Kontak Senjata TNI dan TPNPB-OPM Terjadi di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan

Satgas Komando Operasi (Koops) TNI Habema terlibat kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Senin (21/9). Kontak senjata tersebut terjadi ketika personel TNI masuk ke kawasan hutan untuk memburu kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya.

Informasi mengenai peristiwa itu disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangogawilhan) III Letnan Jenderal Lucky Avianto. Ia mengatakan, pasukan TNI menghadapi serangan tembakan ketika menjalankan operasi di dalam hutan.

Kontak Senjata Terjadi Saat TNI Masuk Hutan

Menurut Lucky, personel TNI masuk ke kawasan hutan dalam rangka mengejar anggota TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma. Saat berada di lokasi, kelompok tersebut disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI.

“Mereka menghujani pasukan kami dengan tembakan senjata api, dan syukur Alhamdulillah, puji Tuhan pasukan kita selamat, dan berhasil memukul mundur kelompok mereka semakin jauh dari pemukiman atau pusat sosial ekonomi masyarakat,” kata Lucky dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, kelompok TPNPB-OPM disebut kerap menjadikan kawasan hutan sebagai tempat untuk melarikan diri dan bersembunyi. Hutan digunakan setelah kelompok tersebut diduga melakukan aksi teror di area pemukiman warga.

TNI Tegaskan Operasi Berlangsung Berdasarkan Hukum

Lucky menyatakan bahwa TNI bersama Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPB-OPM. Ia menilai solidaritas antara TNI dan Polri, dukungan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta dukungan masyarakat Papua menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

“Saya pastikan ini hanyalah persoalan waktu bagi kami untuk menemukan dan menangkap hidup atau mati kelompok separatis ini,” ujar Lucky.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh tindakan personel TNI tetap mengacu pada undang-undang dan peraturan yang berlaku. Menurut Lucky, aturan pelibatan atau rules of engagement (ROE) senantiasa dikedepankan agar setiap tindakan aparat berjalan secara profesional serta tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

Imbauan kepada Anggota TPNPB-OPM

Lucky juga mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM untuk segera meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Ia mengajak mereka kembali bergabung dengan masyarakat serta ikut membangun Papua.

Di sisi lain, Lucky memastikan Satgas TNI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menghadapi situasi yang mendesak. Penegasan itu disampaikan dalam konteks operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata di wilayah Papua Pegunungan.

Sejumlah Penyerangan Warga Dilaporkan Terjadi

Kontak senjata di Kabupaten Nduga tersebut terjadi di tengah beberapa laporan penyerangan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan anggota OPM di Papua. Peristiwa-peristiwa itu menjadi perhatian karena menyasar masyarakat dan pekerja yang berada di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.

Pada Rabu (9/9), tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak di Muliama, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi di wilayah itu.

Selanjutnya, pada Selasa (15/9), anggota OPM dilaporkan membakar seorang sopir bersama mobilnya di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan. Kejadian tersebut disebut sebagai salah satu aksi yang terjadi sebelum kontak senjata antara Satgas Koops TNI Habema dan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma.

Kesimpulan

Kontak senjata antara Satgas Koops TNI Habema dan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma berlangsung di kawasan hutan Kabupaten Nduga saat TNI melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Egianus Kogoya. TNI menyatakan pasukannya selamat dan berhasil memukul mundur kelompok tersebut menjauh dari kawasan pemukiman serta pusat kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Ke depan, TNI menegaskan akan melanjutkan upaya pengejaran dengan tetap mengedepankan aturan hukum, profesionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pada saat yang sama, anggota TPNPB-OPM kembali diminta meletakkan senjata dan menyerahkan diri agar situasi keamanan di Papua Pegunungan dapat terjaga.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment