Prabowo Terima Bantuan Malaysia untuk Tangani Karhutla di Kalimantan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan hubungan kedua negara, termasuk kerja sama penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Dalam pertemuan itu, Malaysia menyampaikan tawaran bantuan untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan di Kalimantan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan negara tetangga terhadap upaya Indonesia mengatasi persoalan lingkungan yang dampaknya turut dirasakan oleh negara-negara di sekitar kawasan.

Malaysia Kirim Pesawat, Helikopter, dan Tim Pemadam

Prabowo mengatakan Ahmad Zahid Hamidi merupakan kawan lama. Karena itu, kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan, termasuk penanganan karhutla yang terjadi di Indonesia.

Menurut Prabowo, pemerintah Malaysia akan segera mengirimkan bantuan dalam waktu dekat. Dukungan tersebut berupa satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 anggota tim pemadam kebakaran. Seluruh unsur itu akan dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan.

Prabowo menyambut tawaran tersebut dengan positif. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan kegembiraannya atas kepedulian Malaysia terhadap persoalan karhutla di Indonesia.

“Beliau kawan lama, jadi beliau berkunjung ke saya dan kita bahas berbagai masalah, yang pertama dari pihak Malaysia menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih, dengan gembira,” ujar Prabowo, mengutip keterangan Sekretariat Presiden.

Prabowo Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla

Selain menerima bantuan dari negara lain, Prabowo menyatakan tengah menyusun langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh. Upaya tersebut diperlukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang dalam beberapa tahun sekali.

Presiden menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan yang terencana menjadi bagian penting agar persoalan serupa dapat ditekan dan tidak kembali muncul secara berulang.

Prabowo juga menyebut bahwa kerja sama dengan Malaysia bukanlah hal yang baru. Bantuan serupa, kata dia, pernah dilakukan beberapa tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan adanya kepedulian dan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan.

Karhutla Berdampak pada Negara Tetangga

Dukungan Malaysia, menurut Prabowo, memperlihatkan bahwa karhutla bukan hanya menjadi perhatian Indonesia. Kebakaran hutan di Indonesia dapat menimbulkan dampak yang dirasakan oleh negara-negara tetangga, sehingga penanganannya membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama.

Selain Malaysia, Indonesia juga telah menerima bantuan dari Jepang dan sejumlah negara lain yang menawarkan dukungan dalam menangani karhutla. Prabowo menyambut baik bantuan tersebut karena persoalan kebakaran hutan berkaitan dengan lingkungan hidup dan memiliki dampak lintas negara.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” kata Prabowo.

Peluang Kerja Sama Industri Halal

Pertemuan Prabowo dan Ahmad Zahid Hamidi tidak hanya membahas penanganan karhutla. Keduanya juga berdiskusi mengenai sejumlah peluang kerja sama lainnya, termasuk di bidang industri halal.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara memiliki kedekatan sebagai negara bertetangga dan sama-sama memiliki hubungan sosial serta budaya yang erat.

Prabowo Tekankan Hubungan Baik Indonesia-Malaysia

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia. Ia mengingatkan agar berbagai hal yang berpotensi mengganggu hubungan kedua negara tidak dibesar-besarkan hingga berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Jangan sampai kita, hal-hal yang mengganggu kita menjadi masalah yang dibesar-besarkan, Indonesia dan Malaysia adalah saudara, kita harus bekerja sama, kita harus pelihara hubungan yang sangat baik,” ujar Prabowo.

Kesimpulan

Kunjungan Ahmad Zahid Hamidi ke kediaman Prabowo di Hambalang menghasilkan pembahasan mengenai kerja sama penanganan karhutla, termasuk rencana pengiriman satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 anggota tim pemadam kebakaran dari Malaysia. Bantuan tersebut diharapkan mendukung penanganan kebakaran hutan di Kalimantan.

Selain membahas isu lingkungan, kedua pihak turut menjajaki kerja sama di bidang industri halal dan menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik Indonesia-Malaysia. Ke depan, kerja sama antarnegara serta langkah pencegahan menyeluruh menjadi hal penting agar persoalan karhutla tidak terus berulang dan dampaknya dapat diminimalkan bagi Indonesia maupun negara-negara tetangga.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment