Papan Teguran untuk Camper Indonesia Viral di Tateyama Jepang, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi

Sebuah papan teguran yang ditujukan kepada pengunjung asal Indonesia ditemukan di kawasan Murodo Station, salah satu area dalam rute wisata Tateyama Kurobe Alpine Route, Jepang. Keberadaan papan tersebut diketahui setelah videonya beredar di Instagram dan menarik perhatian publik.

Video itu diunggah oleh akun Instagram Adriansyahyasin. Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut papan informasi tersebut ditemukan cukup jauh dari Murodo Station. Isi papan secara khusus memuat sejumlah imbauan bagi pengunjung atau campers asal Indonesia yang berkemah di kawasan pegunungan.

Papan Berisi Etika Berkemah di Pegunungan

Pesan utama dalam papan tersebut adalah pengingat bahwa berkemah di gunung memiliki aturan dan kondisi yang berbeda dari berkemah di pantai. Para pengunjung diminta memahami karakter kawasan pegunungan serta menjaga perilaku selama berada di lokasi.

Beberapa imbauan yang tercantum antara lain tidak meninggalkan makanan, memisahkan sampah, memasak dalam waktu singkat, dan menggunakan perlengkapan makan yang dapat dipakai kembali. Aturan tersebut ditujukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi potensi masalah akibat sisa makanan dan sampah.

Papan itu juga mengatur waktu istirahat para camper. Pengunjung diimbau sudah tidur pada pukul 21.00 serta menjaga percakapan tetap tenang. Aktivitas yang menimbulkan suara bising, seperti menari dan bernyanyi hingga lewat tengah malam, turut disebut sebagai perilaku yang perlu dihindari.

Perilaku yang Disebut Menjadi Masalah

Bagian lain pada papan diberi tanda silang untuk menunjukkan sejumlah perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan etika berkemah. Di antaranya adalah meninggalkan banyak sisa makanan, memakai peralatan makan sekali pakai, melakukan barbeku selama lebih dari dua jam, serta mencampur sampah dengan sisa makanan.

Pengunjung juga diingatkan agar tidak membuang sampah di jalur pegunungan. Selain menjaga kenyamanan wisatawan lain, kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk mempertahankan kebersihan kawasan wisata alam.

Camper Diminta Membawa Perlengkapan Memadai

Selain mengatur perilaku, papan tersebut mengingatkan camper agar mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi pegunungan. Beberapa peralatan yang disebutkan meliputi peta, lampu kepala, jas hujan, dan perlengkapan untuk menghadapi cuaca dingin.

Imbauan ini menunjukkan bahwa kegiatan berkemah di kawasan pegunungan memerlukan persiapan yang lebih matang. Pengunjung tidak hanya diharapkan menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan dirinya memiliki perlengkapan yang memadai selama berada di area tersebut.

Pemilik akun Instagram yang mengunggah video itu kemudian mengajak wisatawan Indonesia untuk menjaga sikap ketika memperoleh kesempatan bepergian ke luar negeri. Ia juga mengingatkan agar pengunjung selalu mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata.

Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Jepang Meningkat

Papan tersebut menyebut jumlah camper Indonesia di kawasan Tateyama meningkat tajam sejak 2024. Namun, informasi itu belum dapat dipastikan sebagai data resmi mengenai jumlah camper Indonesia di Tateyama.

Secara umum, data Japan National Tourism Organization atau JNTO menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang pada 2024. JNTO mencatat sebanyak 517.600 kunjungan wisatawan Indonesia pada tahun tersebut. Angka itu meningkat 20,5 persen dibandingkan 2023 yang mencatat 429.382 kunjungan.

Meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia menjadi salah satu konteks yang muncul bersamaan dengan viralnya papan teguran tersebut. Meski demikian, isi papan tetap perlu dipahami sebagai informasi dan imbauan mengenai perilaku pengunjung di kawasan Tateyama.

Sisa Makanan Berkaitan dengan Keberadaan Beruang

Imbauan untuk tidak meninggalkan sisa makanan juga berkaitan dengan keberadaan beruang di kawasan Tateyama. Pemerintah Tateyama Town pada Juni 2026 mengingatkan wisatawan bahwa penampakan beruang cukup sering terjadi di wilayah tersebut.

Wisatawan diminta membawa pulang sampah yang berpotensi menjadi sumber makanan bagi beruang. Mereka juga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan wisata.

Peringatan tersebut bukan sekadar imbauan biasa. Pada Mei 2026, Tateyama Town melaporkan adanya wisatawan yang terluka akibat beruang di jalur menuju Air Terjun Shomyo. Setelah kejadian itu, pemerintah setempat memperkuat langkah pencegahan di kawasan wisata tersebut.

Kesimpulan

Papan teguran untuk camper Indonesia di Murodo Station, Tateyama Kurobe Alpine Route, menjadi pengingat penting mengenai etika berwisata di kawasan pegunungan. Pengunjung diminta menjaga kebersihan, membatasi kebisingan, menggunakan perlengkapan yang sesuai, serta tidak meninggalkan sisa makanan.

Ke depan, meningkatnya kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang perlu diikuti dengan kesadaran untuk memahami dan mematuhi aturan lokal. Sikap tertib dan bertanggung jawab tidak hanya menjaga citra wisatawan Indonesia, tetapi juga membantu melindungi lingkungan serta mengurangi risiko pertemuan dengan satwa liar di kawasan Tateyama.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment