Gelombang Pergantian Pejabat Senior Pentagon di Era Donald Trump
Sejumlah pejabat senior di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, yang dalam pemerintahan Donald Trump juga disebut sebagai Kementerian Perang, meninggalkan jabatan mereka. Pengunduran diri dan pencopotan tersebut terjadi setelah muncul perbedaan sikap dengan pemerintahan Trump, terutama dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Pengunduran diri Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll menjadi perkembangan terbaru dalam rangkaian perubahan di tubuh Pentagon. Driscoll disebut mundur setelah terlibat perselisihan dengan Hegseth. Kepergiannya berlangsung di tengah kekhawatiran mengenai kondisi angkatan bersenjata Amerika Serikat setelah konflik di Timur Tengah.
Dan Driscoll Mundur Setelah Berselisih dengan Hegseth
Dan Driscoll merupakan pejabat terbaru yang meninggalkan posisi penting di lingkungan pertahanan Amerika Serikat. Ia mengundurkan diri setelah hubungannya dengan Pete Hegseth dilaporkan mengalami ketegangan. Perselisihan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan di jajaran kepemimpinan militer AS.
Driscoll mundur ketika perhatian publik tertuju pada kondisi angkatan bersenjata Amerika Serikat. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah pecahnya perang di Timur Tengah. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci bentuk perselisihan antara Driscoll dan Hegseth maupun alasan operasional di balik pengunduran diri tersebut.
Kepergian Driscoll mengikuti pemecatan Menteri Angkatan Laut John Phelan oleh Hegseth pada April. Pergantian tersebut memperlihatkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi pada satu matra, tetapi juga mencakup sejumlah posisi senior di lingkungan pertahanan Amerika Serikat.
Sejumlah Petinggi Militer AS Turut Pergi
Sebelum Driscoll mengundurkan diri, beberapa pejabat senior Pentagon telah lebih dahulu berhenti atau dicopot dari jabatannya. Salah satunya adalah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George. Ia pensiun lebih awal pada April, beberapa pekan setelah perang Iran dimulai.
George dilaporkan diminta mundur oleh Hegseth, meskipun masa jabatannya seharusnya masih berlangsung hingga Oktober 2027. Pada hari yang sama ketika George disingkirkan, Hegseth juga mendepak Kepala Pendeta Militer Amerika Serikat Mayjen William Green Jr serta Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne.
Rangkaian keputusan tersebut memicu laporan bahwa Hegseth ingin mengganti pucuk kepemimpinan senior militer dengan tokoh-tokoh yang dinilai lebih sejalan dengan Presiden Donald Trump. Pergantian itu mencakup pejabat dari berbagai bidang dan jenjang komando.
Perubahan di Angkatan Darat dan Angkatan Udara
Jenderal Christopher Donahue, yang memimpin Angkatan Darat Amerika Serikat di Eropa dan Afrika, juga mengundurkan diri pada Juli. Ia disebut meninggalkan jabatan setelah Hegseth dikabarkan menolak memperpanjang masa kariernya.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James Mingus turut masuk dalam daftar pejabat yang dicopot Hegseth. Menurut laporan The Washington Post, Mingus dipaksa pensiun setelah Trump menominasikan Letnan Jenderal Christopher LaNeve sebagai penggantinya.
Perubahan juga terjadi di jajaran Angkatan Udara. Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Allvin kemudian mengumumkan pengunduran dirinya setelah sejumlah pejabat senior lainnya diberhentikan atau meninggalkan posisi mereka.
Pemecatan Pejabat Senior pada Februari 2025
Pada Februari 2025, Hegseth memecat sejumlah pejabat senior militer. Mereka antara lain Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal CQ Brown Jr., Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti, serta Wakil Kepala Angkatan Udara Jenderal James Slife.
Selain nama-nama tersebut, pejabat lain yang dilaporkan mengundurkan diri atau diberhentikan mencakup mantan komandan Komando Selatan Amerika Serikat atau SOUTHCOM Laksamana Alvin Holsey. Kepala Badan Keamanan Nasional dan Komando Siber, Jenderal Timothy Haugh, serta Direktur Badan Intelijen Pertahanan Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, juga termasuk dalam daftar tersebut.
Rangkaian kepergian itu, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency, menunjukkan adanya perubahan besar dalam susunan kepemimpinan pertahanan Amerika Serikat. Pergantian dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pengunduran diri, pensiun dini, pemecatan, hingga keputusan untuk tidak memperpanjang karier.
Kesimpulan
Pengunduran diri Dan Driscoll menjadi bagian terbaru dari gelombang perubahan pejabat senior di Pentagon pada masa pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya, sejumlah tokoh penting dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, badan intelijen, dan komando militer Amerika Serikat telah meninggalkan jabatan mereka.
Perubahan tersebut berlangsung di tengah laporan mengenai upaya Pete Hegseth membentuk jajaran kepemimpinan yang lebih sejalan dengan pemerintahan Trump. Ke depan, perhatian akan tertuju pada dampak pergantian tersebut terhadap kesinambungan komando, kondisi angkatan bersenjata Amerika Serikat, serta kebijakan pertahanan negara itu di tengah kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment