Kim Yo Jong Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Mutlak, Sebut Denuklirisasi Harapan Orang “Idiot”

Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kembali menyampaikan pernyataan tegas mengenai status nuklir negaranya. Ia menolak harapan agar Pyongyang melucuti persenjataan nuklir atau menjalankan denuklirisasi. Menurut Kim Yo Jong, hanya orang-orang “idiot” yang masih berharap Korea Utara meninggalkan senjata nuklirnya.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap Korea Utara yang selama ini memandang kepemilikan senjata nuklir sebagai bagian permanen dari status negaranya. Kim Yo Jong menyatakan bahwa posisi Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh apa pun.

Pernyataan itu disampaikan ketika muncul wacana mengenai kemungkinan pertemuan baru antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim Jong Un. Korea Selatan menyatakan mencermati pernyataan Kim Yo Jong karena disampaikan di tengah pembicaraan tersebut.

Kim Yo Jong Tolak Harapan Denuklirisasi

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency, Kim Yo Jong kembali menegaskan posisi negaranya mengenai senjata nuklir. Ia menyebut status Republik Demokratik Rakyat Korea atau DPRK sebagai negara pemilik senjata nuklir tidak dapat diubah.

“Posisi DPRK sebagai negara pemilik senjata nuklir adalah mutlak dan tidak dapat diubah oleh apa pun,” kata Kim Yo Jong, seperti dikutip dari AFP.

Ia juga menyampaikan kritik kepada pihak-pihak yang masih mengharapkan Korea Utara melakukan pelucutan senjata nuklir. Kim Yo Jong menyebut harapan tersebut sebagai pandangan yang hanya dimiliki orang-orang “idiot”. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pyongyang belum memperlihatkan perubahan sikap terkait kepemilikan persenjataan atomnya.

Status Nuklir Disebut Permanen

Korea Utara telah secara resmi menetapkan dirinya sebagai negara pemilik senjata nuklir. Para pemimpin negara tersebut menyatakan bahwa persenjataan atom yang dimiliki Pyongyang bersifat permanen serta tidak dapat diubah.

Dengan sikap itu, Korea Utara menempatkan senjata nuklir sebagai bagian penting dari posisi negaranya. Penegasan Kim Yo Jong memperlihatkan bahwa Pyongyang masih mempertahankan pandangan tersebut, termasuk ketika isu denuklirisasi kembali menjadi perhatian dalam pembahasan hubungan dengan Amerika Serikat.

Pyongyang Klaim Senjata Nuklir Mencegah Ancaman

Kim Yo Jong juga menyampaikan alasan Korea Utara mempertahankan persenjataan nuklirnya. Menurut dia, senjata nuklir Pyongyang memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah tindakan yang dianggap berlebihan dari pihak-pihak nakal di dunia internasional.

Pernyataan tersebut menggambarkan cara Korea Utara melihat fungsi senjata nuklir yang dimilikinya. Pyongyang menilai persenjataan itu memiliki peran dalam mencegah ancaman atau tindakan yang dinilai membahayakan kepentingannya.

Di sisi lain, pernyataan tersebut kembali memperlihatkan perbedaan pandangan antara Korea Utara dan pihak-pihak yang menginginkan denuklirisasi. Sementara wacana pelucutan senjata nuklir masih muncul, Kim Yo Jong menegaskan bahwa status nuklir Korea Utara tidak terbuka untuk diubah.

Perkiraan Jumlah Senjata Nuklir Korea Utara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Agustus menyebut Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Sementara itu, Korea Selatan memperkirakan jumlah senjata nuklir Korea Utara berada pada kisaran 80 hingga 120.

Perbedaan perkiraan tersebut menunjukkan adanya angka yang tidak sama mengenai jumlah persenjataan nuklir yang dimiliki Pyongyang. Namun, terlepas dari perbedaan angka itu, pernyataan Kim Yo Jong menegaskan bahwa Korea Utara tetap memandang dirinya sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Seoul Cermati Pernyataan Kim Yo Jong

Korea Selatan menyatakan mencermati pernyataan Kim Yo Jong. Sikap tersebut menjadi perhatian karena pernyataan itu muncul ketika terdapat wacana mengenai kemungkinan pertemuan baru antara Donald Trump dan Kim Jong Un.

Situasi tersebut membuat pernyataan Pyongyang dinilai penting untuk diperhatikan. Di satu sisi, terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara. Di sisi lain, Kim Yo Jong justru kembali menyampaikan bahwa status nuklir negaranya bersifat mutlak dan permanen.

Kesimpulan

Pernyataan Kim Yo Jong kembali mempertegas penolakan Korea Utara terhadap harapan denuklirisasi. Ia menyebut hanya orang-orang “idiot” yang berharap Pyongyang melucuti senjata nuklirnya, sekaligus menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir tidak dapat diubah.

Sikap tersebut menjadi perhatian Korea Selatan karena disampaikan di tengah wacana kemungkinan pertemuan baru antara Donald Trump dan Kim Jong Un. Ke depan, posisi tegas Pyongyang mengenai kepemilikan nuklir akan menjadi salah satu hal penting yang dicermati dalam perkembangan hubungan Korea Utara, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment