Stadion Taman Sari Jakarta Barat Punya Vibes Brasil dan Jadi Spot Foto Warga

Stadion Taman Sari di Jakarta Barat menjadi salah satu ruang terbuka yang memiliki daya tarik berbeda. Selain digunakan sebagai tempat berolahraga, stadion yang berada di tengah kawasan permukiman ini juga mulai ramai dikunjungi warga untuk berfoto. Karakter visualnya yang unik membuat Stadion Taman Sari kerap disebut memiliki “vibes Brasil”.

Lapangan sepak bola di stadion tersebut dikelilingi deretan bangunan tua yang berdiri rapat di belakang sisi lapangan. Perpaduan antara hamparan rumput hijau, bangunan bertingkat, serta suasana kawasan padat menciptakan pemandangan yang tidak banyak ditemukan di lapangan olahraga lainnya di Jakarta.

Stadion Taman Sari Dikelilingi Bangunan Tua

Stadion Taman Sari berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Dari sisi lapangan, pengunjung dapat melihat bangunan-bangunan lama yang memiliki warna dan tekstur beragam. Sebagian dinding tampak menghitam, sedangkan lapisan cat di beberapa bagian mulai terkelupas karena faktor usia.

Bangunan di sekitar stadion disebut-sebut semula memiliki warna hijau dan kuning. Warna tersebut turut memperkuat kesan visual yang mengingatkan masyarakat pada suasana lapangan sepak bola di Brasil.

Keberadaan bangunan tua itu justru menjadi bagian dari daya tarik Stadion Taman Sari. Sejumlah pengunjung bahkan meminta agar tampilannya tidak dicat ulang. Mereka menilai kondisi bangunan yang terlihat alami menjadi elemen penting yang membuat stadion tersebut memiliki karakter tersendiri.

Memiliki Sejarah Panjang Sejak Era 1970-an

Di balik daya tarik visualnya, Stadion Taman Sari menyimpan sejarah yang cukup panjang. Melansir Detik, petugas stadion menyebut lahan tersebut pada awalnya merupakan rawa dan tanah kosong.

Lahan itu kemudian dihibahkan oleh sebuah perkumpulan Tionghoa untuk dimanfaatkan sebagai tempat olahraga. Area olahraga di kawasan tersebut mulai terbentuk pada era 1970-an, sedangkan lapangan sepak bolanya disebut telah digunakan sekitar 1981.

Pernah Menjadi Lokasi Syuting dan Markas Klub

Ketika digunakan sebagai lokasi syuting mendiang pelawak Dono Warkop pada 1982, kondisi lapangan Stadion Taman Sari masih tergolong baru. Stadion ini juga pernah menjadi markas Persijabarat dan Tunas Jaya sebelum kedua klub tersebut berpindah ke Stadion Cenderawasih.

Riwayat tersebut membuat Stadion Taman Sari tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi kawasan di sekitarnya.

Dimanfaatkan sebagai Lokasi Berfoto

Suasana yang berbeda dari lapangan sepak bola pada umumnya membuat Stadion Taman Sari mulai menarik perhatian anak muda dan mahasiswa. Mereka datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk mengabadikan momen melalui foto.

Petugas stadion menyebut pernah ada rombongan anak muda dari Depok yang datang secara khusus untuk melakukan pemotretan. Bagi pengunjung yang ingin mengambil foto pribadi menggunakan ponsel, tidak dikenakan biaya khusus.

Keunikan stadion ini terletak pada perpaduan antara lapangan hijau dan deretan bangunan tua yang berdiri rapat di kawasan permukiman. Pemandangan tersebut memberikan nuansa khas yang membuat Stadion Taman Sari berbeda dari ruang olahraga lain di Jakarta.

Rencana Penambahan Penerangan Masih Dikaji

Melihat potensi Stadion Taman Sari, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan akan meninjau kondisi stadion tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah kemungkinan penambahan penerangan agar aktivitas olahraga dapat berlangsung hingga malam hari.

Sebelumnya, pengelola Stadion Taman Sari memang tengah mengkaji usulan penambahan jam operasional berdasarkan masukan masyarakat. Hingga 19 September 2026, sekitar 180 warga telah mengisi kuesioner mengenai kebutuhan tersebut.

Apabila stadion nantinya dibuka hingga malam, sejumlah fasilitas pendukung perlu disiapkan. Fasilitas itu mencakup penerangan, keamanan, kamera pengawas atau CCTV, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan operasional malam hari.

Rano mengatakan pemasangan penerangan membutuhkan biaya besar. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih perlu mengkaji kebutuhan dan kondisi stadion secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap biaya penggunaan lapangan.

“Lapangan dengan penerangan malam itu biayanya besar. Artinya kembali lagi kepada beban nanti yang menggunakan lapangan itu. Sementara di Jakarta ini lapangan kita boleh dikatakan gratis. Tapi kalau memang diperlukan lapangan itu untuk penerangan, nanti coba kita lihat,” kata Rano Karno, mengutip Detik pada Selasa (22/9).

Kesimpulan

Stadion Taman Sari Jakarta Barat memiliki keunikan yang lahir dari perpaduan fungsi olahraga, sejarah panjang, dan karakter visual kawasan permukiman. Deretan bangunan tua di sekitar lapangan membuat stadion ini disebut memiliki “vibes Brasil” sekaligus menjadikannya lokasi foto yang menarik bagi masyarakat.

Ke depan, rencana penambahan penerangan dan perpanjangan jam operasional masih menunggu kajian lebih lanjut. Jika terealisasi, pengelola perlu memastikan aspek keamanan, CCTV, serta fasilitas pendukung lainnya tersedia agar Stadion Taman Sari dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk olahraga maupun kegiatan masyarakat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment