Rupiah Menguat ke Rp17.838 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan RDG BI
JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Rabu (23/9) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.838 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 46 poin atau setara 0,26 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan mata uang global menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore.
Rupiah Menguat di Tengah Pergerakan Mata Uang Asia
Pada perdagangan pagi tersebut, sejumlah mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina naik 0,16 persen, sedangkan ringgit Malaysia terapresiasi 0,14 persen. Won Korea Selatan juga mencatat penguatan sebesar 0,07 persen.
Namun, tidak seluruh mata uang kawasan bergerak positif. Yuan China melemah 0,03 persen terhadap dolar AS. Dolar Singapura turun 0,04 persen, sementara yen Jepang terkoreksi 0,15 persen. Di sisi lain, dolar Hong Kong tercatat bergerak datar.
Pergerakan yang beragam tersebut menunjukkan adanya dinamika berbeda di pasar valuta asing Asia. Dalam kondisi itu, rupiah mampu mencatat penguatan pada awal perdagangan dengan berada di level Rp17.838 per dolar AS.
Mata Uang Negara Maju Kompak Melemah
Sementara itu, seluruh mata uang negara maju yang tercantum dalam perdagangan pagi tersebut mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Euro turun 0,10 persen, sedangkan poundsterling Inggris melemah 0,15 persen.
Dolar Australia juga terkoreksi sebesar 0,13 persen. Selanjutnya, dolar Kanada turun 0,09 persen dan franc Swiss melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang utama dunia tersebut menjadi salah satu bagian dari dinamika pasar valuta asing pada perdagangan Rabu pagi. Di tengah kondisi tersebut, perhatian pasar domestik turut tertuju pada agenda RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari.
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Konsolidasi
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan bergerak konsolidasi terhadap dolar AS menjelang keputusan RDG BI. Menurut dia, pelaku pasar masih menantikan arah kebijakan yang akan disampaikan setelah rapat tersebut.
“Rupiah diperkirakan masih berkonsolidasi terhadap dolar AS menjelang RDG BI sore ini. Namun, rupiah juga berpeluang menguat oleh intervensi yang telah diantisipasi beberapa hari terakhir,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berlangsung dalam ruang yang terbatas. Selain sentimen menjelang RDG BI, peluang penguatan juga dikaitkan dengan intervensi yang telah diantisipasi dalam beberapa hari terakhir.
Rentang Pergerakan Rupiah
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan Rabu (23/9). Dengan demikian, arah pergerakan rupiah masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan pasar dan sentimen menjelang keputusan RDG BI pada sore hari.
Rentang tersebut juga memperlihatkan bahwa rupiah diperkirakan tetap menghadapi dinamika selama perdagangan berlangsung. Posisi rupiah di level Rp17.838 per dolar AS pada pagi hari berada di dalam kisaran proyeksi yang disampaikan oleh Lukman.
Kesimpulan
Rupiah menguat 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp17.838 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi. Penguatan ini terjadi ketika mata uang Asia bergerak bervariasi dan seluruh mata uang negara maju yang tercantum mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diperkirakan masih bergerak konsolidasi menjelang keputusan RDG BI pada Rabu sore. Meski demikian, rupiah tetap memiliki peluang menguat seiring intervensi yang telah diantisipasi beberapa hari terakhir. Berdasarkan proyeksi Lukman Leong, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment