Budi Arie Bantah Isu Keretakan Prabowo-Jokowi, Minta Hentikan Adu Domba

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah kabar mengenai keretakan hubungan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi. Ia menyebut ada pihak yang berupaya mengadu domba kedua tokoh tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Projo yang digelar di Jakarta, Minggu (23/8). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta semua pihak tidak memperkeruh hubungan antara Prabowo dan Jokowi dengan menyebarkan isu yang tidak sesuai dengan keadaan.

Budi Arie Minta Isu Adu Domba Dihentikan

Budi Arie mengatakan, isu mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi perlu disikapi dengan bijak. Menurut dia, terdapat pihak-pihak tertentu yang berusaha menciptakan pertentangan di antara keduanya.

“Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha juga adu domba, kan? Begitu. Menurut saya, setop adu domba,” ujar Budi Arie dalam pidatonya.

Ia tidak menjelaskan secara rinci pihak yang dianggap berupaya mengadu domba Prabowo dan Jokowi. Namun, Budi Arie menegaskan bahwa isu tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, terutama ketika pemerintahan sedang menjalankan tugas untuk menangani berbagai persoalan masyarakat dan bangsa.

Soliditas Pemerintahan Dinilai Penting

Dalam acara tersebut, Budi Arie juga menekankan pentingnya soliditas serta persatuan seluruh elemen dalam pemerintahan. Ia mengingatkan agar kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi tidak dikedepankan secara berlebihan.

Menurut Budi Arie, setiap pihak perlu menahan ego masing-masing agar pemerintah dapat bekerja secara optimal dalam menyelesaikan masalah rakyat. Persatuan, kata dia, menjadi salah satu hal penting untuk memastikan pemerintahan dapat menghadapi persoalan bangsa dan negara dengan baik.

“Kita harus menahan ego-ego kelompok, ego-ego pribadi untuk supaya pemerintahan ini bisa mengatasi permasalahan rakyat dan permasalahan bangsa dan negara ini dengan baik, gitu lho,” kata Budi Arie.

Budi Arie diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada era pemerintahan Jokowi. Ia juga pernah dipercaya menjadi Menteri Koperasi pada pemerintahan Prabowo. Pengalaman tersebut membuatnya menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan serta hubungan baik di antara para pemimpin pemerintahan.

Projo Tegaskan Dukungan kepada Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selain membantah isu keretakan hubungan Prabowo dan Jokowi, Budi Arie dalam pidatonya menegaskan dukungan Projo kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Gibran merupakan putra sulung Jokowi. Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, Gibran pernah menjadi wali kota Solo, Jawa Tengah, yang juga merupakan daerah asal Jokowi dan tempat keduanya pernah memimpin pemerintahan daerah.

Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen Projo terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Budi Arie juga menyatakan bahwa organisasinya mendukung langkah Prabowo dalam upaya memberantas korupsi, khususnya praktik korupsi yang berada di sekitar lingkaran kekuasaan.

Budi Arie Soroti Pemberantasan Korupsi

Budi Arie menilai pemerintah tidak cukup hanya menyatakan diri sebagai pemerintahan antikorupsi. Menurut dia, komitmen tersebut harus diwujudkan dengan tidak membiarkan praktik korupsi berlangsung di sekitar elite pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa klaim pemberantasan korupsi akan kehilangan makna apabila praktik-praktik korupsi masih dibiarkan berada di lingkungan kekuasaan.

“Enggak bisa ngomong pemerintahan antikorupsi kalau membiarkan praktik-praktik korupsi di sekitar elite-elite pemerintahan,” ujar Budi Arie.

Kesimpulan

Budi Arie Setiadi membantah adanya keretakan hubungan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Ia menyebut isu tersebut sebagai bagian dari upaya adu domba dan meminta pihak-pihak terkait menghentikan penyebarannya.

Di sisi lain, Budi Arie menekankan bahwa pemerintahan perlu dibangun dengan persatuan, soliditas, dan kemampuan menahan ego kelompok maupun pribadi. Projo juga menegaskan dukungannya kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk terhadap upaya pemberantasan korupsi di sekitar kekuasaan.

Ke depan, pesan mengenai persatuan dan pemberantasan korupsi tersebut menjadi hal penting bagi pemerintahan agar dapat menjalankan tugasnya dengan fokus. Dukungan politik, menurut substansi pernyataan Budi Arie, perlu disertai komitmen untuk menjaga integritas dan menyelesaikan persoalan rakyat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment