Wamendagri Ribka Haluk Berduka atas Tewasnya Tiga ASN di Papua Pegunungan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Ribka memimpin Apel Kesadaran ASN di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (21/9).

Dalam amanatnya, Ribka menegaskan bahwa insiden penembakan terhadap tiga ASN tersebut menjadi duka bagi banyak pihak. Ia juga mengajak seluruh ASN di NTT untuk menjaga persatuan dan kesatuan, terutama karena hubungan antara masyarakat NTT dan Papua telah terjalin sejak lama.

Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita

Ribka mengatakan, pengabdian warga NTT di Papua telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Selama ini, banyak warga NTT yang memilih mengabdi di Papua, termasuk dengan bekerja sebagai guru dan menjalankan tugas pelayanan lainnya.

Menurut Ribka, kontribusi tersebut mendapat penghargaan dari masyarakat Papua. Ia menyebut pengabdian warga NTT di Tanah Papua masih dikenang dan dihargai oleh masyarakat setempat.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan,” ujar Ribka dalam amanatnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN di NTT untuk terus merawat hubungan baik yang telah terbentuk antara masyarakat NTT dan Papua. Ribka menilai persatuan dan kesatuan perlu dijaga bersama, terlebih setelah terjadinya insiden yang menewaskan tiga ASN Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Apresiasi terhadap Capaian Ekonomi NTT

Selain menyampaikan belasungkawa, Ribka juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang mencapai 5,01 persen. Capaian tersebut diraih di tengah tantangan geografis dan topografis yang dihadapi daerah itu.

Ribka turut menyoroti upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam menekan laju inflasi. Menurutnya, berbagai capaian tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah untuk menjaga kondisi ekonomi sekaligus menghadapi tantangan pembangunan di NTT.

Gubernur NTT Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan

Pesan untuk menjaga persatuan juga disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menyambut kehadiran Wamendagri Ribka Haluk dan menilai penegasan mengenai pentingnya kebersamaan serta persatuan harus terus disampaikan kepada masyarakat.

Melkiades mengakui bahwa seluruh pihak berduka atas kejadian yang berlangsung di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Namun, ia berharap insiden tersebut tidak mengganggu hubungan antara masyarakat NTT dan Papua yang telah memiliki kedekatan emosional sejak lama.

“Kita harus menjaga keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah karena sudah memiliki hubungan kedekatan emosional sejak lama,” kata Melkiades.

Perlindungan bagi Warga NTT di Papua

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT juga menitipkan keberadaan masyarakat NTT yang saat ini berada di Tanah Papua kepada Wamendagri, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota di Papua.

Ia menegaskan bahwa persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, setiap perkembangan situasi di daerah mana pun perlu disikapi dengan tenang, mengedepankan kebersamaan, serta menghormati kehidupan masyarakat.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Sebelumnya, tiga ASN Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak KKB pada Rabu (9/9). Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyebut penyerangan terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.

Ketiga korban tersebut adalah Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; serta Willi Mbuik, calon pegawai negeri sipil (PNS).

Yusuf menjelaskan, saat kejadian, rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama. Mereka hendak meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Di tengah perjalanan, rombongan tersebut diserang. Willi, yang berusia 24 tahun, mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan. Ia sempat mendapatkan penanganan medis, tetapi kemudian meninggal dunia di RSUD Wamena.

Aprida, 49 tahun, mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Ia juga meninggal dunia di tempat kejadian.

Menjaga Persatuan setelah Insiden

Duka cita yang disampaikan Wamendagri dan ajakan Gubernur NTT menegaskan pentingnya menjaga hubungan masyarakat NTT dan Papua. Ke depan, ketenangan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap kehidupan masyarakat diharapkan tetap menjadi dasar dalam menyikapi situasi setelah insiden tersebut.

Persatuan kedua daerah tidak hanya perlu dijaga melalui pernyataan pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat. Hubungan historis dan kedekatan emosional yang telah terbangun menjadi modal penting untuk mempertahankan keharmonisan antara warga NTT dan Papua.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment