KONI Mimika Puji Pembinaan PFA dan PAC, Jadi Kebanggaan Olahraga Papua
Mimika, Papua Tengah — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika memberikan apresiasi terhadap pembinaan olahraga yang dilakukan Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC). Kedua program yang diinisiasi dan didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut telah berjalan sejak 2022 atau selama sekitar empat tahun terakhir.
Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda, menilai keberadaan PFA dan PAC menjadi kebanggaan bagi masyarakat Mimika dan Papua. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan kedua akademi itu menunjukkan adanya perhatian besar terhadap pengembangan talenta olahraga lokal, khususnya generasi muda.
“Ini kebanggaan kami di Mimika dan Papua ada pembinaan sebesar ini sebuah kebanggaan. Ini hal luar biasa yang dilakukan oleh teman-teman PT Freeport Indonesia,” ujar George saat ditemui di Mimika Sport Complex (MSC), Papua Tengah, Rabu (16/9).
PFA Membina Pesepak Bola Muda Papua
Papua Football Academy merupakan salah satu program pengembangan olahraga yang mendapat dukungan PTFI. Sejak mulai berjalan pada 2022, PFA menampung sekitar 60 anak Papua setiap tahun dalam kelompok usia U-13 hingga U-15.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan teknik sepak bola, tetapi juga pendidikan formal. Pola pembinaan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan atlet sekaligus mendukung aspek pendidikan anak-anak yang mengikuti program.
Dalam kurun waktu empat tahun, PFA disebut telah memberikan kontribusi terhadap Tim Nasional Indonesia kelompok umur. Akademi tersebut juga telah memenangi sejumlah kejuaraan. Capaian itu menjadi gambaran bahwa pembinaan berkelanjutan dapat membuka peluang bagi pesepak bola muda Papua untuk berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
PAC Fokus pada Pengembangan Atletik
Selain sepak bola, PTFI juga mendukung pembinaan atletik melalui Papua Athletics Center. PAC merupakan hasil sinergi antara PTFI dan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).
PAC berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pelatihan atlet atletik dengan fokus utama pada pengembangan talenta-talenta muda di Papua. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet yang mampu berkontribusi terhadap prestasi atletik Indonesia.
Salah satu atlet binaan PAC yang mendapat perhatian adalah Silfanus Ndiken. Atlet lempar lembing tersebut masuk dalam kontingen Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2026. Keikutsertaannya menjadi salah satu bukti kontribusi pembinaan PAC terhadap perkembangan atlet nasional.
Dukungan PTFI Menjangkau Berbagai Cabang Olahraga
George mengatakan kontribusi PTFI terhadap olahraga di Mimika tidak hanya dirasakan dalam cabang sepak bola dan atletik. Meski belum terdapat nota kesepahaman atau MoU resmi antara KONI Mimika dan PTFI, dukungan perusahaan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap berbagai kegiatan olahraga.
“Sinergi secara tertulis atau MoU belum ada, tapi yang kami rasakan itu hampir semua kegiatan olahraga cabor rugby itu dukungannya luar biasa dari Freeport. Sekarang ini bisa kita lihat begitu luar biasa,” kata George.
Menurut George, dukungan tersebut turut memperkuat ekosistem olahraga di Mimika. Pembinaan yang melibatkan berbagai cabang olahraga dinilai penting untuk memperluas kesempatan atlet muda dalam mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
MSC Menjadi Pusat Olahraga Mimika
George juga menyoroti peran Mimika Sport Complex yang menjadi markas atlet-atlet binaan PFA dan PAC. Fasilitas tersebut dibangun oleh PTFI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Keberadaan MSC dinilai memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga di Mimika. Selain menjadi tempat pembinaan dan latihan, kompleks olahraga itu diharapkan mampu mendukung lahirnya atlet-atlet tangguh dari Papua.
“MSC itu merupakan icon olahraganya Mimika dan kami berharap melalui MSC ini akan lahir atlet-atlet tangguh dan prestasinya bisa membanggakan Papua dan Mimika,” ucap George.
Mimika Menjadi Pusat Pembinaan Olahraga Papua Tengah
Dalam kaitannya dengan program KONI, George menyebut KONI Mimika memiliki posisi penting dalam pembinaan olahraga di Provinsi Papua Tengah. KONI Mimika telah bergabung dengan KONI Papua Tengah, sementara pusat kegiatan olahraga di wilayah tersebut saat ini berada di Mimika.
KONI Mimika memiliki 28 cabang olahraga sebagai anggota. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 cabang olahraga dinilai memiliki potensi. Prestasi atlet Mimika yang memperkuat Papua Tengah pada PON XXI Aceh-Sumut berasal dari cabang muaythai, atletik, rugbi, taekwondo, jiu-jitsu, dan aerosport.
Kesimpulan
Apresiasi KONI Mimika terhadap PFA dan PAC menunjukkan pentingnya pembinaan olahraga yang terarah dan berkelanjutan di Papua. PFA berfokus pada pengembangan pesepak bola muda sekaligus pendidikan formal, sedangkan PAC membina talenta atletik yang berpotensi memperkuat prestasi Indonesia.
Dukungan PTFI, keberadaan MSC, serta peran KONI Mimika sebagai pusat pembinaan olahraga Papua Tengah menjadi modal penting untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ke depan, pembinaan yang telah berjalan diharapkan terus memberikan kontribusi bagi Mimika, Papua, dan Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment