Kakorlantas Polri Ajak Masyarakat Wujudkan Jalan Raya sebagai Ruang yang Aman

Tangerang Selatan – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, mengajak seluruh pihak untuk menjadikan jalan raya sebagai ruang yang aman bagi semua pengguna. Menurutnya, kondisi tersebut dapat diwujudkan melalui kesadaran bersama terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Ajakan itu disampaikan Wibowo saat membuka kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang berlangsung di Pusdiklantas Polri, Tangerang Selatan, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Keselamatan Lalu Lintas dan diikuti masyarakat umum serta berbagai komunitas ojek online atau ojol.

Keselamatan Lalu Lintas Dimulai dari Diri Sendiri

Wibowo menekankan bahwa budaya keselamatan dalam berlalu lintas tidak dapat dibangun hanya oleh satu pihak. Kesadaran tersebut perlu dimulai dari setiap individu, kemudian diterapkan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun pemahaman bersama bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab yang harus dimulai sejak saat ini. Kesadaran ketika berkendara di jalan raya dinilai menjadi salah satu hal penting untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman.

“Mari kita bangun kesadaran bersama bahwa keselamatan lalu lintas dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkungan kita, dan harus dimulai dari hari ini,” kata Wibowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga kembali mengajak semua pihak untuk mewujudkan jalan raya sebagai ruang yang aman bagi seluruh penggunanya. Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat secara luas, termasuk para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalan.

Generasi Muda dan Pengemudi Didorong Jadi Pelopor

Kakorlantas Polri turut meminta generasi muda mengambil peran sebagai pelopor perubahan dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting untuk mendorong terbentuknya kebiasaan berlalu lintas yang lebih baik di tengah masyarakat.

Selain generasi muda, para pengemudi juga didorong menjadi pelopor keselamatan di jalan. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan selama berkendara dan tidak mengabaikan berbagai aspek penting dalam perjalanan.

Wibowo mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah kecelakaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Upaya itu, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pembangunan budaya keselamatan lalu lintas yang dilakukan secara konsisten.

Keselamatan Tidak Boleh Dianggap Remeh

Wibowo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aspek keselamatan dalam berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan hal utama dalam setiap perjalanan, bukan sekadar mengejar waktu agar cepat tiba di tempat tujuan.

Ia juga mengajak masyarakat memulai kebiasaan keselamatan dari hal-hal sederhana. Menurut Wibowo, perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang membuat seseorang paling cepat sampai di rumah, melainkan perjalanan yang dapat mengantarkan setiap orang ke tujuan dengan selamat.

“Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan hal yang paling penting dengan tidak pernah menganggap remeh aspek keselamatan. Perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang cepat sampai ke rumah. Tetapi perjalanan yang membawa kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” tutur Wibowo.

Gebyar Keselamatan Diikuti Ribuan Peserta

Kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Keselamatan Lalu Lintas. Acara tersebut melibatkan masyarakat umum dan berbagai komunitas ojol.

Ribuan peserta dari sejumlah wilayah di Jabodetabek turut mengikuti kegiatan tersebut. Keterlibatan masyarakat dan komunitas ojol menunjukkan bahwa pesan keselamatan lalu lintas perlu disampaikan kepada berbagai kelompok yang menggunakan jalan raya dalam aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Ajakan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran tersebut perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, generasi muda, hingga para pengemudi.

Ke depan, budaya keselamatan lalu lintas diharapkan semakin kuat melalui kebiasaan sederhana dan kepedulian setiap pengguna jalan. Dengan tidak menganggap remeh keselamatan, jalan raya dapat terus diarahkan menjadi ruang yang aman bagi semua orang, sementara tujuan utama setiap perjalanan tetap berpegang pada satu hal, yakni tiba dengan selamat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment