil menghadirkan konteks budaya dan persoalan kerja yang lebih lokal. Tekanan untuk mengadaptasi film populer memang tidak kecil, tetapi pendekatan Kim Do-young, Choi Min-sik, dan Han So-hee menunjukkan upaya untuk memberikan interpretasi baru.

Dengan fokus pada konflik antargenerasi, kecemasan di tempat kerja, serta hubungan antara CEO muda dan pemagang senior, film ini diharapkan mampu menawarkan pengalaman yang berbeda bagi penonton. The Intern versi Korea dijadwalkan tayang pada September 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment