Kebakaran 28 Gudang di Kosambi Permai Picu Kerugian hingga Rp80 Miliar
TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperkirakan kerugian akibat kebakaran di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, mencapai Rp80 miliar. Nilai tersebut masih berupa estimasi sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan terhadap bangunan serta kerugian yang terdampak selesai dilakukan.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 28 gudang. Namun, pihaknya masih melakukan inventarisasi untuk memastikan jumlah bangunan yang terbakar atau terdampak. BPBD juga masih berkoordinasi dengan pihak pengelola kawasan terkait pendataan tersebut.
Kerugian Sementara Capai Rp80 Miliar
Achmad Taufik menyampaikan bahwa angka Rp80 miliar merupakan taksiran awal berdasarkan jumlah gudang yang terdampak dalam peristiwa kebakaran. Dari data sementara BPBD Kabupaten Tangerang, terdapat 28 gudang yang masuk dalam pendataan awal.
“Estimasi sekitar 28 gudang, kita masih melakukan inventarisasi dan menghubungi pihak pengelola,” ujar Taufik, Kamis (17/9/2026).
Rincian sementara menunjukkan, 28 gudang tersebut terdiri atas 14 gudang logistik kontraktor, delapan gudang cold storage, dan enam gudang kosong. Selain bangunan-bangunan tersebut, kebakaran juga melanda sejumlah gudang yang digunakan untuk menyimpan spring bed.
Meski demikian, jumlah pasti bangunan yang terdampak masih belum dapat dipastikan. BPBD Kabupaten Tangerang masih mengumpulkan data untuk mengetahui kondisi setiap gudang dan memastikan total kerugian akibat kebakaran.
Kronologi Kebakaran di Kawasan Pergudangan
Berdasarkan kronologi sementara BPBD Kabupaten Tangerang, api diduga pertama kali muncul di area belakang gudang penyimpanan spring bed sekitar pukul 12.45 WIB. Saat kejadian, para karyawan sedang berada pada jam istirahat.
Dugaan awal menyebut kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Namun, informasi tersebut masih menjadi dugaan awal berdasarkan kronologi yang disampaikan BPBD. Api kemudian terlihat semakin membesar hingga seorang saksi berteriak meminta para karyawan yang berada di kantor untuk segera keluar dan menyelamatkan diri.
“Salah seorang saksi melihat ada api dan semakin membesar, langsung berteriak untuk meminta karyawan yang ada di kantor untuk keluar menyelamatkan diri,” kata Taufik.
Pemadaman Melibatkan 18 Armada dan 80 Personel
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Untuk menangani kobaran api, sebanyak 18 unit armada gabungan dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Armada yang terlibat berasal dari sejumlah unsur, yakni BPBD Kabupaten Tangerang, pengelola kawasan, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, serta PIK. Selain dukungan armada, proses pemadaman juga melibatkan 80 personel gabungan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk mengendalikan api yang melanda area pergudangan. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 10 jam hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Api Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban
Achmad Taufik mengatakan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB. Dengan demikian, proses penanganan kebakaran berlangsung sejak laporan diterima pada siang hari hingga malam.
“Lamanya pemadaman sekitar 10 jam,” ujar Taufik.
BPBD Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Meski demikian, dampak material yang ditimbulkan cukup besar karena api melanda puluhan gudang dengan berbagai fungsi, termasuk gudang logistik kontraktor, cold storage, gudang kosong, dan gudang penyimpanan spring bed.
Pendataan Dampak Kebakaran Masih Berlangsung
Setelah api berhasil dipadamkan, BPBD Kabupaten Tangerang masih melanjutkan proses inventarisasi untuk memastikan jumlah bangunan yang terdampak serta menghitung kerugian secara lebih akurat. Pendataan dilakukan dengan menghubungi pihak pengelola kawasan dan mencermati kondisi gudang yang terdampak.
Kesimpulan akhir mengenai jumlah bangunan yang terbakar dan nilai kerugian masih menunggu hasil inventarisasi. Estimasi Rp80 miliar untuk sementara menjadi gambaran awal dampak kebakaran di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai.
Kesimpulan
Kebakaran di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kabupaten Tangerang, diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp80 miliar dan berdampak pada sekitar 28 gudang. Api diduga bermula dari area belakang gudang spring bed sekitar pukul 12.45 WIB akibat korsleting listrik. Sebanyak 18 armada dan 80 personel gabungan dikerahkan sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Ke depan, kepastian jumlah gudang yang terdampak dan nilai kerugian masih menunggu hasil inventarisasi yang dilakukan BPBD bersama pihak pengelola kawasan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment