Kontingen India Terkendala Akreditasi di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

Kontingen India menghadapi kendala administratif dalam persiapannya mengikuti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Persoalan tersebut berkaitan dengan akreditasi pelatih dan pemain, serta pencatatan akomodasi sejumlah atlet. Masalah ini membuat beberapa anggota kontingen India belum dapat menjalankan aktivitas secara optimal menjelang pertandingan.

Salah satu pihak yang terdampak adalah pelatih kepala tim pistol India, Samaresh Jung. Namanya disebut belum tercatat dalam daftar akreditasi yang diterima panitia. Akibatnya, Samaresh tidak memperoleh akses menuju area atlet maupun arena pertandingan.

Pelatih Tim Pistol India Belum Mendapat Akses

Tidak tercantumnya nama Samaresh Jung dalam sistem akreditasi menimbulkan hambatan bagi tim menembak India. Sebagai pelatih kepala, keberadaan Samaresh dibutuhkan untuk mendampingi atlet dalam menjalani persiapan dan latihan.

Atlet nomor pistol 10 meter, Suruchi Phogat dan Akash Bhardwaj, menjadi dua nama yang disebut ikut terdampak. Keduanya tidak dapat berlatih secara maksimal tanpa pendampingan pelatih tersebut. Situasi ini membuat persiapan tim pistol India menghadapi Asian Games 2026 menjadi tidak berjalan sesuai harapan.

Seorang sumber mengatakan kepada Times of India bahwa kendala itu muncul berdasarkan daftar yang diterima panitia dari Indian Olympic Association. Dengan demikian, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan data yang disampaikan dalam proses administrasi kontingen.

Akreditasi Samaresh Segera Diproses

Setelah masalah itu diketahui, pihak India kemudian melakukan koordinasi dengan kantor National Rifle Association of India atau NRAI. Dari koordinasi tersebut, kontingen India memperoleh informasi bahwa Samaresh Jung akan segera mendapatkan akreditasi.

Meski demikian, kendala tersebut tetap menambah persoalan yang harus diselesaikan India selama keikutsertaannya di Asian Games 2026. Para atlet pun diminta memastikan seluruh kebutuhan pendukung, termasuk akreditasi, telah beres agar tidak mengganggu persiapan maupun pelaksanaan pertandingan.

Tim Rowing India Juga Terdampak Masalah Administrasi

Persoalan administrasi tidak hanya dialami tim menembak India. Sistem akreditasi dan pencatatan akomodasi juga berdampak pada kontingen rowing India. Sejumlah atlet disebut telah memiliki akreditasi yang sah, tetapi nama mereka belum tercatat dalam sistem akomodasi.

Pejabat Rowing Federation of India atau RFI mengungkapkan bahwa hanya tiga dari 22 atlet putra rowing yang telah tercatat memiliki akomodasi atas nama mereka. Artinya, sebagian besar atlet putra masih menghadapi persoalan pencatatan tempat tinggal selama mengikuti ajang tersebut.

Situasi serupa juga dialami oleh tim rowing putri. Dari lima atlet putri, tiga nama disebut belum tercatat dalam sistem. Ketiga atlet tersebut adalah Poonam, Aleena Anto, dan Anshika Bharati.

“Hanya tiga dari 22 atlet putra yang memiliki akomodasi atas nama mereka. Dan nama tiga dari lima rowing putri, yakni Poonam, Aleena Anto, dan Anshika Bharati, tidak terdaftar,” kata pejabat RFI.

India Diminta Segera Menyelesaikan Kendala

Rangkaian masalah ini menunjukkan pentingnya ketepatan data dalam proses administrasi kontingen. Akreditasi bukan hanya menjadi syarat bagi pelatih dan atlet untuk mengakses area tertentu, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas mereka selama berada di lokasi Asian Games 2026.

Bagi tim pistol, belum terbitnya akreditasi pelatih dapat memengaruhi program latihan atlet. Sementara bagi tim rowing, ketidaksesuaian antara kepemilikan akreditasi dan pencatatan akomodasi berpotensi menimbulkan persoalan lain dalam pemenuhan kebutuhan kontingen.

Kesimpulan

Kontingen India menghadapi sejumlah kendala administratif di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Pelatih kepala tim pistol, Samaresh Jung, belum memperoleh akses karena namanya tidak tercatat dalam daftar akreditasi. Pada saat yang sama, sejumlah atlet rowing India yang telah memiliki akreditasi sah juga belum tercatat dalam sistem akomodasi.

Pihak India telah mengoordinasikan persoalan tersebut dengan NRAI dan memperoleh informasi bahwa akreditasi Samaresh akan segera diproses. Selanjutnya, penyelesaian masalah akreditasi serta pencatatan akomodasi menjadi hal penting agar persiapan atlet India tidak kembali terganggu menjelang pertandingan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment