PDIP Berpotensi Kembali Usung Tri Rismaharini di Pilgub Jawa Timur 2029
PDI Perjuangan membuka peluang untuk kembali mengusung Tri Rismaharini sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Risma dinilai sebagai salah satu kader potensial yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan politik.
Peluang tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam forum konsolidasi internal DPD PDIP Jawa Timur di Vasa Hotel Surabaya, Minggu malam. Meski belum ada keputusan resmi mengenai kandidat yang akan diusung, Hasto menegaskan bahwa partai terus melakukan proses pengkaderan terhadap tokoh-tokoh yang dinilai mampu menjawab harapan masyarakat.
Risma Dinilai sebagai Kader Potensial PDIP
Hasto mengatakan PDIP memberikan ruang bagi kader yang memiliki potensi kepemimpinan, termasuk kalangan anak muda. Menurut dia, proses pengkaderan atau grooming dilakukan secara berkelanjutan untuk menyiapkan sosok-sosok yang dapat membawa semangat perjuangan partai.
“Kami terus melakukan pengkaderan. Mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan mampu menjawab harapan rakyat pasti diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk anak-anak muda,” kata Hasto.
Ia menambahkan, kader yang dipersiapkan untuk menempati posisi kepemimpinan harus memiliki jiwa dan semangat perjuangan seperti Bung Karno, Bung Hatta, serta para tokoh bangsa lainnya. Dengan demikian, proses pencalonan tidak hanya didasarkan pada popularitas, tetapi juga pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat.
Pengalaman Risma di Pemerintahan
Hasto menyebut Tri Rismaharini sebagai salah satu contoh kader yang dibina PDIP dari latar belakang Aparatur Sipil Negara atau ASN. Risma kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis setelah melalui proses pembinaan di internal partai.
Risma tercatat pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Menteri Sosial. Saat ini, Risma disebut menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Penanggulangan Bencana.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Risma dipandang sebagai sosok yang memiliki kapasitas untuk kembali mengikuti kontestasi politik di Jawa Timur. Sebelumnya, PDIP telah mengusung Risma dalam Pilgub Jawa Timur 2024. Saat itu, Risma berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Namun, pasangan Risma-Gus Hans belum berhasil memenangkan pemilihan. Mereka kalah dari pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Kendati demikian, kekalahan tersebut tidak menutup kemungkinan bagi Risma untuk kembali dipertimbangkan dalam Pilkada Jawa Timur 2029.
PDIP Siapkan Sejumlah Kandidat untuk Pilgub Jatim
Selain Risma, Hasto menyebut PDIP memiliki sejumlah kader lain yang berpotensi maju dalam Pilgub Jawa Timur. Kandidat-kandidat tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk kepala daerah dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.
Menurut Hasto, PDIP memiliki 12 kepala daerah di Jawa Timur. Partai tersebut juga mempunyai sekitar 19 anggota DPR RI dari Jawa Timur. Keberadaan kader-kader tersebut dinilai menjadi modal penting bagi partai dalam menyiapkan calon pemimpin untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
PDIP juga terus menjalankan pendidikan politik dan proses rekrutmen secara terbuka. Hasto menilai, pengalaman keberhasilan para kepala daerah dan anggota legislatif dari PDIP di Jawa Timur dapat menjadi bekal dalam menghadapi Pemilu 2029, termasuk pemilihan gubernur, pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilihan presiden.
Ia menyebut soliditas mesin partai serta berbagai kisah keberhasilan kader menjadi modal utama untuk meningkatkan daya saing PDIP dalam kontestasi elektoral. Partai juga terus membangun optimisme seiring dengan klaim adanya tren elektoral yang konsisten mengalami kenaikan.
PDIP Jatim Targetkan Kursi Gubernur pada 2029
Dalam forum konsolidasi yang sama, DPD PDIP Jawa Timur menyatakan target untuk merebut posisi Gubernur Jawa Timur pada 2029. Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah menyampaikan target tersebut di hadapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan para kader partai.
Said menegaskan bahwa orientasi politik PDIP Jawa Timur tidak lagi hanya berkaitan dengan dominasi di parlemen. Menurut dia, partai juga harus mampu merebut posisi eksekutif tertinggi di tingkat provinsi.
“Kami berkomitmen, baik DPD, DPC, maupun fraksi, bahwa sudah waktunya PDI Perjuangan Jawa Timur memiliki Gubernur Jawa Timur,” ujar Said di hadapan ribuan kader.
Ia juga menyerukan konsolidasi untuk mengembalikan PDIP sebagai kekuatan politik nomor satu di Jawa Timur. Target tersebut menjadi bagian dari peta jalan pemenangan partai menuju Pemilu 2029, dengan mengacu pada evaluasi terhadap hasil Pemilu 2024.
Penekanan pada Politik yang Berpihak kepada Rakyat
Meski menetapkan target elektoral, Hasto mengatakan perolehan kursi bukanlah satu-satunya hal yang menjadi perhatian partai. Ia menyampaikan bahwa Megawati menekankan pentingnya kader PDIP menampilkan wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat kecil.
Dengan demikian, peluang Tri Rismaharini untuk kembali diusung pada Pilgub Jawa Timur 2029 masih terbuka, tetapi keputusan final tetap bergantung pada proses pengkaderan, dinamika politik, serta keputusan resmi partai. PDIP juga masih memiliki sejumlah nama lain yang dinilai potensial untuk dipertimbangkan.
Di sisi lain, target DPD PDIP Jawa Timur untuk merebut kursi gubernur menunjukkan bahwa partai mulai menyiapkan strategi lebih awal. Konsolidasi internal, pendidikan politik, dan penguatan kader akan menjadi bagian penting dari persiapan PDIP menghadapi kontestasi politik 2029.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment