Travelator Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Rampung dalam 70 Hari
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan pembangunan travelator yang menghubungkan Stasiun KRL Karet dan Stasiun BNI City selesai dalam waktu 70 hari. Pembangunan eskalator datar tersebut dimulai bersamaan dengan penutupan Stasiun KRL Karet pada 1 September 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan pengguna Commuter Line.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pembangunan travelator ditargetkan rampung sekitar 70 hari setelah Stasiun KRL Karet ditutup. Dengan demikian, fasilitas penghubung kedua stasiun tersebut diharapkan dapat selesai pada akhir 2026, atau lebih tepatnya sekitar pertengahan November berdasarkan perhitungan pemerintah.
Pembangunan Travelator Ditargetkan Selesai Pertengahan November
Bobby menyampaikan target tersebut saat ditemui setelah menghadiri acara Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.
Saat ditanya mengenai waktu penyelesaian pembangunan travelator, Bobby menegaskan bahwa proyek tersebut direncanakan rampung dalam 70 hari sejak penutupan Stasiun KRL Karet.
“70 hari pokoknya,” ujar Bobby.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pembangunan travelator diharapkan selesai pada pertengahan November. Ia memperkirakan durasi 70 hari tersebut setara dengan sekitar dua bulan.
“Dua bulan lah kalau 70 hari. Ya, pertengahan November,” kata Dudy.
Stasiun Karet Ditutup untuk Mendukung Integrasi
Penutupan Stasiun KRL Karet pada 1 September 2026 dilakukan seiring dimulainya pekerjaan integrasi dengan Stasiun BNI City. Menurut Dudy, perbaikan tersebut ditujukan untuk menciptakan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat pengguna KRL.
“Rencananya kan (Stasiun KRL Karet) mau kita perbaiki nanti supaya masyarakat pengguna bisa jadi lebih nyaman lagi,” ujar Dudy.
Selama proses pekerjaan berlangsung, penumpang yang biasanya naik atau turun di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Pengalihan layanan ini berlaku sejak dimulainya pekerjaan integrasi hingga proses pembangunan selesai.
Jarak Stasiun Hanya 150 Meter
Rencana penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City sebelumnya telah disampaikan oleh KAI. Salah satu alasan utama integrasi tersebut adalah jarak kedua stasiun yang sangat berdekatan, yakni sekitar 150 meter.
Bobby menilai kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, ia menjelaskan bahwa jarak yang dekat membuat kereta harus berjalan dalam jarak pendek sebelum kembali melakukan pengereman.
“Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi,” kata Bobby.
Stasiun Karet Berfungsi sebagai Selasar
Dalam konsep integrasi yang dirancang KAI, Stasiun KRL Karet nantinya tidak lagi digunakan sebagai lokasi utama untuk aktivitas naik dan turun penumpang. Area tersebut akan diubah menjadi selasar yang dilengkapi travelator atau eskalator datar.
Dengan konsep ini, penumpang dapat berpindah dari area Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City melalui jalur penghubung yang disediakan. Sementara itu, kegiatan tap in dan tap out akan dilakukan di Stasiun BNI City.
Penggunaan travelator diharapkan memudahkan mobilitas penumpang karena jarak antara kedua stasiun dapat ditempuh melalui jalur yang terintegrasi. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan pelanggan Commuter Line.
Bagian dari Proyek TOD Dukuh Atas
Integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City merupakan bagian dari proyek Transit Oriented Development atau TOD di kawasan Dukuh Atas. Proyek TOD tersebut ditargetkan selesai pada 2027 dengan tujuan menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu kawasan.
Moda transportasi yang diharapkan terintegrasi meliputi LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara. Sebelumnya, penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City ditargetkan selesai pada Desember 2025. Namun, target tersebut belum terealisasi hingga akhirnya pekerjaan integrasi dimulai pada 1 September 2026.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan proses integrasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Hal itu mempertimbangkan Stasiun Karet yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line serta masyarakat di sekitar stasiun.
Menurut Purnomo, pekerjaan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Selama periode tersebut, layanan naik dan turun penumpang Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Kesimpulan
Pembangunan travelator yang menghubungkan Stasiun KRL Karet dan BNI City ditargetkan selesai dalam 70 hari sejak penutupan Stasiun Karet pada 1 September 2026. Menteri Perhubungan memperkirakan fasilitas tersebut dapat digunakan sekitar pertengahan November, sementara keseluruhan pekerjaan integrasi dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Integrasi ini diharapkan membuat perjalanan pengguna KRL lebih aman, nyaman, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi di kawasan TOD Dukuh Atas. Selama proses pembangunan, pengguna Stasiun Karet perlu melakukan aktivitas naik dan turun melalui Stasiun BNI City.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment