Blora Buka Peluang Kerja Sama dengan UB untuk Pertanian Organik, Kehutanan, Riset, dan Beasiswa
BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora membuka peluang kerja sama strategis dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk mengembangkan sektor pertanian organik, kehutanan, penelitian, hingga pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia asal Blora.
Komitmen itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh 171 mahasiswa baru jenjang magister dan doktor.
Dalam kesempatan tersebut, Arief menyampaikan sejumlah peluang kolaborasi antara Pemkab Blora dan UB. Selain pengembangan pertanian organik, kerja sama dapat diarahkan pada pembukaan lokasi riset dan penelitian, penyediaan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pemberian kuota beasiswa khusus bagi putra-putri Blora.
Blora Didorong Menjadi Pilot Project Pertanian Organik
Arief mendorong Kabupaten Blora menjadi pilot project pengembangan pertanian organik. Menurutnya, model yang dikembangkan di Blora nantinya dapat menjadi contoh dan direplikasi di wilayah lain.
Potensi pengembangan pertanian organik tersebut didukung oleh sektor peternakan sapi yang cukup besar. Keberadaan banyak peternak sapi dinilai dapat menyediakan bahan organik berupa pupuk kandang sebagai salah satu kebutuhan utama dalam pertanian organik.
“Blora memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kita punya banyak peternak sapi, sehingga bahan organik untuk mendukung pertanian juga tersedia,” ujar Arief dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, populasi peternak sapi di Blora menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku pupuk kandang. Dengan dukungan tersebut, pengembangan pertanian organik dinilai memiliki dasar yang kuat untuk terus diperluas.
Peluang Riset di Kawasan Hutan Blora
Selain pertanian organik, Pemkab Blora juga menawarkan kerja sama riset dan penelitian kepada Universitas Brawijaya. Arief menyebut sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan. Kondisi tersebut membuka ruang kajian yang luas bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti.
Ruang lingkup penelitian tidak hanya terbatas pada sektor pertanian dan kehutanan, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat. Menurut Arief, karakteristik wilayah Blora menyediakan berbagai topik yang dapat dikaji dan dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
“Dengan kondisi Blora yang sekitar 60 persen wilayahnya adalah hutan, tentu banyak hal yang bisa dikaji dan dikembangkan, baik di sektor pertanian, kehutanan maupun pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
UB Ditawari Lokasi KKN di Desa Binaan
Pemkab Blora juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di desa-desa binaan pertanian organik. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga membantu mendorong pengembangan desa.
Melalui pelaksanaan KKN, desa binaan pertanian organik diharapkan dapat berkembang menjadi desa percontohan. Model tersebut selanjutnya dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Blora sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing desa.
Pengembangan Komoditas Bernilai Tambah
Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Prof. M. Purnomo, mengapresiasi potensi komoditas yang ditawarkan Kabupaten Blora. Ia menilai Blora mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan niche product atau produk khusus yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan produk pertanian umum.
Menurut Purnomo, pengembangan komoditas bernilai tinggi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk produksi benih jagung dan pemanfaatan konsep green house. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk pertanian yang dikembangkan di Blora.
Pengelolaan komoditas unggulan juga dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, peningkatan produksi komoditas tersebut berpotensi membantu menekan tingkat inflasi serta menjaga stabilitas harga pasar di daerah.
Peluang Beasiswa bagi Putra-Putri Blora
Kerja sama antara Pemkab Blora dan UB juga berpeluang diperluas ke bidang pendidikan. Purnomo menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya membuka kesempatan bagi anak-anak muda berbakat asal Blora untuk mengikuti seleksi beasiswa di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan.
Beasiswa tersebut terbuka untuk jenjang pendidikan mulai dari S1 hingga S3. UB nantinya akan menyiapkan slot khusus bagi putra-putri Blora yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos seleksi.
Arief menyampaikan terima kasih kepada Universitas Brawijaya yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru program magister dan doktor. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari hubungan kerja sama yang lebih erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Kami sangat terbuka, para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora,” pungkas Arief.
Kesimpulan
Pemkab Blora dan Universitas Brawijaya memiliki peluang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian organik, kehutanan, riset, KKN, pengembangan komoditas bernilai tambah, hingga beasiswa. Dengan potensi peternakan sapi dan kawasan hutan yang luas, Blora diharapkan dapat menjadi lokasi pengembangan pertanian organik sekaligus pusat kajian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi generasi muda Blora untuk memperoleh akses pendidikan lebih luas di Universitas Brawijaya. Kegiatan orientasi mahasiswa baru ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jajaran terkait.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment