Jaap Stam Kecam Empat Bintang MU Usai Kalah dari 10 Pemain Manchester City

Manchester United mendapat sorotan tajam setelah menelan kekalahan 0-1 dari Manchester City pada pekan keempat Liga Inggris. Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena Manchester City harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu jam pertandingan.

Mantan bek Manchester United, Jaap Stam, menilai hasil buruk itu tidak semata-mata disebabkan oleh gol kontroversial yang dicetak Erling Haaland. Menurut Stam, para pemain Manchester United seharusnya mampu menunjukkan respons yang lebih agresif setelah mendapatkan keuntungan jumlah pemain.

Stam secara khusus mengecam empat pemain bintang The Red Devils, yakni Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha. Ia menilai keempat pemain tersebut kurang aktif dalam membantu pertahanan serta tidak cukup memberikan tekanan kepada Manchester City.

Jaap Stam Soroti Sikap Empat Penyerang MU

Menurut Jaap Stam, Manchester United tidak memperlihatkan karakter tim yang benar-benar ingin memenangkan pertandingan. Ia menilai para pemain depan MU cenderung pasif ketika tim membutuhkan tekanan lebih besar terhadap lawan.

Stam menyebut Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha lebih banyak berjalan serta mengamati situasi pertandingan. Padahal, menghadapi tim dengan kualitas seperti Manchester City membutuhkan kontribusi dari seluruh pemain, bukan hanya dari lini belakang atau gelandang.

“Dan lihatlah keempat penyerang United. Mereka hanya berjalan-jalan dan mengamati situasi. Tim yang benar-benar ingin menang tidak hanya ditentukan oleh para penyerang, melainkan tentang 11 pemain yang sama-sama mengejar target,” ujar Stam seperti dilansir Metro.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan Stam terhadap intensitas permainan Manchester United. Ia menilai kerja sama tim seharusnya menjadi dasar utama ketika sebuah tim berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

MU Gagal Memanfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain

Manchester City harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23 setelah Phil Foden menerima kartu merah. Kondisi itu membuat Manchester United memiliki waktu lebih dari satu jam untuk mengubah jalannya pertandingan.

Namun, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh tim yang bermain di hadapan publik sendiri. Manchester United justru kesulitan membangun serangan dan menciptakan peluang berbahaya. Tekanan yang diberikan juga dinilai belum cukup untuk membuat pertahanan Manchester City berada dalam kesulitan.

Jaap Stam menilai situasi seperti itu seharusnya menjadi momentum bagi Manchester United untuk tampil lebih berani. Saat menghadapi lawan yang kehilangan satu pemain, MU seharusnya mampu menguasai bola, memenangkan duel, serta terus memaksa lawan bertahan lebih dalam.

Peran Penyerang Tidak Hanya Mencetak Gol

Stam juga menekankan bahwa tugas pemain depan bukan hanya mencetak gol. Dalam pertandingan yang membutuhkan intensitas tinggi, para penyerang harus terlibat dalam proses merebut kembali bola dan membantu tim saat bertahan.

Menurutnya, menghadapi 10 pemain lawan membutuhkan pendekatan yang lebih terorganisasi. Para pemain harus turun membantu pertahanan, memenangkan duel perebutan bola, menjaga penguasaan, lalu membangun serangan balik dengan cepat. Rangkaian proses tersebut dapat membantu tim menciptakan lebih banyak peluang.

“Saat menghadapi 10 pemain, kuncinya adalah turun membantu pertahanan dan memenangkan duel-duel perebutan bola. Setelah itu, Anda menjaga penguasaan bola, melancarkan serangan balik, lalu berusaha menciptakan peluang dan mencetak gol,” kata Stam.

Stam Minta MU Lebih Agresif

Mantan pemain Manchester United itu menilai persoalan yang dihadapi tim asuhan Michael Carrick bukan hanya berkaitan dengan gol Haaland yang kontroversial. Manchester United perlu mengevaluasi performa mereka sendiri, terutama dalam hal agresivitas dan kemampuan merespons situasi pertandingan.

Stam percaya MU seharusnya terus menekan Manchester City setelah lawan bermain dengan 10 pemain. Bahkan, tekanan tersebut idealnya bisa membuat para penyerang City ikut turun membantu pertahanan. Dengan demikian, Manchester United dapat memperoleh ruang lebih besar untuk mengembangkan serangan.

“Menghadapi 10 pemain lawan, sekalipun tim sekualitas City, MU seharusnya bisa terus menekan dan bermain sangat agresif, bahkan hingga memaksa para penyerang mereka untuk turun membantu pertahanan,” ujar Stam.

Kesimpulan

Kekalahan 0-1 dari Manchester City menjadi bahan evaluasi penting bagi Manchester United. Keunggulan jumlah pemain yang gagal dimanfaatkan menunjukkan bahwa MU masih perlu meningkatkan intensitas, koordinasi, dan agresivitas dalam pertandingan.

Kritik Jaap Stam terhadap Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha menegaskan pentingnya kontribusi seluruh pemain dalam mengejar kemenangan. Ke depan, Manchester United perlu memastikan para pemain depan tidak hanya menunggu peluang, tetapi juga aktif membantu pertahanan, menekan lawan, dan terlibat dalam setiap fase permainan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment