KAI Commuter Minta Maaf, Dua Insiden Temperan Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang

JAKARTA – KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line atau KRL yang terjadi pada Kamis pagi (20/8). Gangguan tersebut dipicu oleh dua insiden temperan yang berlangsung di lintas Bogor dan lintas Tangerang.

Insiden pertama melibatkan Commuter Line Bogor nomor 1183 dengan relasi Bogor–Jakarta Kota. Kereta tersebut tertemper oleh seorang yang berada di jalur rel pada lintas Pasar Minggu–Manggarai. Sementara itu, insiden kedua terjadi pada Commuter Line Tangerang nomor 1914 relasi Duri–Tangerang yang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper.

Perjalanan KRL Bogor Sempat Terganggu

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan dan keterlambatan yang timbul akibat dua kejadian tersebut. Ia menyebutkan, operasional layanan Commuter Line di lintas terdampak telah kembali normal pada siang hingga sore hari.

Menurut Purnomo, insiden pada Commuter Line Bogor nomor 1183 menyebabkan kerusakan pada pipa angin yang merupakan bagian dari sistem pengereman rangkaian. Demi memastikan keselamatan perjalanan, rangkaian kereta tersebut harus dievakuasi menggunakan kereta penolong.

Rangkaian yang mengalami gangguan kemudian ditarik untuk menjalani perbaikan di Depo KRL Bukit Duri. Proses evakuasi tersebut berdampak pada jalur rel lintas Pasar Minggu menuju Manggarai yang untuk sementara tidak dapat dilalui perjalanan Commuter Line.

Pengoperasian Satu Jalur untuk Mengurangi Dampak Keterlambatan

Untuk mengurangi dampak gangguan terhadap perjalanan pengguna, operasional Commuter Line di lintas Pasar Minggu–Manggarai sempat dilakukan dengan menggunakan satu jalur. Pengaturan tersebut diterapkan selama proses penanganan dan penarikan rangkaian yang mengalami kerusakan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, dampak kejadian di lintas Bogor menyebabkan 10 perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan lebih dari satu jam. Selain itu, dua perjalanan Commuter Line Bogor juga dibatalkan.

Commuter Line Tangerang Terlambat hingga 48 Menit

Gangguan juga terjadi pada perjalanan Commuter Line Tangerang setelah kereta nomor 1914 tertemper sepeda motor yang melintas di perlintasan tidak resmi antara Rawabuaya dan Batu Ceper. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian kabin depan kereta.

Setelah insiden berlangsung, perjalanan Commuter Line pada lintas Rawabuaya–Batu Ceper sempat dioperasikan menggunakan satu jalur. Petugas terkait segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta perbaikan awal guna memastikan perjalanan kereta dapat kembali berlangsung dengan aman.

Karina menyampaikan, sebanyak delapan perjalanan Commuter Line Tangerang mengalami keterlambatan dengan durasi hingga 48 menit. Meski terjadi gangguan, petugas layanan di stasiun-stasiun terdampak tetap memberikan pelayanan kepada pengguna secara normal.

Pengguna yang membutuhkan surat keterangan keterlambatan juga tetap dapat dilayani. Selain itu, petugas pengamanan dan layanan melakukan pengaturan arus pengguna di area stasiun yang terdampak agar kondisi tetap tertib.

KAI Commuter Imbau Pengguna Utamakan Keselamatan

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan mengikuti arahan petugas, terutama ketika terjadi kendala operasional. Pengguna juga diminta tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta apabila kondisi KRL sudah terlalu padat.

Purnomo turut mengingatkan masyarakat agar tidak melintas di jalur rel. Menurutnya, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada petugas dan operator kereta, tetapi juga pada kepatuhan seluruh pihak yang berada di sekitar jalur rel dan perlintasan.

Untuk mengurangi potensi terjadinya insiden serupa, KAI Commuter akan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan keselamatan di jalur rel maupun perlintasan sebidang.

Kesimpulan

Dua insiden temperan di lintas Bogor dan Tangerang menyebabkan sejumlah perjalanan Commuter Line terlambat, bahkan beberapa perjalanan di lintas Bogor dibatalkan. KAI Commuter telah melakukan evakuasi, pemeriksaan, perbaikan awal, serta pengaturan operasional agar layanan dapat kembali normal.

Ke depan, keselamatan di perlintasan sebidang perlu menjadi tanggung jawab bersama. KAI Commuter menyatakan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan perjalanan kereta api. Pada saat yang sama, kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan dan tidak melintasi jalur rel secara sembarangan menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment