Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu Bercanda soal Usia Jelang Debut di Ganda Campuran
Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu resmi dipasangkan sebagai pasangan anyar di sektor ganda campuran. Meski harus memulai tantangan baru setelah bertahun-tahun berkarier di nomor masing-masing, keduanya mengaku tidak merasa minder. Bahkan, Bagas dan Apriyani sempat melontarkan candaan mengenai usia mereka saat ditanya soal proses adaptasi sebagai pasangan baru.
Gurauan tersebut disampaikan ketika Bagas/Apriyani ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9). Keduanya ditanya mengenai kemungkinan merasa tertekan karena harus membangun kembali karier dari awal setelah memiliki pengalaman panjang di sektor ganda putra dan ganda putri.
Bagas dan Apriyani Santai Hadapi Tantangan Baru
Bagas menegaskan bahwa perubahan sektor bukan alasan bagi dirinya untuk merasa minder. Ia justru menganggap duet bersama Apriyani sebagai tantangan baru yang harus dijalani dengan semangat. Pemain kelahiran 20 Juli 1998 itu juga menyampaikan jawabannya dengan nada bercanda.
“Enggak sih, enggak sih. Kalau jiwa petarung sih enggak ada kayak gitu. Anggap aja ini tantangan baru, gas lagi pokoknya. Enjoy aja, umur juga masih muda kan, 22 tahun saya,” ujar Bagas.
Pernyataan tersebut kemudian disambut Apriyani dengan candaan serupa. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu mengaku masih berusia 21 tahun, bahkan sempat menyebut angka yang lebih muda sambil tertawa.
“Iya, saya 21 tahun lah sekarang. Tujuh belas malah, iya. Masih muda lah kita, aduh,” timpal Apriyani.
Padahal, Bagas dan Apriyani sama-sama telah berusia 28 tahun. Bagas lahir pada 20 Juli 1998, sedangkan Apriyani lahir pada 29 April 1998. Candaan tersebut menunjukkan sikap santai keduanya dalam menghadapi perubahan besar di perjalanan karier masing-masing.
Rekam Jejak Bagas dan Apriyani
Prestasi Bagas di Ganda Putra
Sebelum dipasangkan dengan Apriyani, Bagas dikenal luas melalui kiprahnya di sektor ganda putra bersama Muhammad Shohibul Fikri. Duet Bagas/Fikri pernah menjadi perhatian setelah meraih gelar juara All England 2022. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Bagas.
Bagas/Fikri juga pernah mencatat kemenangan atas pasangan nomor satu dunia asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, pada All England 2024. Rekam jejak itu menjadi modal pengalaman bagi Bagas ketika kini harus beradaptasi dengan pola permainan di sektor ganda campuran.
Prestasi Apriyani di Ganda Putri
Sementara itu, Apriyani memiliki catatan prestasi kuat di sektor ganda putri. Bersama Greysia Polii, ia berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Pencapaian tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam kariernya.
Apriyani juga mengoleksi sejumlah prestasi lain, termasuk medali perak Kejuaraan Dunia BWF 2023. Pengalaman tampil di berbagai turnamen besar diharapkan dapat membantu proses adaptasinya saat memulai perjalanan baru bersama Bagas di nomor ganda campuran.
Fokus Membangun Kekompakan
Bagas/Apriyani baru beberapa hari menjalani latihan bersama setelah resmi dipasangkan oleh Nova Widianto. Karena itu, keduanya masih berada dalam tahap awal adaptasi. Fokus utama mereka saat ini adalah membangun komunikasi dan kekompakan sebelum mematangkan pola permainan di lapangan.
Perubahan sektor membuat keduanya perlu menyesuaikan diri dengan karakter permainan ganda campuran. Kendati demikian, Bagas dan Apriyani tidak menunjukkan keraguan. Sikap santai yang mereka tunjukkan menjadi gambaran bahwa tantangan tersebut ingin dijalani dengan suasana positif dan penuh keyakinan.
Pasangan baru ini dijadwalkan langsung melakoni debut pada pekan depan di ajang Surabaya International Challenge 2026. Turnamen tersebut akan berlangsung di GOR Bulutangkis Soedirman, Surabaya, pada 22-27 September mendatang.
Kesimpulan
Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu menyambut duet baru di sektor ganda campuran tanpa rasa minder. Candaan mengenai usia menjadi warna tersendiri dalam persiapan mereka, sementara pengalaman dan prestasi dari sektor sebelumnya menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan baru.
Meski masih membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan, Bagas/Apriyani memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan sejak penampilan perdana di Surabaya International Challenge 2026. Debut tersebut akan menjadi langkah awal bagi keduanya untuk mengukur hasil adaptasi dan mengembangkan pola permainan sebagai pasangan baru.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment