PFA dan PAC Cetak Atlet Muda Papua Berprestasi di Level Nasional hingga Internasional
Pengembangan olahraga di Papua mulai menunjukkan hasil yang signifikan dalam empat tahun terakhir. Sejumlah atlet muda asal Papua berhasil tampil di panggung olahraga nasional dan internasional melalui pembinaan yang dilakukan Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC).
PFA dan PAC merupakan program pengembangan olahraga yang diinisiasi serta didukung PT Freeport Indonesia (PTFI). Keduanya mulai berjalan sejak 2022 dengan fokus menemukan, membina, dan mengembangkan potensi anak-anak Papua di bidang sepak bola dan atletik.
Empat Tahun Pembinaan PFA dan PAC
Manager Sport Management PTFI Janjai Adii menyampaikan kebanggaannya terhadap perkembangan PFA dan PAC. Meski masih tergolong muda, kedua program tersebut telah memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Papua sekaligus mengharumkan nama Indonesia.
Menurut Janjai, menjalankan program yang secara khusus mencari talenta olahraga dari tanah Papua bukanlah pekerjaan mudah. PFA dan PAC harus menemukan anak-anak yang memiliki bakat, kemampuan, serta kemauan untuk berkembang di bidang olahraga.
Untuk menjalankan program tersebut, PTFI berupaya mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang berpengalaman. PFA juga bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sedangkan pengembangan atletik dilakukan melalui kolaborasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
“Menjadi satu tantangan tersendiri bagi kami karena ini merupakan hal yang baru. Kami perlu banyak mengetahui berbagai hal dan membutuhkan masukan dari orang-orang yang berpengalaman di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan atletik,” ujar Janjai saat ditemui di Kuala Kencana, Papua Tengah, Rabu (16/9).
Strategi Menemukan Talenta Muda Papua
Salah satu tantangan utama PFA dan PAC adalah menemukan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Tidak semua potensi atlet muda dapat terlihat secara langsung. Karena itu, program pencarian bakat dirancang melalui berbagai kegiatan olahraga di daerah.
PFA dan PAC menggelar mini turnamen serta kejuaraan skala kecil untuk melihat kemampuan anak-anak yang belum banyak tereksplorasi. Dari kegiatan tersebut, pengelola dapat mengidentifikasi anak-anak Papua yang memiliki cita-cita, bakat, dan kemampuan untuk dikembangkan secara lebih serius.
Berbagai kompetisi yang diikuti para atlet binaan juga menjadi tolok ukur perkembangan program. Dalam empat tahun terakhir, atlet PFA dan PAC telah tampil dalam ajang tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Prestasi PFA dan PAC di Panggung Nasional
Tiga Siswa PFA Dipanggil Timnas U-16
Hasil pembinaan PFA mulai terlihat melalui kiprah para siswanya di tim nasional kelompok usia. Banyak pemain PFA yang telah mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai level usia.
Terbaru, PFA mengirimkan tiga siswanya untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di Solo, Jawa Tengah, pada 12 September hingga 11 Oktober 2026. Ketiga siswa tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki dari Nabire, Daniel Febrianto dari Merauke, dan Dicky Carthensz Marani dari Jayapura.
Silfanus Ndiken Masuk Skuad Asian Games
Prestasi PAC juga menunjukkan perkembangan yang positif. Sejumlah atlet binaan PAC telah meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk dalam ajang SEA Games serta kejuaraan atletik Asia Tenggara.
Atlet lempar lembing PAC, Silfanus Ndiken, menjadi salah satu contoh terbaru. Ia berhasil masuk dalam skuad atletik Indonesia yang akan tampil di Asian Games 2026.
Pembinaan Mental dan Karakter Atlet
Keberhasilan PFA dan PAC tidak hanya diukur dari perolehan prestasi di lapangan. Program tersebut juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu membentuk perilaku dan mental atlet muda Papua.
Janjai mengatakan, pembinaan yang dilakukan mencakup pengembangan kedisiplinan dan kepercayaan diri. Perubahan tersebut mulai dirasakan para orang tua ketika melihat sikap anak-anak mereka setelah mengikuti program.
Sejumlah orang tua bahkan mengaku terkejut melihat perubahan positif yang ditunjukkan anak mereka. Salah satu perubahan yang terlihat adalah kebiasaan bangun pagi dan kesediaan membantu pekerjaan rumah.
Respons positif dari masyarakat dan orang tua menjadi dorongan agar program PFA dan PAC terus berjalan. Selain mencetak atlet berprestasi, kedua program tersebut diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan generasi muda Papua.
Mimika Sport Complex Menjadi Pusat Pembinaan
Para atlet PFA dan PAC menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC), Papua Tengah. Khusus pemain PFA, tersedia asrama yang berada di dalam kompleks tersebut sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
MSC pada awalnya dibangun untuk mendukung pelaksanaan PON 2021 Papua. PTFI kemudian melihat bahwa fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mengembangkan masyarakat Papua, khususnya melalui pembinaan sepak bola dan atletik.
Janjai menilai potensi anak-anak Papua di dua cabang olahraga tersebut sangat besar. Perkembangan yang telah terlihat pada tahun keempat menjadi bukti bahwa fasilitas dan program pembinaan dapat menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, pengelolaan dan pemeliharaan MSC membutuhkan anggaran sekitar Rp12 miliar setiap tahun. Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fasilitas pembinaan olahraga di Papua.
Kesimpulan
Papua Football Academy dan Papua Athletics Center telah menunjukkan peran penting dalam mencetak atlet muda Papua. Dalam empat tahun sejak 2022, kedua program yang didukung PTFI itu berhasil mengantarkan atlet ke kompetisi nasional dan internasional.
Keberhasilan tiga siswa PFA mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 serta masuknya Silfanus Ndiken ke skuad atletik Indonesia untuk Asian Games 2026 memperlihatkan hasil konkret pembinaan tersebut. Di sisi lain, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri menjadi nilai tambahan yang dirasakan langsung oleh keluarga atlet.
Dengan dukungan program, fasilitas Mimika Sport Complex, serta kerja sama bersama PSSI dan PASI, PFA dan PAC memiliki fondasi untuk terus mengembangkan potensi olahraga Papua. Keberlanjutan pembinaan dan pengelolaan fasilitas akan menjadi bagian penting agar semakin banyak talenta muda Papua dapat berkembang dan mengharumkan nama Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment