Kemenhaj Verifikasi Ulang 3.000 Travel Umrah, Ribuan Aduan Penipuan Jadi Sorotan
JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan melakukan verifikasi ulang terhadap sekitar 3.000 travel umrah yang beroperasi di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan biro perjalanan yang digunakan masyarakat benar-benar layak dan dapat dipertanggungjawabkan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, data sekitar 3.000 travel umrah itu tercatat sebelum Kemenhaj berdiri. Karena itu, kementerian akan melakukan pemeriksaan kembali secara bertahap untuk menentukan travel yang memenuhi kelayakan serta travel yang tidak pantas digunakan oleh publik.
Kemenhaj Siapkan Verifikasi Ulang Travel Umrah
Dahnil menjelaskan, verifikasi ulang menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh Kemenhaj untuk menata penyelenggaraan perjalanan umrah. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dalam memilih biro perjalanan yang akan digunakan.
“3 ribu travel umrah dan itu kan yang sebelum ada Kementerian Haji. Nah oleh sebab itu, kami akan upayakan supaya segera diverifikasi ulang untuk memastikan mana travel umrahnya yang pantas digunakan oleh publik, mana yang tidak,” kata Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Senin (14/9).
Melalui proses tersebut, Kemenhaj akan memilah travel umrah berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan. Travel yang dinilai layak dapat menjadi pilihan masyarakat, sedangkan travel yang tidak memenuhi ketentuan akan diketahui statusnya melalui proses pemeriksaan tersebut.
Belasan Ribu Aduan Masuk ke Kemenhaj
Rencana verifikasi ulang itu tidak terlepas dari banyaknya laporan masyarakat mengenai dugaan penipuan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Dahnil menyebut, secara keseluruhan Kemenhaj telah menerima sekitar 13 ribu aduan yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Dari jumlah aduan itu, laporan mengenai penyelenggaraan umrah menjadi yang paling banyak. Menurut Dahnil, penanganan terhadap seluruh laporan harus dilakukan secara bertahap karena jumlah kasus yang masuk cukup besar.
“Tentu bertahap kami harus menangani pelan-pelan, karena paling banyak kasus belakangan ini umrah, karena memang selama ini umrah itu pasar bebas sekali,” ujarnya.
Tiga Travel Umrah Telah Dibekukan
Kemenhaj sebelumnya telah membekukan tiga travel umrah. Dahnil mengatakan jumlah travel yang dikenai tindakan tersebut berpotensi bertambah setelah proses verifikasi ulang terhadap ribuan travel selesai dilakukan.
Pembekuan itu menjadi bagian dari langkah Kemenhaj dalam merespons persoalan yang dilaporkan masyarakat. Namun, kementerian masih perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan travel mana saja yang layak digunakan dan mana yang tidak.
Laporan Keberangkatan Umrah Diterima Hampir Setiap Hari
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, Kemenhaj juga telah membuka desk pengaduan di Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas tersebut disediakan untuk menerima laporan masyarakat mengenai berbagai persoalan dalam keberangkatan umrah.
Menurut Irfan, petugas yang ditempatkan di lokasi tersebut hampir setiap hari menerima laporan dari calon jemaah atau masyarakat yang mengalami masalah keberangkatan. Salah satu persoalan yang sering disampaikan adalah jadwal berangkat yang telah ditentukan, tetapi tidak kunjung terealisasi.
“Kita tempatkan petugas di sana dan hampir tiap hari pasti ada laporan. ‘Saya sudah… jadwal berangkat, tapi tidak berangkat-berangkat’. Bagaimana itu, pasti, hampir tiap hari ada,” katanya.
Keberadaan desk pengaduan tersebut menunjukkan bahwa persoalan perjalanan umrah masih menjadi perhatian masyarakat. Laporan yang masuk akan menjadi bagian dari informasi bagi Kemenhaj dalam menangani dugaan masalah penyelenggaraan umrah.
Kesimpulan
Kemenhaj akan memverifikasi ulang sekitar 3.000 travel umrah yang tercatat sebelum kementerian tersebut berdiri. Verifikasi dilakukan untuk memastikan biro perjalanan yang layak digunakan masyarakat, sekaligus menindaklanjuti banyaknya aduan terkait dugaan penipuan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Dengan sekitar 13 ribu aduan yang telah diterima dan laporan persoalan keberangkatan yang muncul hampir setiap hari, proses penanganan akan dilakukan secara bertahap. Setelah verifikasi ulang berjalan, jumlah travel umrah yang dibekukan berpotensi bertambah dari tiga travel yang telah dikenai tindakan sebelumnya. Ke depan, hasil pemeriksaan Kemenhaj diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat dalam memilih travel umrah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment