Timnas Voli Putri Indonesia Takluk 1-3 dari Jepang di Asian Games 2026
Timnas voli putri Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dalam lanjutan Pool A Asian Games 2026. Bertanding di Park Arena Kokami, Aichi, Jepang, Jumat (18/9) petang WIB, Indonesia kalah dengan skor 1-3.
Pertandingan berlangsung dalam empat set dengan skor 19-25, 13-25, 25-23, dan 23-25. Meski gagal meraih kemenangan, Indonesia menunjukkan perlawanan kuat, terutama pada set ketiga dan keempat. Tim asuhan Marcos Sugiyama bahkan mampu merebut satu set dari Jepang setelah tampil lebih konsisten dalam mengembangkan permainan.
Indonesia Sempat Unggul pada Awal Set Pertama
Indonesia memulai set pertama dengan cukup baik. Servis Ersandrina Devega yang masuk ke bidang permainan Jepang membantu tim Merah Putih menciptakan keunggulan tipis 5-4.
Setelah itu, jalannya pertandingan berlangsung ketat. Kedua tim saling berusaha mengamankan poin melalui serangan dan pertahanan masing-masing. Jepang kemudian mampu membalikkan keadaan dan unggul 10-8.
Keunggulan Jepang terus melebar hingga skor 15-10. Timnas voli putri Indonesia berusaha memperkecil selisih poin, tetapi Jepang tetap mampu menjaga tekanan. Mendekati akhir set pertama, Indonesia masih tertinggal 13-20.
Upaya untuk mengejar ketertinggalan terus dilakukan oleh para pemain Indonesia. Namun, Jepang tampil lebih efektif pada fase akhir dan akhirnya menutup set pertama dengan kemenangan 25-19.
Jepang Menguasai Set Kedua
Memasuki set kedua, Jepang langsung mengambil kendali permainan. Mereka membuka set dengan keunggulan 5-1 atas Indonesia. Selisih lima poin tersebut masih bertahan ketika papan skor menunjukkan angka 10-5 untuk keunggulan Jepang.
Jepang kemudian semakin menjauh. Keunggulan mereka mencapai sembilan poin saat skor berubah menjadi 17-8. Indonesia tetap berupaya memberikan respons. Salah satu usaha tersebut hadir melalui servis ace Gendhis yang membuat Indonesia memangkas ketertinggalan menjadi 10-18.
Meski demikian, Jepang masih terlalu kuat untuk dikejar. Tim asal Negeri Sakura tersebut mampu mempertahankan dominasinya hingga akhir set dan menang 25-13. Hasil itu membuat Jepang unggul 2-0 dalam pertandingan.
Indonesia Bangkit dan Merebut Set Ketiga
Indonesia menunjukkan perlawanan yang lebih solid pada set ketiga. Anak asuh Marcos Sugiyama mengawali permainan dengan keunggulan 6-3. Jepang berusaha mengejar dan membuat perolehan poin kembali berjalan ketat.
Skor sempat imbang 8-8. Namun, Indonesia mampu kembali menjauh hingga kedudukan 12-9. Jepang belum menyerah dan berhasil menyamakan skor menjadi 12-12.
Setelah itu, Indonesia kembali menemukan momentum. Medi Yoku dan kawan-kawan mampu membangun keunggulan empat poin dengan skor 19-15. Permainan apik yang ditampilkan Indonesia membuat tekanan beralih kepada Jepang.
Indonesia akhirnya berhasil mengamankan set ketiga dengan skor 25-23. Kemenangan tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 sekaligus membuka peluang untuk memaksakan set penentuan.
Set Keempat Berlangsung Ketat
Set keempat menjadi persaingan paling sengit dalam pertandingan ini. Kedua tim saling mengejar sejak awal hingga skor imbang 7-7. Indonesia kemudian mampu unggul tipis 11-10.
Jepang terus memberikan tekanan sehingga kedudukan kembali sama kuat pada skor 15-15. Setelah itu, Indonesia tertinggal tipis 17-18. Persaingan semakin menegangkan ketika Jepang memimpin 21-19 mendekati akhir set.
Indonesia tidak menyerah. Dua poin beruntun berhasil diamankan sehingga skor kembali imbang 21-21. Namun, Jepang mampu menjaga ketenangan pada poin-poin kritis.
Jepang kemudian berbalik unggul 24-23. Pada kesempatan berikutnya, Indonesia gagal mengembalikan smes pemain Jepang. Kesalahan tersebut membuat Jepang menutup set keempat dengan skor 25-23 sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Kesimpulan
Kekalahan dari Jepang menjadi hasil yang harus diterima Timnas voli putri Indonesia dalam lanjutan Pool A Asian Games 2026. Indonesia memang tertinggal pada dua set awal, tetapi mampu bangkit dan merebut set ketiga serta memberikan perlawanan ketat pada set keempat.
Performa pada dua set terakhir menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing ketika mampu menjaga konsistensi permainan. Hasil ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim asuhan Marcos Sugiyama untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Asian Games 2026.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment