Peta Persaingan Kelas Terbang UFC dan Jalan Bilal Hasan Menuju Perebutan Gelar

Bilal Hasan sukses mengawali kiprahnya di UFC dengan kemenangan. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi petarung asal Indonesia itu untuk membangun karier di kelas terbang UFC yang saat ini memiliki persaingan ketat. Namun, kemenangan dalam debut belum cukup untuk langsung mengantarkan Bilal Hasan ke pertarungan perebutan gelar.

Bilal masih harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari meningkatkan konsistensi penampilan, mencatat kemenangan atas lawan-lawan tangguh, hingga menembus peringkat 15 besar UFC. Perjalanan tersebut dapat menjadi jalur panjang, tetapi peluang untuk mendapatkan kesempatan lebih cepat tetap terbuka apabila Bilal mampu menunjukkan performa yang meyakinkan.

Joshua Van Menguasai Sabuk Kelas Terbang UFC

Sabuk juara kelas terbang UFC saat ini berada di tangan Joshua Van. Petarung asal Myanmar tersebut merebut gelar setelah mengalahkan Alexander Pantoja pada Desember 2025.

Setelah berhasil menjadi juara, Joshua Van telah satu kali mempertahankan sabuknya. Ia meraih kemenangan melalui technical knockout (TKO) atas Tatsuro Taira dalam pertarungan yang berlangsung pada Mei lalu.

Posisi Joshua Van di puncak kelas terbang menjadi gambaran mengenai ketatnya persaingan di divisi tersebut. Para petarung yang ingin mendapatkan kesempatan menantang juara harus lebih dulu membangun rekam jejak kuat dan menunjukkan konsistensi dalam setiap pertarungan.

Jalur Cepat Joshua Van Bisa Menjadi Acuan

Perjalanan Joshua Van dapat menjadi referensi bagi Bilal Hasan. Petarung kelahiran 2001 itu memulai debut di UFC pada 2023. Hanya dalam waktu sekitar dua tahun, Joshua Van sudah mendapatkan kesempatan tampil dalam pertarungan perebutan gelar.

Meski demikian, pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Joshua Van menjalani sembilan pertarungan sepanjang periode 2023 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, ia membukukan delapan kemenangan dan hanya mengalami satu kekalahan.

Catatan tersebut menunjukkan pentingnya frekuensi bertanding dalam upaya mempercepat kenaikan karier di UFC. Joshua Van bahkan bertarung empat kali dalam satu tahun pada 2024 dan kembali mencatat frekuensi yang sama pada 2025.

Bilal Hasan Perlu Menjaga Konsistensi

Jika ingin mengikuti jalur yang ditempuh Joshua Van, Bilal Hasan perlu rutin tampil di oktagon. Kemenangan pada debut UFC merupakan awal yang positif, tetapi ia harus melanjutkannya dengan penampilan konsisten dalam pertarungan-pertarungan berikutnya.

Selain jumlah pertandingan, kualitas kemenangan juga akan memengaruhi perkembangan karier Bilal. Semakin meyakinkan hasil yang diraih, semakin besar peluang namanya mendapat perhatian dalam persaingan kelas terbang.

Bilal Hasan juga telah memperoleh bonus performance of the night pada UFC Fight Night terakhir. Penghargaan tersebut dapat menjadi faktor pendukung bagi peningkatan popularitasnya sekaligus memperkuat posisi Bilal dalam peta persaingan kelas terbang UFC.

Tantangan Bilal Hasan Menuju Peringkat 15 Besar

Sebelum membidik pertarungan perebutan gelar, Bilal Hasan harus terlebih dahulu menapaki peringkat UFC. Target terdekatnya adalah masuk ke jajaran 15 besar kelas terbang, kemudian terus memperbaiki posisi dengan menghadapi petarung-petarung papan atas.

Sejumlah nama yang dapat menjadi rintangan Bilal dalam perjalanan tersebut antara lain Charles Johnson, Kevin Borjas, Brandon Moreno, Ramazan Temirov, dan Brandon Royval. Menghadapi lawan-lawan dengan reputasi tersebut akan menjadi ujian penting bagi kemampuan serta kesiapan Bilal Hasan.

Setiap kemenangan atas petarung yang berada di level lebih tinggi berpotensi membantu Bilal mempercepat kenaikan peringkat. Karena itu, ia tidak hanya dituntut untuk menang, tetapi juga harus tampil mengesankan agar memiliki daya tawar lebih besar dalam persaingan menuju gelar.

Kesimpulan

Persaingan kelas terbang UFC saat ini dipimpin oleh Joshua Van, yang berhasil merebut sabuk dari Alexander Pantoja dan kemudian mempertahankannya melalui kemenangan atas Tatsuro Taira. Perjalanan Joshua Van memperlihatkan bahwa jalur menuju gelar dapat berlangsung cepat, tetapi membutuhkan frekuensi bertanding tinggi serta catatan kemenangan yang kuat.

Bilal Hasan memiliki peluang untuk mengikuti jalur tersebut setelah mengawali debut UFC dengan kemenangan dan meraih bonus performance of the night. Namun, ia masih harus membuktikan konsistensi, menembus peringkat 15 besar, dan melewati sejumlah petarung tangguh di kelas terbang. Jika mampu mempertahankan performa dan rutin bertanding, peluang Bilal untuk mendekati duel perebutan gelar dalam dua hingga tiga tahun ke depan tetap terbuka.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment