Banjir dan Longsor Nepal: Warga Berenang Ambil Tabung Gas, 1.384 Orang Dilaporkan Hilang
Jakarta – Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah di kaki Gunung Himalaya, Nepal, pada Rabu (26/8). Bencana tersebut menyebabkan sejumlah kawasan terendam, bangunan terdampak, serta menimbulkan korban jiwa dan orang hilang dalam jumlah besar.
Di tengah situasi yang masih berbahaya, warga terlihat berenang di antara tumpukan sampah untuk mengambil sebuah tabung gas berwarna oranye yang terseret arus banjir. Rekaman aksi tersebut beredar di media sosial dan memperlihatkan kondisi banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 150 sentimeter.
Warga Berenang di Tengah Banjir untuk Mengambil Tabung Gas
Dalam video yang beredar, beberapa warga tampak berusaha mencapai tabung gas yang hanyut di tengah genangan. Mereka harus berenang melewati sampah dan material lain yang terbawa arus untuk mengambil benda tersebut.
Situasi terlihat semakin mengkhawatirkan ketika warga terdengar berteriak, “Air naik! Air naik!” Peringatan itu menunjukkan bahwa ketinggian air masih meningkat dan kondisi di lokasi belum aman.
Setelah berhasil mendapatkan tabung gas, warga tersebut segera berenang kembali ke tepian. Sejumlah orang telah menunggu di tepi genangan. Sebagian dari mereka tampak memantau situasi serta memperhatikan proses evakuasi tabung gas dari tengah banjir.
Banjir Bandang Menerjang Rumah dan Jalan
Banjir dan longsor melanda wilayah yang berada di kaki Gunung Himalaya pada Rabu. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan derasnya banjir bandang yang menerjang berbagai fasilitas dan bangunan.
Dalam video tersebut, air terlihat menghantam gedung, rumah, jalan, serta proyek pembangunan. Bencana juga menyebabkan sejumlah rumah dan kendaraan terendam material longsor. Kondisi ini membuat akses serta aktivitas warga di sejumlah lokasi terdampak terganggu.
Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya dampak banjir dan longsor yang terjadi. Selain merusak bangunan dan infrastruktur, bencana turut membahayakan warga yang berada di wilayah terdampak.
Ratusan Orang Belum Bisa Dihubungi
Badan Bencana Nepal melaporkan sebanyak 826 orang belum dapat dihubungi hingga Kamis, atau lebih dari 24 jam setelah bencana terjadi. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 orang disebut merupakan turis asing.
Sejumlah warga negara asing tercatat berada di antara orang-orang yang belum ditemukan. Mereka meliputi 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada.
Laporan Hilang dari Sisi Perbatasan Tibet
Pemerintah China juga melaporkan sebanyak 558 orang hilang di sisi perbatasan Tibet. Dari jumlah tersebut, 260 orang di antaranya merupakan warga asing.
Jika angka yang disampaikan oleh pihak berwenang Nepal dan China dijumlahkan, total orang yang belum ditemukan mencapai 1.384 orang. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah kedua laporan tersebut merujuk pada kelompok yang berbeda atau terdapat orang yang tercatat lebih dari satu kali.
Korban Tewas Mencapai 165 Orang
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor tersebut dilaporkan mencapai 165 orang. Angka itu tercatat bersamaan dengan laporan mengenai ratusan orang yang masih belum dapat dihubungi.
Kesimpulan
Banjir dan longsor di Nepal menimbulkan dampak besar, mulai dari terjangan air dan material longsor terhadap rumah, kendaraan, jalan, hingga hilangnya ratusan warga. Video warga yang berenang di tengah sampah untuk mengambil tabung gas menunjukkan beratnya situasi yang dihadapi masyarakat di lokasi bencana.
Dengan jumlah korban tewas mencapai 165 orang dan laporan orang hilang dari Nepal serta China yang jika dijumlahkan mencapai 1.384 orang, pendataan korban masih menjadi hal penting. Namun, kemungkinan adanya data yang terhitung dua kali membuat jumlah pasti orang hilang belum dapat dipastikan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment