LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan, Progres Fisik Capai 98,20 Persen
JAKARTA – Pembangunan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai telah memasuki tahap akhir dan dinyatakan siap untuk diresmikan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bagian utama proyek, termasuk rel dan jalur layang, telah rampung sepenuhnya.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Pramono meninjau langsung kesiapan proyek bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Protokol Istana pada Senin (24/8). Peninjauan itu dilakukan sebagai bagian dari pengecekan akhir sebelum LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan mulai melayani masyarakat secara penuh.
Pembangunan Rel dan Jalur Layang Telah Rampung
Dalam peninjauan di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Pramono mengatakan pembangunan fisik utama LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai telah selesai. Rel dan jalur layang yang menjadi bagian penting dari proyek tersebut telah mencapai penyelesaian 100 persen.
“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen,” ujar Pramono.
Meski demikian, masih terdapat satu tahapan penting yang harus diselesaikan sebelum layanan tersebut beroperasi penuh, yakni proses pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Uji Kelayakan Menjadi Tahap Akhir Sebelum Operasional
Pramono menjelaskan, pengujian yang dilakukan Kemenhub merupakan bagian dari prosedur akhir untuk memastikan kesiapan LRT sebelum digunakan masyarakat. Hingga saat ini, progres fisik proyek LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 98,20 persen.
“Sekarang tahapan terakhir adalah pengujian yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan 26 Agustus 2026 sebagai jadwal peresmian. Namun, waktu pelaksanaan tetap akan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.
Setelah diresmikan, LRT Jakarta direncanakan beroperasi penuh setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Rute baru ini akan memperpanjang lintasan LRT Jakarta menjadi 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun.
Waktu Tempuh Kelapa Gading-Manggarai Sekitar 28 Menit
Dengan beroperasinya rute Velodrome-Manggarai, perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp12,1 triliun.
Pramono memperkirakan jumlah penumpang pada tahap awal pengoperasian berada di kisaran 60.000 hingga 80.000 orang per hari. Menurutnya, tersambungnya jalur dari Kelapa Gading hingga Manggarai akan memperkuat posisi LRT sebagai salah satu tulang punggung transportasi publik di Jakarta.
Ia menilai, peningkatan jumlah penumpang akan semakin terlihat setelah seluruh rute tersebut tersambung dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Tarif LRT Ditetapkan Rp5.000 Selama Masa Transisi
Untuk mendukung masa transisi setelah pengoperasian, tarif LRT Jakarta ditetapkan secara flat sebesar Rp5.000 hingga Oktober 2026. Tarif resmi selanjutnya masih akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kemungkinan penerapan skema tarif khusus selama masa peresmian. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung masyarakat yang ingin mencoba layanan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai.
Selain tarif, Pemprov DKI turut memperhatikan aspek aksesibilitas. Dalam rangkaian uji coba, sebanyak 15 kelompok masyarakat telah dilibatkan dan memperoleh layanan gratis. Fasilitas naik dan turun kereta juga disiapkan agar lebih mudah digunakan oleh penyandang disabilitas.
Stasiun Manggarai Disiapkan sebagai Simpul Integrasi
Stasiun LRT Manggarai akan dikembangkan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi. Layanan LRT nantinya terhubung dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan proses penyambungan langsung antara LRT dan kawasan Stasiun Manggarai masih berlangsung. Proses tersebut juga mencakup penyelesaian aspek legal terkait lahan milik PT KAI.
Integrasi langsung tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada September 2026. Iwan menyebut integrasi tiga moda telah terjalin, sementara akses langsung dari kawasan Manggarai menuju stasiun LRT masih diproses bersama PT KAI.
Integrasi Diproyeksikan Mendorong Jumlah Penumpang
Kementerian Perhubungan mendorong penguatan integrasi antarmoda hingga kawasan penyangga Jakarta. Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Jumardi, menilai integrasi yang baik dapat meningkatkan permintaan terhadap layanan LRT.
Menurut Jumardi, keterhubungan Stasiun LRT Manggarai dengan stasiun KRL dan kereta api jarak jauh akan mendorong pertumbuhan pengguna. Penguatan layanan first mile dan last mile juga dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Dalam jangka panjang, mobilitas di kawasan Manggarai diperkirakan berpotensi mencapai 1,8 juta penumpang per hari apabila integrasi antarmoda dilakukan secara optimal.
Kesimpulan
LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai kini berada di tahap akhir pembangunan dengan progres fisik 98,20 persen. Rel dan jalur layang telah rampung, sedangkan proses pengujian oleh Kementerian Perhubungan menjadi tahapan terakhir sebelum layanan beroperasi penuh.
Dengan rencana peresmian pada 26 Agustus 2026, tarif transisi Rp5.000, serta integrasi dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara, rute ini diharapkan memperkuat jaringan transportasi publik Jakarta. Penyelesaian akses langsung menuju Stasiun Manggarai pada September 2026 juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemudahan perpindahan penumpang dan mendorong penggunaan transportasi umum.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment