Rusia Murka, Tuduh Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina Serang Infrastruktur Strategis

Rusia menyatakan kemarahannya setelah mengetahui bahwa Ukraina diduga menggunakan drone buatan perusahaan Inggris dalam serangkaian serangan ke wilayah Rusia. Serangan tersebut dilaporkan berlangsung selama enam bulan terakhir dan menyasar sejumlah infrastruktur penting, mulai dari fasilitas penyulingan hingga depot minyak.

Selain fasilitas energi, serangan juga disebut menyentuh infrastruktur transportasi serta lokasi milik Wildberries, peritel daring terbesar di Rusia. Sejumlah wilayah menjadi sasaran, termasuk Volgograd yang berada dekat Moskow. Situasi tersebut memicu respons keras dari pemerintah Rusia, terutama karena adanya dugaan keterlibatan Inggris melalui penyediaan drone.

Rusia Luncurkan Serangan Balasan ke Ukraina

Setelah mengetahui serangkaian serangan tersebut, Rusia langsung merespons dengan melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah Ukraina. Ibu kota Kyiv termasuk wilayah yang menjadi sasaran dalam serangan balasan Moskow.

Respons Rusia tidak hanya ditujukan kepada Ukraina. Moskow juga menyampaikan peringatan keras kepada Inggris yang dituding memberikan dukungan berupa drone kepada Kyiv. Pemerintah Rusia menilai bantuan tersebut dapat menjadi tanda meningkatnya keterlibatan London dalam konflik.

Lavrov Peringatkan Inggris soal Konsekuensi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa keterlibatan Inggris dalam serangan terhadap Rusia dapat dianggap sebagai keterlibatan langsung negara tersebut dalam perang. Ia juga memperingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat menimbulkan konsekuensi.

“Jika ada pihak yang melanggar kepentingan atau aset kami, kami berhak sepenuhnya untuk menganggap keterlibatan langsung pasukan rudal Inggris, yang telah mereka umumkan dengan bangga, dalam serangan terhadap Federasi Rusia sebagai bentuk keterlibatan dalam perang, beserta segala konsekuensi yang menyertainya,” ujar Lavrov, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rusia memandang penggunaan drone buatan Inggris bukan sekadar persoalan teknis dalam konflik. Moskow menilai asal-usul perangkat yang digunakan dalam serangan dapat menjadi dasar untuk menilai sejauh mana negara lain terlibat dalam operasi militer Ukraina.

Laporan Media AS Ungkap Penggunaan Drone Inggris

Serangan Menyasar Fasilitas Energi dan Transportasi

Sebelumnya, media Amerika Serikat The Times melaporkan bahwa pasukan Ukraina menggunakan pesawat nirawak atau drone yang diproduksi perusahaan asal Inggris untuk menyerang wilayah Rusia dalam enam bulan terakhir.

Menurut laporan tersebut, target serangan tidak hanya berupa fasilitas energi seperti penyulingan dan depot minyak. Infrastruktur transportasi serta lokasi yang dimiliki Wildberries, perusahaan peritel daring terbesar di Rusia, juga dilaporkan menjadi sasaran.

Informasi mengenai penggunaan drone tersebut kemudian memperbesar ketegangan antara Rusia dan Inggris. Bagi Moskow, dukungan teknologi militer dari London kepada Kyiv memperlihatkan adanya peran yang semakin nyata dalam konflik. Sementara itu, serangan terhadap infrastruktur penting Rusia dipandang sebagai ancaman terhadap kepentingan dan aset negara.

Kedutaan Rusia Tuding Inggris Jadi Kaki Tangan Ukraina

Kedutaan Besar Rusia pada Senin, 17 Agustus, menuduh Inggris bertindak sebagai kaki tangan dalam apa yang mereka sebut sebagai “serangan teroris” Ukraina. Kedutaan juga memperingatkan bahwa dukungan London yang terus meningkat terhadap Kyiv akan membawa konsekuensi besar.

“Semakin dalam keterlibatan dalam konflik ini dan semakin besar dukungan terhadap mesin teroris Kyiv, maka semakin tinggi pula harga yang harus dibayar,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Rusia.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Moskow yang menganggap dukungan Inggris sebagai bagian penting dari perkembangan konflik. Rusia memperingatkan bahwa peningkatan bantuan kepada Ukraina dapat memperburuk hubungan kedua negara dan mendorong munculnya respons lebih keras dari pihak Rusia.

Inggris Tegaskan Dukungan untuk Ukraina

Menanggapi ancaman dan tuduhan Rusia, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan bahwa Inggris akan terus memberikan dukungan penuh kepada Ukraina. Burnham menegaskan komitmen London untuk “mendukung Ukraina 100 persen.”

Menurut Burnham, bantuan Inggris diberikan untuk membantu Ukraina mempertahankan diri. Ia juga menyatakan bahwa para perdana menteri Inggris sebelumnya telah mempertahankan sikap yang sama sepanjang konflik berlangsung.

Kesimpulan

Perselisihan mengenai penggunaan drone buatan Inggris dalam serangan Ukraina ke Rusia telah memperlebar ketegangan antara Moskow dan London. Rusia menilai dukungan tersebut dapat dianggap sebagai keterlibatan langsung Inggris dalam perang, sedangkan Inggris menegaskan bahwa bantuannya ditujukan untuk mendukung pertahanan Ukraina.

Dengan adanya serangan balasan Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina dan peringatan terbuka dari Lavrov, perkembangan berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh sikap masing-masing pihak. Jika dukungan militer Inggris kepada Ukraina terus berlanjut dan serangan terhadap aset Rusia kembali terjadi, ketegangan antara Rusia, Ukraina, dan Inggris berpotensi semakin meningkat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment