Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS, Berpeluang Lanjut Naik
Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Kamis (20/8) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.795 per dolar AS, naik 45 poin atau 0,25 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang regional tercatat menguat, sementara mata uang lainnya masih mengalami tekanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar valuta asing di kawasan berlangsung beragam pada perdagangan pagi tersebut.
Rupiah Menguat 45 Poin
Rupiah dibuka dengan penguatan ke level Rp17.795 per dolar AS. Kenaikan sebesar 45 poin atau 0,25 persen menjadi perhatian dalam perdagangan valuta asing domestik. Penguatan ini membawa rupiah bergerak positif dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan tajam dolar AS. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari yang sama.
Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang tercatat menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,14 persen, sedangkan peso Filipina menguat 0,32 persen. Ringgit Malaysia mencatat apresiasi sebesar 0,52 persen dan menjadi salah satu mata uang Asia dengan penguatan terbesar dalam daftar tersebut.
Selain itu, dolar Singapura juga bergerak positif dengan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen. Penguatan mata uang-mata uang tersebut berlangsung bersamaan dengan penguatan rupiah pada perdagangan Kamis pagi.
Sejumlah Mata Uang Asia Melemah
Namun, tidak seluruh mata uang Asia berhasil menguat. Yen Jepang tercatat turun 0,21 persen. Won Korea Selatan juga terdepresiasi sebesar 0,37 persen, sementara dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01 persen.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menandakan bahwa mata uang Asia merespons kondisi pasar secara beragam. Pada saat rupiah, yuan, peso, ringgit, dan dolar Singapura menguat, yen, won, serta dolar Hong Kong justru bergerak melemah terhadap dolar AS.
Pergerakan Mata Uang Negara Maju
Pergerakan yang bervariasi juga terlihat pada kelompok mata uang negara maju. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, sedangkan dolar Kanada naik 0,05 persen.
Di sisi lain, euro Eropa melemah 0,01 persen. Dolar Australia terkoreksi 0,10 persen dan franc Swiss turun 0,23 persen. Data tersebut memperlihatkan bahwa penguatan dolar AS maupun tekanan terhadap mata uang tertentu tidak terjadi secara seragam di seluruh pasar global.
Rupiah Berpotensi Melanjutkan Penguatan
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring dengan pelemahan dolar AS. Menurutnya, pergerakan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi arah rupiah dalam perdagangan tersebut.
“Rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback guna mendukung likuiditas obligasi jangka panjang,” kata Lukman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/8).
Pernyataan tersebut menghubungkan potensi penguatan rupiah dengan pelemahan dolar AS setelah adanya pengumuman dari Departemen Keuangan AS mengenai rencana penggandaan operasi buyback. Kebijakan itu ditujukan untuk mendukung likuiditas obligasi jangka panjang.
Prediksi Rentang Perdagangan Rupiah
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS dalam perdagangan Kamis (20/8). Proyeksi tersebut menunjukkan adanya ruang pergerakan rupiah baik ke arah penguatan maupun pelemahan dari posisi pembukaan di level Rp17.795 per dolar AS.
Kesimpulan
Rupiah menguat 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.795 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Penguatan tersebut berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia dan negara maju yang bervariasi. Sejumlah mata uang menguat, tetapi sebagian lainnya masih melemah terhadap dolar AS.
Ke depan, rupiah dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan apabila pelemahan dolar AS terus berlanjut. Berdasarkan proyeksi Lukman Leong, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment