BYD Siapkan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang, Tiga Model Mobil Mulai Dirakit Lokal

BYD memperkuat komitmennya di pasar Indonesia dengan membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat. Pabrik yang akan diresmikan pada Kamis (3/9) tersebut menelan investasi sebesar Rp11,7 triliun dan berdiri di atas lahan seluas 126 hektare.

Pembangunan pabrik ini menjadi bagian dari kewajiban BYD setelah sebelumnya mendapatkan fasilitas impor mobil utuh atau completely built up (CBU) dari pemerintah hingga akhir 2025. Sebagai bagian dari komitmen investasi, BYD kemudian menghadirkan fasilitas produksi kendaraan di dalam negeri.

Meski peresmian pabrik baru dilakukan, BYD memastikan proses perakitan sejumlah model telah berjalan di Subang. Tiga kendaraan yang dirakit di fasilitas tersebut adalah BYD M6 EV, BYD M6 DM, dan Atto 1. Ketiganya juga telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.

Pabrik Subang Merakit Tiga Model BYD

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, fasilitas produksi di Subang tidak hanya digunakan untuk merakit satu model kendaraan. Selain BYD M6 DM, pabrik tersebut juga memproduksi M6 EV dan Atto 1, serta akan dimanfaatkan untuk sejumlah produk lainnya.

“Saat ini kita masih mengalkulasi karena fasilitas kami ini, selain memproduksi BYD M6 DM, dia juga memproduksi BYD M6 EV dan juga Atto 1, dan akan dimanfaatkan juga beberapa produk lainnya,” ujar Luther.

Keberadaan fasilitas produksi lokal menjadi langkah penting bagi BYD dalam memperluas aktivitas bisnisnya di Indonesia. Selain mendukung pemenuhan komitmen investasi, perakitan lokal juga ditandai dengan capaian TKDN di atas 40 persen pada tiga model yang telah diproduksi di Subang.

BYD M6 DM Jadi Model Plug-in Hybrid Pertama

BYD M6 DM merupakan kendaraan plug-in hybrid pertama BYD untuk pasar Indonesia. Model ini diperkenalkan pada Mei 2026 dan resmi meluncur pada Jumat, 12 Juni 2026. M6 DM ditawarkan dengan rentang harga Rp298 juta hingga Rp390 juta.

Secara umum, M6 DM dibangun menggunakan basis yang sama dengan M6 EV. Namun, terdapat sejumlah perbedaan pada bagian eksterior dan sistem penggeraknya. M6 DM memiliki mesin di kap depan, desain gril dan pelek yang berbeda, serta tidak dilengkapi sunroof.

Model tersebut juga menggunakan emblem PHEV dan knalpot sebagai penanda sistem penggerak plug-in hybrid. Perubahan lainnya terdapat pada posisi tuas persneling yang sebelumnya berada di bagian tengah. Pada M6 DM, tuas tersebut dipindahkan ke sisi kanan kemudi.

Respons pasar terhadap model ini juga terlihat dari jumlah pemesanannya. Hingga akhir Juli 2026, BYD menyebut pesanan M6 DM telah melampaui 4.000 unit dari berbagai wilayah.

Atto 1 Menjadi Model Termurah BYD di Indonesia

Selain M6 DM, Atto 1 menjadi salah satu model penting yang dirakit di Subang. City car listrik ini merupakan kendaraan dengan harga paling terjangkau dalam jajaran produk BYD di Indonesia.

Atto 1 mendapatkan penyegaran pada Mei 2026 bersamaan dengan peluncuran varian baru STD pada Jumat, 15 Mei 2026. Harga Atto 1 STD ditetapkan sebesar Rp199 juta, sedangkan varian Dynamic dibanderol Rp210 juta dan Premium Rp245 juta.

Penyegaran pada seluruh varian mencakup penggunaan electronic column shifter dan new center console. Varian STD mendapatkan sejumlah fitur, seperti kamera belakang, pengaturan kemiringan setir, layar infotainment berukuran 10,1 inci, pelek 15 inci dengan wheel cover, serta lampu halogen projector.

Varian Dynamic memperoleh tambahan fitur berupa kaca spion lipat elektrik dan pengaturan kursi pengemudi elektrik dengan enam arah. Sementara itu, varian Premium dilengkapi fitur panoramic image dan layar infotainment berukuran 12,8 inci.

Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan Atto 1 di Indonesia telah melampaui 22.500 unit. Angka tersebut membuat Atto 1 menjadi salah satu kendaraan listrik dengan penjualan tertinggi di pasar nasional.

Pembaruan BYD M6 EV

Model lain yang dirakit di Subang adalah BYD M6 EV. MPV listrik murni ini pertama kali masuk ke pasar Indonesia pada 2024. Versi penyegarannya diperkenalkan pada Rabu (29/7) dalam ajang GIIAS 2026 dan diklaim diproduksi sepenuhnya di Indonesia.

Pembaruan terbesar pada M6 EV terdapat pada sektor penggerak. Kapasitas baterai varian Standard meningkat menjadi 58 kWh dari sebelumnya 55,4 kWh. Mobil ini memiliki tenaga maksimal 150 kW dan torsi 310 Nm.

BYD mengklaim M6 EV mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 7,9 detik. Jarak tempuhnya disebut mencapai 450 kilometer.

Perubahan juga menyasar bagian kabin. M6 EV kini menggunakan panel instrumen Full LCD berukuran 10,25 inci. Selain itu, tuas transmisi model column shifter dipindahkan ke belakang kemudi.

Kesimpulan

Pabrik BYD di Subang menjadi penanda semakin seriusnya perusahaan dalam mengembangkan bisnis kendaraan listrik dan plug-in hybrid di Indonesia. Dengan investasi Rp11,7 triliun, fasilitas seluas 126 hektare tersebut telah digunakan untuk merakit M6 EV, M6 DM, dan Atto 1, yang seluruhnya memiliki TKDN di atas 40 persen.

Ke depan, fasilitas ini tidak hanya berpotensi memperkuat produksi tiga model yang sudah berjalan, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk sejumlah produk BYD lainnya. Langkah tersebut memperlihatkan arah BYD untuk memperluas produksi lokal sekaligus memperkuat kehadirannya di pasar otomotif Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment