Warga Kuta Tengah Masih Mengungsi, Khawatir Erupsi Susulan Gunung Sinabung
Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih memilih bertahan di lokasi pengungsian setelah erupsi Gunung Sinabung. Mereka belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi erupsi susulan yang dapat membahayakan keselamatan.
Sebagian warga kini mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah meminta warga untuk meninggalkan rumah sementara waktu. Bagi warga, imbauan itu menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kemungkinan aktivitas vulkanik lanjutan dari Gunung Sinabung.
Warga Memilih Mengungsi ke Desa Sukatepu
Salah satu warga Kuta Tengah, Roy Sembiring, mengatakan dirinya bersedia mengungsi karena masih merasa takut terhadap potensi erupsi susulan. Roy membawa serta istri, orang tua, dan kedua anaknya menuju Desa Sukatepu.
“Kami diminta pemerintah untuk mengungsi, kami mau karena takut juga erupsi susulan,” kata Roy, seperti dikutip detikcom, Rabu (2/9).
Roy dan keluarganya hanya membawa barang-barang seperlunya untuk bermalam di lokasi pengungsian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa warga harus meninggalkan rumah dalam waktu yang belum dapat dipastikan.
Warga Desa Kuta Tengah menjadi salah satu kelompok yang dievakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung. Berdasarkan informasi yang tersedia, sebanyak 490 warga dievakuasi oleh satuan tugas (Satgas) ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Pengalaman Erupsi 2010 Membekas bagi Warga
Rasa khawatir Roy tidak terlepas dari pengalaman panjangnya menghadapi erupsi Gunung Sinabung. Ia mengingat kembali peristiwa erupsi pada 2010 yang membuat dirinya harus berpindah-pindah lokasi pengungsian.
Roy menyampaikan bahwa dirinya baru kembali menetap di Desa Kuta Tengah pada 2020. Sebelum itu, ia dan keluarganya menjalani masa pengungsian sejak erupsi yang terjadi pada 2010.
“Kembali menetap itu ke Desa Kuta Tengah itu tahun 2020, sebelumnya pindah pengungsian sejak 2010,” jelas Roy.
Pengalaman tersebut membuat Roy dan warga lainnya lebih berhati-hati dalam menyikapi aktivitas Gunung Sinabung. Mereka memilih mengikuti arahan pemerintah dan menunda kepulangan hingga kondisi dinilai lebih aman.
Warga Berharap Gunung Sinabung Kembali Tenang
Warga lainnya, Eva Br Sinulingga, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia bersama warga lain memilih mengungsi karena masih takut terhadap kemungkinan terjadinya erupsi susulan.
Eva berharap Gunung Sinabung kembali tenang agar warga dapat segera pulang ke rumah masing-masing. Ia juga tidak ingin warga kembali mengalami masa pengungsian panjang seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Harapannya agar Gunung Sinabung ini kembali tenang sehingga dapat kembali ke rumah, jangan sampai seperti yang lalu bertahun tahun di pengungsian,” tutur Eva Br Sinulingga.
Status Gunung Sinabung Mengalami Peningkatan
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan peningkatan status Gunung Sinabung terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Penetapan tersebut dilakukan setelah Gunung Sinabung memuntahkan kolom abu dengan ketinggian mencapai 3.500 meter dari puncak. Selain itu, aktivitas gempa vulkanik juga tercatat berlangsung secara berkelanjutan.
Situasi itu menjadi alasan warga perlu meningkatkan kewaspadaan. Evakuasi ke Desa Sukatepu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko erupsi lanjutan, sekaligus untuk memastikan warga berada di lokasi yang telah ditetapkan selama kondisi Gunung Sinabung belum kembali tenang.
Kesimpulan
Warga Desa Kuta Tengah masih memilih mengungsi ke Desa Sukatepu karena khawatir terhadap erupsi susulan Gunung Sinabung. Sebanyak 490 warga telah dievakuasi oleh Satgas setelah gunung tersebut mengeluarkan kolom abu setinggi 3.500 meter dan menunjukkan aktivitas gempa vulkanik yang berkelanjutan.
Pengalaman pengungsian panjang sejak erupsi 2010 membuat warga lebih berhati-hati dan memilih mematuhi arahan pemerintah. Untuk sementara, mereka berharap Gunung Sinabung segera kembali tenang sehingga dapat pulang ke rumah tanpa dihantui ancaman erupsi susulan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment