Indonesia-China Gelar CSD dan Forum 2+2, Fokus pada Ekonomi serta Keamanan

Indonesia dan China akan menggelar dua forum penting dalam rangka memperkuat hubungan bilateral, yakni Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) dan forum 2+2. Kedua pertemuan tersebut melibatkan pejabat tingkat tinggi dari kedua negara, termasuk Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan.

Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Arifianto Sofiyanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan CSD dengan China menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya Indonesia menggelar forum dialog strategis tersebut dengan negara lain.

Selain CSD, Indonesia dan China juga akan mengadakan forum 2+2 yang mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari kedua negara. Rangkaian pertemuan ini diupayakan berlangsung secara efisien dengan mengatur kehadiran para menteri dalam waktu yang berdekatan.

CSD Indonesia-China Digelar untuk Pertama Kalinya

Arifianto menjelaskan bahwa Comprehensive Strategic Dialogue merupakan forum dialog pada tingkat strategis. Forum ini ditujukan bagi negara-negara yang memiliki hubungan kemitraan komprehensif dengan Indonesia.

Menurutnya, CSD memiliki cakupan pembahasan yang luas karena mencakup lima pilar utama. Kelima pilar tersebut meliputi politik, ekonomi, hubungan masyarakat, maritim, serta keamanan.

Pilar Ekonomi Mendapat Perhatian Lebih Besar

Dalam pelaksanaan CSD Indonesia dan China kali ini, kedua negara sepakat memberikan bobot lebih besar pada pembahasan ekonomi. Fokus tersebut mencakup penguatan komitmen terhadap keberlanjutan investasi dan perdagangan bilateral.

Penguatan investasi China di Indonesia juga menjadi salah satu agenda yang akan dibahas. Selain itu, China diharapkan terus memberikan dukungan terhadap sektor-sektor prioritas yang menjadi perhatian pemerintah Republik Indonesia.

“Penguatan komitmen kedua negara terkait penguatan berkelanjutan investasi dan perdagangan kedua negara, termasuk penguatan investasi China di Indonesia dan juga dukungannya terhadap sektor-sektor prioritas pemerintah RI,” ujar Arifianto dalam Press Briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (20/8).

Untuk mendukung pembahasan ekonomi tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan didampingi oleh wakil menteri yang membidangi sektor ekonomi. Indonesia juga mengundang para wakil menteri bidang ekonomi untuk berpartisipasi dalam pembahasan CSD.

Forum 2+2 Berfokus pada Politik dan Keamanan

Setelah pelaksanaan CSD, Indonesia dan China akan menggelar forum 2+2. Forum ini mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari kedua negara dalam satu rangkaian pertemuan.

Berbeda dengan CSD yang memiliki lima pilar pembahasan, forum 2+2 akan lebih diarahkan pada isu politik, pertahanan, dan keamanan. Forum tersebut menjadi wadah bagi kedua negara untuk membahas bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan hubungan bilateral.

Dengan adanya forum 2+2, pembahasan hubungan Indonesia dan China tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga bidang politik, pertahanan, serta keamanan. Sementara itu, CSD memberikan ruang yang lebih luas untuk membahas berbagai pilar kerja sama kedua negara.

Indonesia Upayakan Pertemuan Berlangsung Efisien

Arifianto mengatakan Indonesia berupaya mengatur rangkaian pertemuan tersebut secara efisien. Salah satu upayanya adalah mengatur kehadiran empat menteri dari kedua negara dalam waktu yang berdekatan.

Menurut Arifianto, mengatur ketersediaan waktu empat menteri secara berurutan bukan hal yang mudah. Karena itu, Indonesia berusaha agar CSD dan forum 2+2 dapat dilaksanakan tanpa harus memisahkan rangkaian pertemuan secara berlebihan.

“Upayakan back to back availability dari empat menteri ini sangat sulit. Berusaha efisien dapat bertemu tanpa harus memisahkan antara CSD dan 2+2,” kata Arifianto.

Kesimpulan

Pelaksanaan CSD dan forum 2+2 menandai penguatan dialog strategis antara Indonesia dan China. CSD akan menjadi forum pertama bagi Indonesia dengan negara lain, dengan pembahasan yang mencakup politik, ekonomi, hubungan masyarakat, maritim, serta keamanan. Dalam pertemuan kali ini, aspek ekonomi akan mendapat perhatian lebih besar, terutama terkait investasi dan perdagangan.

Di sisi lain, forum 2+2 akan memusatkan pembahasan pada isu politik, pertahanan, dan keamanan. Dengan menggelar kedua forum tersebut dalam rangkaian waktu yang berdekatan, Indonesia dan China diharapkan dapat menjalankan pembahasan bilateral secara lebih terarah dan efisien.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment