10 Kota Terbersih di Dunia, dari Kopenhagen hingga Tokyo

Kebersihan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat di sebuah kota. Namun, predikat kota terbersih di dunia tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan yang bebas sampah. Aspek lain seperti kualitas udara, pengelolaan limbah, ketersediaan ruang terbuka hijau, layanan publik, sistem transportasi, serta komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi pertimbangan.

Sejumlah kota di berbagai negara dinilai berhasil menjaga lingkungan sekaligus menyediakan pelayanan publik yang memadai. Penilaian tersebut menggabungkan tingkat kebersihan, kualitas udara, kebijakan ramah lingkungan, serta pengakuan dari lembaga internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut sejumlah kota yang dikenal memiliki standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik.

Daftar Kota Terbersih di Dunia

1. Kopenhagen, Denmark

Ibu kota Denmark, Kopenhagen, mendapat pengakuan dari Mercer Eco-City berkat komitmennya terhadap keberlanjutan. Kota ini menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan aturan lingkungan yang ketat. Selain itu, Kopenhagen menargetkan terbebas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil pada 2050.

2. Singapura

Singapura menjadi salah satu contoh kota yang berhasil memadukan perencanaan modern dengan penegakan aturan kebersihan secara konsisten. Pada 2026, lembaga City Buddy menempatkan Singapura sebagai kota terbersih di dunia. Pencapaian tersebut didukung oleh efisiensi pengolahan sampah dan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

3. Zurich, Swiss

Zurich unggul dalam sistem pengumpulan sampah serta pengelolaan lingkungan berbasis daur ulang dan pembakaran yang terorganisasi. Kebersihan kota ini juga diperkuat oleh kualitas air minum yang prima. Di sisi lain, jaringan transportasi umum yang terintegrasi turut mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertata.

4. Helsinki, Finlandia

Helsinki mengedepankan tata kota berkelanjutan dalam jangka panjang. Kota ini menargetkan pengurangan emisi lalu lintas hingga 69 persen pada 2035. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan jalur pejalan kaki, pembangunan infrastruktur sepeda, serta perlindungan terhadap kawasan alam.

5. Oslo, Norwegia

Oslo dikenal sebagai salah satu percontohan dalam transisi menuju transportasi bersih. Dominasi kendaraan listrik di Norwegia membantu menekan tingkat polusi udara dan emisi gas rumah kaca di ibu kota. Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

6. Kota Pesisir di Australia

Salah satu kota pesisir di Australia juga dinilai memiliki lingkungan yang bersih dan kualitas udara yang segar. Kondisi tersebut didukung oleh tiupan angin laut serta kebijakan perlindungan lingkungan. Pemerintah setempat secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk merawat pantai dan ruang terbuka hijau.

7. Honolulu, Amerika Serikat

Honolulu memegang predikat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terbaik di Amerika Serikat karena tingkat polutannya yang rendah. Kota ini juga berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80 persen pada 2045. Target tersebut diarahkan untuk melindungi ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari lingkungan Honolulu.

8. Dublin, Irlandia

Dublin memiliki ruang terbuka hijau yang luas di kawasan pusat kota serta area publik yang terawat. Berbagai program keberlanjutan terus dikembangkan untuk mempertahankan kualitas udara dan tata kota. Upaya ini menjadi penting karena Dublin harus menjaga keseimbangan lingkungan di tengah mobilitas masyarakat yang cukup padat.

9. Calgary, Kanada

Calgary mencatatkan penilaian tinggi dalam pengelolaan air minum, pemrosesan sampah, dan pemeliharaan ruang publik. Kedekatannya dengan Pegunungan Rocky serta minimnya industri berat turut membantu menjaga kebersihan lingkungan kota. Faktor alam dan pengelolaan perkotaan tersebut saling mendukung dalam menciptakan kualitas lingkungan yang baik.

10. Tokyo, Jepang

Tokyo membuktikan bahwa kota megapolitan dengan kepadatan penduduk tinggi tetap mampu mempertahankan kebersihan. Budaya memilah sampah yang disiplin menjadi salah satu kunci utama. Selain itu, rasa tanggung jawab warga terhadap fasilitas umum turut membantu menjaga ketertiban dan kebersihan ibu kota Jepang tersebut.

Kebersihan Kota Bergantung pada Kebijakan dan Kesadaran Publik

Daftar tersebut menunjukkan bahwa kota terbersih di dunia tidak hanya mengandalkan kegiatan pembersihan rutin. Kebijakan lingkungan yang jelas, layanan publik yang memadai, pengelolaan sampah yang efektif, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor yang saling berkaitan.

Ke depan, tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya mobilitas akan mendorong kota-kota di dunia untuk memperkuat sistem pengelolaan lingkungan. Pengalaman Kopenhagen, Singapura, Zurich, Helsinki, Oslo, hingga Tokyo menunjukkan bahwa kebersihan perkotaan dapat dipertahankan melalui kombinasi kebijakan berkelanjutan dan kesadaran warga.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment