Persija Jakarta Dijatuhi Denda Rp180 Juta dan Sanksi Dua Laga Kandang oleh Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persija Jakarta setelah ditemukan sejumlah pelanggaran dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Selain dikenai denda dengan total Rp180 juta, Persija juga dilarang menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari laga Persija kontra Persib yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (12/9). Dalam pertandingan itu, Persija berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1. Namun, di balik hasil positif tersebut, Komdis PSSI mencatat beberapa pelanggaran yang kemudian menjadi dasar pemberian hukuman.

Persija Dijatuhi Denda Rp180 Juta

Ketua panitia pelaksana (Panpel) Persija, Albinus Laurent, menjelaskan rincian sanksi yang tercantum dalam Surat Keputusan Komdis PSSI. Keputusan tersebut diterbitkan pada Kamis (17/9), dengan total denda yang harus dibayarkan Persija mencapai Rp180 juta.

Menurut Laurent, denda pertama sebesar Rp30 juta diberikan karena adanya pelemparan botol air minum ke arah tim Persib. Komdis PSSI juga menjatuhkan denda Rp60 juta akibat aksi pembakaran flare selama pertandingan berlangsung.

Selain itu, Persija dikenai denda Rp50 juta karena terdapat sejumlah orang yang tidak terakreditasi dan tidak memiliki ID card, tetapi masuk ke lapangan setelah pertandingan berakhir. Dengan demikian, tiga jenis pelanggaran tersebut menghasilkan total denda sebesar Rp140 juta.

Rincian Pelanggaran dan Denda

  • Rp30 juta karena pelemparan botol air minum ke arah tim Persib.
  • Rp60 juta akibat pembakaran flare.
  • Rp50 juta karena orang tanpa akreditasi atau ID card masuk ke lapangan.
  • Rp40 juta sebagai denda tambahan yang berkaitan dengan sanksi larangan menggelar laga kandang di wilayah tertentu.

Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, total denda yang diterima Persija mencapai Rp180 juta. Laurent menyampaikan bahwa denda tambahan sebesar Rp40 juta diberikan bersamaan dengan hukuman larangan menggelar dua pertandingan kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Persija Harus Menjalani Laga Kandang di Luar Wilayah

Sanksi larangan menggelar pertandingan kandang di tiga wilayah tersebut mulai berlaku saat Persija menghadapi Java United. Kondisi ini membuat klub berjuluk Macan Kemayoran itu harus memindahkan pertandingan kandangnya ke stadion di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Pada pekan ketiga Super League 2026/2027, Persija dijadwalkan menjamu Java United pada Sabtu (19/9) malam. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Pemindahan lokasi pertandingan menjadi konsekuensi langsung dari sanksi Komdis PSSI. Persija tidak dapat menggunakan stadion yang berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk dua laga kandang yang terkena hukuman.

Persija Siapkan Banding

Persija Jakarta memastikan akan mengajukan banding terhadap keputusan Komdis PSSI. Albinus Laurent menyebut pihak klub saat ini sedang mengumpulkan berkas memori banding sebagai bagian dari proses resmi untuk meninjau kembali sanksi tersebut.

Adapun putusan yang akan dibandingkan adalah hukuman larangan menggelar dua pertandingan kandang di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Persija juga akan mengajukan keberatan terhadap denda tambahan sebesar Rp40 juta yang diberikan bersamaan dengan sanksi pertandingan usiran.

Panpel Persija berharap proses banding dapat menghasilkan keputusan yang positif sebelum pertandingan kandang melawan Arema FC. Klub ingin sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan tersebut dibatalkan melalui proses banding yang sedang dipersiapkan.

Laurent menegaskan bahwa Persija akan mengajukan banding resmi. Menurutnya, langkah tersebut ditempuh untuk membatalkan sanksi pertandingan usiran serta denda tambahan yang dijatuhkan Komdis PSSI.

Kesimpulan

Persija Jakarta harus menerima sanksi Komdis PSSI setelah laga melawan Persib Bandung diwarnai sejumlah pelanggaran, mulai dari pelemparan botol, pembakaran flare, hingga masuknya orang tanpa akreditasi ke lapangan. Total denda yang dijatuhkan mencapai Rp180 juta, ditambah larangan menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sebagai dampak awal, Persija akan menjamu Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Di sisi lain, manajemen klub sedang menyiapkan proses banding dengan harapan sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan dapat dibatalkan sebelum laga kandang melawan Arema FC.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment