Honda dan Nissan Kembangkan ECU serta Perangkat Lunak Kendaraan Bersama, Mulai Diterapkan 2029

Honda Motor dan Nissan Motor resmi memperdalam kerja sama teknologi melalui rencana pengembangan electronic control units (ECU) dan perangkat lunak kendaraan secara bersama. Kolaborasi ini mencakup penyusunan spesifikasi untuk berbagai komponen penting, mulai dari ECU inti, sistem operasi, middleware, hingga perangkat lunak yang mengendalikan kendaraan.

Berdasarkan pernyataan resmi kedua produsen otomotif asal Jepang tersebut pada Senin (31/8), arsitektur yang mengintegrasikan ECU dan perangkat lunak ditargetkan mulai digunakan pada kendaraan generasi terbaru pada tahun fiskal 2029. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Honda dan Nissan dalam meningkatkan efisiensi pengembangan teknologi kendaraan masa depan.

Honda dan Nissan Siapkan Spesifikasi Teknologi Bersama

Dalam kerja sama tersebut, Honda dan Nissan akan membidik penetapan spesifikasi bersama untuk ECU inti yang berperan sebagai pusat pengendalian berbagai fungsi kendaraan. Selain itu, kedua perusahaan juga akan membahas sistem operasi, middleware, serta perangkat lunak pengendali kendaraan.

Pengembangan secara bersama diharapkan dapat menciptakan arsitektur teknologi yang lebih terintegrasi. Arsitektur tersebut nantinya menggabungkan perangkat keras berupa ECU dengan perangkat lunak yang mendukung pengoperasian kendaraan modern.

Teknologi yang dikembangkan juga berkaitan dengan sistem operasi kendaraan. Sistem ini diperlukan untuk mendukung sejumlah fungsi, termasuk kemampuan berkendara otonom, konektivitas, fitur bantuan pengemudi, serta pembaruan perangkat lunak melalui metode over-the-air atau OTA.

Tekan Biaya Pengembangan Kendaraan Berteknologi Tinggi

Salah satu alasan utama Honda dan Nissan memperkuat kerja sama teknis ini adalah untuk menekan besarnya biaya investasi. Pengembangan sistem operasi dan perangkat lunak kendaraan membutuhkan sumber daya yang besar, terutama ketika produsen harus menghadirkan semakin banyak fitur digital dalam kendaraan.

Dengan menyusun teknologi secara bersama, kedua perusahaan berupaya mengurangi beban investasi pengembangan. Kerja sama ini juga dapat membantu Honda dan Nissan membangun fondasi teknologi yang dapat digunakan pada kendaraan generasi berikutnya.

Pengembangan perangkat lunak dan komputer terintegrasi atau onboard computer tersebut berpotensi diterapkan pada jajaran kendaraan elektrifikasi masa depan milik kedua perusahaan. Namun, penerapan arsitektur baru itu ditargetkan dimulai pada kendaraan generasi terbaru mulai tahun fiskal 2029.

Respons terhadap Persaingan Produsen China

Integrasi teknologi antara Honda dan Nissan juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di industri otomotif global. Produsen asal China, seperti BYD, disebut semakin agresif memperluas pengaruhnya di pasar Eropa dan Asia Tenggara.

Persaingan tersebut berlangsung melalui kehadiran mobil listrik dan kendaraan hibrida yang dilengkapi teknologi canggih. Kondisi ini mendorong produsen otomotif Jepang untuk memperkuat kemampuan teknologi, khususnya pada sektor perangkat lunak, elektrifikasi, konektivitas, dan sistem bantuan pengemudi.

Kelanjutan Riset sejak 2024

Kemitraan teknis Honda dan Nissan merupakan kelanjutan dari penjajakan riset platform perangkat lunak generasi terbaru yang telah dimulai sejak 2024. Kerja sama ini tetap berlanjut meskipun kedua perusahaan sebelumnya memutuskan membatalkan rencana merger.

Rencana merger tersebut sempat berpotensi membentuk produsen otomotif terbesar keempat di dunia. Setelah rencana itu dibatalkan, Honda dan Nissan tetap melanjutkan pembahasan mengenai area kerja sama yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Mitsubishi Motors Pertimbangkan Bergabung

Mitsubishi Motors, yang merupakan mitra aliansi Nissan, turut mempertimbangkan kemungkinan untuk bergabung dalam kolaborasi teknologi tersebut. Saat ini, Mitsubishi Motors masih berada dalam tahap diskusi untuk menentukan area kerja sama yang potensial.

Sebelum pengumuman resmi mengenai pengembangan ECU dan perangkat lunak bersama dirilis, perwakilan Honda sempat menyampaikan kepada Reuters bahwa perusahaan tengah mendiskusikan potensi bidang kerja sama dengan Nissan dan Mitsubishi Motors dalam kerangka kemitraan strategis. Namun, pada saat itu belum ada keputusan final mengenai bentuk kolaborasinya.

Juru bicara Nissan juga menyatakan bahwa perusahaan sedang menjajaki berbagai kemungkinan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kerja sama tersebut akan disampaikan kemudian.

Kesimpulan

Honda dan Nissan memperluas kerja sama melalui pengembangan bersama ECU, sistem operasi, middleware, serta perangkat lunak pengendali kendaraan. Arsitektur teknologi terintegrasi ini ditargetkan mulai diterapkan pada kendaraan generasi terbaru pada tahun fiskal 2029.

Kolaborasi tersebut diharapkan membantu menekan biaya pengembangan sistem digital sekaligus memperkuat daya saing kedua perusahaan di tengah meningkatnya tekanan dari produsen kendaraan listrik dan hibrida asal China. Ke depan, Mitsubishi Motors berpeluang terlibat setelah pembahasan mengenai area kerja sama potensial mencapai tahap yang lebih jelas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment