Honda dan Nissan Dikabarkan Segera Sepakati Pengembangan Perangkat Lunak Kendaraan
Honda Motor dan Nissan Motor dikabarkan akan segera mencapai kesepakatan untuk mengembangkan perangkat lunak kendaraan secara bersama. Kerja sama ini mencakup pengembangan sistem operasi serta komputer terintegrasi atau onboard computer yang akan digunakan pada mobil-mobil baru kedua perusahaan mulai 2029.
Rencana kolaborasi tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan strategis Honda dan Nissan. Sebelumnya, kedua produsen otomotif asal Jepang itu sempat membahas kemungkinan merger untuk membentuk perusahaan otomotif dengan nilai sekitar US$60 miliar. Namun, pembicaraan tersebut berakhir pada Februari 2025 setelah proses yang dimulai sejak pertengahan Desember 2024.
Honda dan Nissan Siapkan Kesepakatan Perangkat Lunak
Berdasarkan laporan Nikkei pada Sabtu (29/8), Honda dan Nissan diperkirakan dapat mencapai kesepakatan kerja sama perangkat lunak paling cepat pada Senin (31/8). Kesepakatan itu akan menjadi salah satu bentuk kolaborasi konkret di antara kedua perusahaan setelah pembicaraan merger sebelumnya dihentikan.
Dalam kerja sama tersebut, Honda dan Nissan disebut akan mengembangkan sistem operasi kendaraan serta komputer terintegrasi. Teknologi ini direncanakan untuk digunakan pada mobil-mobil baru yang diproduksi mulai 2029.
Teknologi Berpotensi Dipakai pada Mobil Elektrifikasi
Perangkat lunak yang dikembangkan bersama itu juga berpotensi diterapkan pada kendaraan elektrifikasi hasil produksi Honda dan Nissan. Kendati demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara rinci mengenai bentuk sistem, pembagian pengembangan, maupun model kendaraan yang akan menggunakan teknologi tersebut.
Pengembangan perangkat lunak bersama menunjukkan bahwa pembicaraan antara kedua perusahaan tidak sepenuhnya berhenti setelah rencana merger berakhir. Honda dan Nissan masih menjajaki bidang kerja sama tertentu yang dinilai dapat memperkuat posisi masing-masing dalam menghadapi perkembangan teknologi kendaraan.
Pernyataan Honda, Nissan, dan Mitsubishi Motors
Honda menyampaikan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang mendiskusikan sejumlah “potensi bidang kerja sama” dengan Nissan dan Mitsubishi Motors. Pembahasan tersebut dilakukan dalam kerangka kemitraan strategis yang melibatkan ketiga produsen otomotif Jepang itu.
Meski demikian, Honda menegaskan bahwa belum ada keputusan yang ditetapkan terkait kemungkinan kerja sama tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembahasan masih berada dalam tahap penjajakan dan belum seluruh rencana memperoleh persetujuan final.
Juru bicara Nissan juga menyatakan bahwa perusahaan sedang mengeksplorasi berbagai kemungkinan. Nissan akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan mengenai pembahasan kerja sama dengan Honda dan mitra strategis lainnya.
Pembahasan Berlanjut Setelah Rencana Merger Berakhir
CEO Nissan Ivan Espinosa sebelumnya mengatakan pada bulan ini bahwa perusahaan sedang mendiskusikan kemungkinan kerja sama di bidang perangkat lunak dengan Honda. Pernyataan tersebut memperkuat laporan mengenai rencana pengembangan sistem operasi dan komputer kendaraan secara bersama.
Berbeda dari rencana merger yang akan membentuk satu perusahaan otomotif besar, kerja sama perangkat lunak ini berfokus pada bidang teknologi kendaraan. Kedua perusahaan tetap menjadi entitas masing-masing, tetapi dapat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi yang akan digunakan pada produk masa depan.
Kesimpulan
Honda dan Nissan dikabarkan akan segera menyepakati pengembangan perangkat lunak kendaraan bersama, termasuk sistem operasi dan komputer terintegrasi untuk mobil-mobil baru mulai 2029. Teknologi tersebut juga berpotensi digunakan pada kendaraan elektrifikasi yang dikembangkan kedua perusahaan.
Meski belum ada keputusan final yang diumumkan secara resmi, Honda dan Nissan sama-sama mengakui bahwa pembahasan mengenai berbagai bidang kerja sama masih berlangsung. Ke depan, perkembangan kesepakatan ini akan menjadi perhatian karena dapat menentukan bentuk kolaborasi teknologi kedua produsen otomotif Jepang setelah rencana merger mereka berakhir.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment