Airlangga dan Menteri Perdagangan Kanada Bahas Persiapan Implementasi ICA-CEPA

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada, The Honourable Maninder Sidhu, di sela-sela ajang Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, pada Senin (14/09). Pertemuan tersebut membahas kesiapan Indonesia dan Kanada dalam memasuki tahap implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Kedua negara saat ini tengah beralih dari tahap ratifikasi menuju implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tersebut. Pelaksanaan ICA-CEPA dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Karena itu, pertemuan antara Airlangga dan Maninder Sidhu dinilai penting untuk memastikan berbagai ketentuan dalam perjanjian dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha di kedua negara.

“Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara,” kata Airlangga.

Indonesia dan Kanada Siapkan Implementasi ICA-CEPA

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Kanada sepakat untuk bekerja sama menyelesaikan sejumlah tantangan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan ICA-CEPA. Tantangan itu antara lain berkaitan dengan penyesuaian persyaratan standardisasi, praktik keberlanjutan, serta ketentuan ketenagakerjaan.

Penyelesaian berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting agar perjanjian tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga dapat diterapkan secara konsisten oleh pelaku usaha. Kedua negara juga berkomitmen memastikan manfaat ICA-CEPA dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Penguatan UMKM dan Infrastruktur Logistik

Indonesia dan Kanada turut mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memanfaatkan peluang pasar baru yang terbuka melalui ICA-CEPA. Penguatan kapasitas tersebut dipandang penting karena pelaku UMKM perlu memiliki kesiapan dalam memenuhi persyaratan pasar internasional, termasuk aspek standardisasi dan keberlanjutan.

Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat infrastruktur logistik serta fasilitasi perdagangan di Indonesia. Upaya ini diperlukan untuk menjaga daya saing produk Indonesia ketika memasuki pasar Kanada. Infrastruktur logistik yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi dan meningkatkan efisiensi perdagangan antara kedua negara.

Perdagangan Bilateral Indonesia-Kanada Terus Tumbuh

Airlangga menyampaikan bahwa hubungan dagang bilateral Indonesia dan Kanada menunjukkan pertumbuhan yang stabil sejak 2021. Rata-rata pertumbuhan perdagangan kedua negara tercatat sebesar 9,13 persen per tahun.

Memasuki Semester I 2025, total perdagangan Indonesia dan Kanada mencapai USD3,1 miliar. Angka tersebut meningkat 13 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator adanya peluang yang lebih besar untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara melalui ICA-CEPA.

Penurunan Tarif dan Proyeksi Ekspor

Dalam implementasinya, ICA-CEPA akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarif Kanada untuk produk Indonesia. Sebaliknya, Indonesia akan menghapus atau menurunkan tarif untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

Dengan adanya pembukaan akses pasar tersebut, ekspor Indonesia ke Kanada diproyeksikan meningkat hingga USD11,8 miliar pada 2030. Peluang kerja sama juga terbuka di sejumlah sektor strategis, seperti hilirisasi mineral kritis, energi bersih, agripangan, perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.

ICA-CEPA Perkuat Posisi Indonesia di Indo-Pasifik

ICA-CEPA tidak hanya dipandang sebagai perjanjian perdagangan, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi posisi Indonesia di kawasan. Perjanjian ini berperan dalam memperluas keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik sekaligus membuka peluang penguatan jaringan perdagangan Kanada dengan negara-negara ASEAN.

ICA-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif pertama yang dibuat Indonesia dengan negara di kawasan Amerika Utara. Perjanjian tersebut diresmikan pada September 2025 dan diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Kanada secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Pertemuan Airlangga Hartarto dengan Maninder Sidhu menegaskan keseriusan Indonesia dan Kanada dalam mempersiapkan implementasi ICA-CEPA. Kedua negara sepakat menyelesaikan tantangan terkait standardisasi, keberlanjutan, ketenagakerjaan, kapasitas UMKM, logistik, dan fasilitasi perdagangan.

Ke depan, kesiapan implementasi menjadi prioritas bersama agar manfaat perjanjian dapat segera dirasakan pelaku usaha di kedua negara. Dengan penurunan tarif, peningkatan akses pasar, serta peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, ICA-CEPA diharapkan mampu memperluas perdagangan, investasi, dan hubungan ekonomi Indonesia dengan Kanada di kawasan Amerika Utara dan Indo-Pasifik.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment