Kalah di Babak 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, Raymond/Joaquin Siap Bangkit

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengakhiri perjuangan lebih awal pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan muda pelatnas Cipayung tersebut tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari ganda putra Malaysia, Junaidi Arif/Yap Roy King.

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Raymond/Joaquin takluk melalui dua gim langsung dengan skor 16-21, 19-21. Hasil itu tentu menjadi kekecewaan bagi pasangan yang sebelumnya diharapkan mampu melangkah jauh dalam ajang bergengsi tahunan tersebut.

Kendati demikian, kekalahan itu tidak membuat Raymond/Joaquin larut dalam kekecewaan. Juara Australia Open 2025 tersebut memilih menjadikan hasil buruk di Kejuaraan Dunia BWF 2026 sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki performa pada turnamen-turnamen berikutnya.

Raymond/Joaquin Bertekad Segera Bangkit

Nikolaus Joaquin mengakui bahwa dirinya bersama Raymond beberapa kali menghadapi situasi serupa. Mereka masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengatasi masalah dalam permainan, terutama ketika harus menghadapi pertandingan penting di turnamen besar.

Meski demikian, Joaquin tetap optimistis bahwa mereka dapat menemukan solusi. Baginya, keinginan untuk bangkit menjadi hal penting setelah mengalami serangkaian hasil kurang memuaskan dalam beberapa turnamen terakhir.

“Kami beberapa kali mengalami situasi seperti itu dan sampai sekarang belum menemukan formula untuk memperbaikinya. Namun, kami yakin bisa menemukan jalan keluar,” kata Joaquin dalam keterangan resmi PBSI.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Raymond/Joaquin tidak ingin menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk menyerah. Pasangan muda itu justru berusaha menjadikan hasil pertandingan sebagai evaluasi demi meningkatkan kualitas permainan mereka.

Performa Menurun dalam Beberapa Turnamen Terakhir

Raymond/Joaquin sebelumnya sempat mencuri perhatian melalui sejumlah kejutan apik sejak akhir tahun lalu hingga pertengahan tahun ini. Penampilan mereka ketika meraih gelar Australia Open 2025 menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat harapan terhadap perkembangan pasangan tersebut.

Namun, performa mereka belakangan mengalami penurunan. Sebelum tersingkir pada babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026, Raymond/Joaquin juga gagal melewati babak pertama Japan Open 2026. Setelah itu, mereka kembali kandas pada babak kedua China Open 2026.

Rangkaian hasil tersebut membuat pasangan ini menyadari bahwa mereka perlu melakukan pembenahan secara bertahap. Joaquin menyebut hasil dalam beberapa turnamen terakhir belum sesuai harapan dan menurun cukup drastis dibandingkan periode sebelumnya.

“Hasil kami dalam beberapa turnamen terakhir memang kurang baik dan menurun cukup drastis. Sekarang, kami ingin perlahan-lahan kembali meningkatkan performa,” ujar Joaquin.

Persiapan Latihan Belum Tercermin dalam Pertandingan

Raymond juga menyampaikan rasa tidak puas terhadap penampilan mereka saat menghadapi Junaidi Arif/Yap Roy King. Menurutnya, permainan di lapangan belum mencerminkan persiapan yang telah dijalani selama latihan.

Raymond menegaskan bahwa dirinya dan Joaquin telah berusaha menjalani persiapan dengan baik. Mereka juga selalu berupaya memberikan kemampuan maksimal dalam setiap pertandingan. Namun, usaha tersebut belum menghasilkan performa terbaik ketika tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026.

“Kami tentu tidak puas dengan hasil itu karena belum kembali menemukan performa terbaik. Padahal persiapan dalam latihan berjalan baik dan kami selalu berusaha memberikan kemampuan maksimal,” kata Raymond.

Evaluasi terhadap pertandingan menjadi langkah penting bagi Raymond/Joaquin. Mereka perlu menemukan kembali konsistensi permainan agar tidak terus terhenti pada babak-babak awal turnamen. Keinginan untuk perlahan meningkatkan performa menjadi modal bagi pasangan tersebut untuk menghadapi agenda berikutnya.

Indonesia Masih Menyisakan Dua Ganda Putra

Setelah Raymond/Joaquin tersingkir, Indonesia masih memiliki dua wakil ganda putra di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Kedua pasangan tersebut dijadwalkan tampil pada babak 16 besar. Dengan demikian, perjuangan sektor ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 masih berlanjut melalui Fajar/Fikri dan Sabar/Reza.

Kesimpulan

Kekalahan dari Junaidi Arif/Yap Roy King membuat Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus tersingkir pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Meski hasil tersebut memperpanjang catatan kurang memuaskan dalam beberapa turnamen terakhir, pasangan muda pelatnas Cipayung itu menegaskan tidak ingin patah semangat.

Raymond/Joaquin menyadari masih perlu menemukan formula permainan yang tepat dan mengembalikan performa terbaik. Dengan evaluasi serta peningkatan secara bertahap, mereka berharap dapat bangkit pada turnamen berikutnya. Sementara itu, harapan Indonesia di sektor ganda putra Kejuaraan Dunia BWF 2026 masih berada di tangan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza yang melanjutkan perjuangan pada babak 16 besar.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment