Visinema Pamerkan Proyek Film Perang Jawa, Angkat Perjuangan Pangeran Diponegoro

Rumah produksi Visinema Pictures kembali memperkenalkan proyek film kolosal sejarah Indonesia berjudul Perang Jawa. Proyek tersebut menjadi perhatian setelah Visinema merespons kerinduan warganet terhadap film sejarah berskala besar, terutama setelah muncul antusiasme terhadap film mitologi Yunani The Odyssey karya Christopher Nolan.

Melalui media sosial, Visinema memberikan sinyal bahwa sineas Indonesia juga tengah menyiapkan karya dengan nuansa epik dan kolosal. Film Perang Jawa diproyeksikan menghadirkan kisah perang yang mengambil latar masa perjuangan Pangeran Diponegoro melawan pasukan Belanda.

Visinema Respons Kerinduan Warganet terhadap Film Sejarah

Gagasan mengenai film kolosal sejarah kembali menjadi perbincangan di kalangan publik. Hal itu terlihat dari unggahan seorang warganet yang mempertanyakan keberanian filmmaker lokal dalam menggarap cerita sejarah dengan skala besar, seperti kisah Ken Arok dan Ken Dedes.

Menanggapi pertanyaan tersebut, akun resmi Visinema Pictures, @VisinemaID, mengunggah ulang cuitan sang pengguna. “Ada kok, tungguin yaa,” tulis akun tersebut sebagai respons.

Unggahan itu kemudian diperkuat dengan pemaparan materi awal proyek Perang Jawa. Visinema menampilkan bocoran dokumen draf naskah serta poster awal film yang sebelumnya diunggah oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Naskah Diadaptasi dari Karya Peter Carey

Berdasarkan dokumen yang ditampilkan, skenario Perang Jawa ditulis oleh Ifan Ismail. Naskah tersebut mengadaptasi karya sejarawan Peter Carey yang membahas kehidupan Pangeran Diponegoro.

Keterlibatan Peter Carey dalam proyek ini juga telah disebut oleh Angga Dwimas Sasongko. Selain menjadi rujukan dalam penulisan cerita, sejarawan tersebut turut digandeng untuk membantu menghadirkan kisah yang berkaitan dengan Pangeran Diponegoro secara lebih mendalam.

Dalam proyek ini, Perang Jawa tidak diposisikan sebagai film biopik yang mengisahkan seluruh perjalanan hidup Pangeran Diponegoro. Film tersebut disebut sebagai film perang yang mengambil latar pada masa perjuangan tokoh tersebut.

Fokus pada Lima Tahun Perjuangan Diponegoro

Angga Dwimas Sasongko sebelumnya mengumumkan proyek Perang Jawa pada Juli 2025. Saat itu, ia menjelaskan bahwa cerita film akan berfokus pada lima tahun perjuangan pasukan yang dipimpin Pangeran Diponegoro dalam menghadapi pasukan Belanda.

Rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan cerita. Menurut Angga, periode lima tahun perjuangan itu akan membuat film memiliki ruang untuk menghadirkan kisah perang dengan adegan-adegan megah.

Angga juga menjanjikan skala produksi dan eksplorasi yang belum pernah tersaji dalam film Indonesia lainnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Perang Jawa dipersiapkan sebagai film dengan ambisi visual dan produksi yang besar.

Tak Hanya Mengandalkan Adegan Perang

Meski mengusung tema perang dan kolosal, film ini tidak hanya akan menonjolkan aspek pertempuran. Perang Jawa juga dirancang untuk menampilkan sisi kemanusiaan Pangeran Diponegoro.

Angga menyebut film tersebut akan mengeksplorasi kisah cinta serta perspektif Pangeran Diponegoro mengenai kehidupan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai tokoh tersebut, tidak semata-mata sebagai pemimpin pasukan dalam konflik melawan Belanda.

Dengan demikian, film ini berupaya memadukan skala perang yang besar dengan cerita personal dari tokoh utama. Perpaduan tersebut menjadi salah satu aspek yang membedakan Perang Jawa dari film sejarah yang hanya berfokus pada rangkaian pertempuran.

Direncanakan Mulai Syuting pada 2027

Dalam pengumuman sebelumnya, Perang Jawa disebut direncanakan mulai menjalani proses syuting pada 2027. Hingga kini, Visinema baru memamerkan materi awal berupa draf naskah dan poster film.

Kemunculan kembali proyek ini menjadi jawaban atas penantian warganet terhadap film kolosal sejarah buatan Indonesia. Dengan mengangkat perjuangan Pangeran Diponegoro, melibatkan Peter Carey, serta membawa ambisi produksi berskala besar, Perang Jawa menjadi salah satu proyek yang dinantikan untuk perkembangan sinema sejarah nasional ke depan.

Kesimpulan

Visinema Pictures kembali memperkenalkan Perang Jawa, film kolosal sejarah yang mengangkat lima tahun perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Film ini ditulis Ifan Ismail berdasarkan karya Peter Carey dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko.

Tidak hanya menghadirkan adegan perang berskala megah, film tersebut juga akan mengeksplorasi sisi kemanusiaan, kisah cinta, serta pandangan Pangeran Diponegoro terhadap kehidupan. Jika sesuai rencana, proses syuting Perang Jawa akan dimulai pada 2027. Proyek ini pun membuka harapan bagi hadirnya film sejarah Indonesia dengan skala produksi yang lebih besar dan eksplorasi cerita yang lebih luas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment