RANS Entertainment Berpeluang Pegang Hak Siar Indonesia Women’s League 2026/2027
RANS Entertainment berpeluang mendapatkan hak siar kompetisi kasta tertinggi sepak bola wanita Indonesia, Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027. Peluang tersebut muncul setelah RANS Entertainment resmi ditunjuk sebagai official broadcaster Srikandi Merdeka Cup 2026, turnamen sepak bola putri yang digelar oleh PSSI bersama operator kompetisi.
Kerja sama dalam Srikandi Merdeka Cup 2026 dinilai dapat menjadi langkah awal bagi RANS Entertainment untuk terlibat lebih jauh dalam industri sepak bola wanita. Setelah sebelumnya pernah memiliki klub sepak bola, perusahaan yang dikelola Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu kini berpotensi mengambil peran dalam penyiaran liga profesional putri.
Komunikasi PSSI dan RANS Berjalan Positif
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara PSSI dan RANS Entertainment mengenai hak siar IWL 2026/2027 telah menunjukkan perkembangan positif.
Meski demikian, proses tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Sejumlah aspek masih perlu dibahas lebih lanjut, termasuk sisi komersial, kelengkapan dokumen, serta durasi kontrak kerja sama antara kedua pihak.
“Pembicaraan sih sudah positif, tapi memang kami masih jajaki lagi, kan secara komersialnya bagaimana, paperwork-nya bagaimana, kontraknya berapa lama,” ujar Vivin di Jakarta, Kamis (20/8).
PSSI disebut memprioritaskan RANS Entertainment karena mempertimbangkan karakteristik penonton sepak bola putri yang banyak berasal dari kalangan perempuan. Nagita Slavina, yang menjabat sebagai CEO RANS Entertainment, juga dinilai memiliki posisi yang sesuai untuk menjadi figur penghubung dalam pengembangan promosi kompetisi sepak bola wanita.
Nagita Berharap Kolaborasi Berlanjut ke Liga Putri
Nagita Slavina menyambut baik sinyal positif dari PSSI. Ia berharap kerja sama antara RANS Entertainment dan PSSI tidak hanya berlangsung di Srikandi Merdeka Cup 2026, tetapi juga dapat berlanjut pada kompetisi resmi IWL yang dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober.
Menurut Nagita, keterlibatan yang lebih luas di sektor olahraga, termasuk penyiaran liga putri, menjadi salah satu harapan ke depan bagi RANS Entertainment. Namun, ia tetap meminta dukungan agar proses kerja sama tersebut dapat berjalan lancar.
“Tapi, ya semoga ke depannya memang akan ada lebih banyak lagi di RANS Entertainment, didoain. Salah satunya liga putri, mohon doanya semoga lancar,” kata Nagita.
Penunjukan RANS di Srikandi Merdeka Cup Sempat Dipertanyakan
Sebelum dikaitkan dengan hak siar IWL 2026/2027, RANS Entertainment lebih dahulu ditunjuk sebagai official broadcaster Srikandi Merdeka Cup 2026. Pengumuman tersebut sempat menimbulkan tanda tanya karena peresmian dilakukan ketika turnamen sudah mendekati babak semifinal.
Direktur Program Srikandi Merdeka Cup 2026, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa keputusan tersebut berawal dari tingginya jumlah penonton tayangan sepak bola di kanal YouTube RANS. Performa tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih RANS sebagai mitra penyiaran turnamen.
Penyesuaian Jadwal Menjadi Faktor Pengumuman
Teddy menyebut pengumuman yang dilakukan menjelang semifinal bukan disebabkan oleh persoalan lain, melainkan karena adanya penyesuaian jadwal antara Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan pihak RANS Entertainment. Kesibukan kedua pihak membuat proses peresmian baru dapat dilakukan mendekati fase akhir turnamen.
Kendati baru diumumkan secara resmi, penayangan Srikandi Merdeka Cup 2026 melalui RANS Entertainment mampu mencatatkan performa yang cukup impresif. Jumlah concurrent viewers tercatat lebih dari 120 ribu penonton dalam setiap pertandingan.
Performa Srikandi Merdeka Cup Jadi Pertimbangan
Catatan jumlah penonton tersebut memperkuat peluang RANS Entertainment untuk mendapatkan hak siar IWL 2026/2027. PSSI melihat platform dan basis penonton RANS dapat membantu memperluas jangkauan kompetisi sepak bola wanita, khususnya kepada suporter perempuan.
Hasil positif dari penyiaran Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus turut memantapkan penjajakan hak siar liga profesional putri. Meski belum ada kesepakatan final, perkembangan komunikasi antara PSSI dan RANS Entertainment menunjukkan bahwa kerja sama tersebut memiliki peluang untuk berlanjut.
Kesimpulan
RANS Entertainment berpotensi memegang hak siar Indonesia Women’s League 2026/2027 setelah mencatatkan performa penayangan yang kuat di Srikandi Merdeka Cup 2026. PSSI menganggap RANS memiliki basis penonton yang sesuai untuk membantu memperkenalkan sepak bola wanita kepada audiens yang lebih luas.
Untuk saat ini, pembicaraan masih berfokus pada aspek komersial, administrasi, dan durasi kontrak. Jika proses tersebut mencapai kesepakatan, kolaborasi RANS Entertainment dan PSSI dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat eksposur serta jangkauan kompetisi sepak bola wanita di Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment