28 Juta Akun Anak Indonesia Dilindungi Setelah 6 Bulan Implementasi PP Tunas

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan sebanyak 28 juta akun anak di Indonesia telah memperoleh perlindungan dari berbagai risiko digital setelah enam bulan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan sejumlah platform digital yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi anak.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan perkembangan itu dalam evaluasi enam bulan pelaksanaan PP Tunas. Evaluasi awal mencakup delapan platform digital, yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.

Menurut Meutya, perlindungan terhadap puluhan juta akun anak tersebut menunjukkan adanya kontribusi dari berbagai platform dalam mengurangi potensi risiko yang dihadapi anak-anak di ruang digital. Pemerintah juga terus memperluas penilaian terhadap layanan digital lainnya melalui mekanisme penilaian mandiri atau self-assessment.

28 Juta Akun Anak Mendapat Perlindungan

Dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9), Meutya mengatakan bahwa pelaksanaan PP Tunas telah memberikan dampak terhadap perlindungan pengguna anak.

“Enam bulan setelah implementasi PP Tunas, kami mencatat secara total 28 juta akun anak Indonesia kini telah mendapat perlindungan dari berbagai risiko. Ini kontribusi dari berbagai platform di ranah digital,” ujar Meutya.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah dan penyelenggara platform digital. Salah satu platform yang dinilai menunjukkan perubahan cukup besar dalam penerapan perlindungan anak adalah Roblox.

Roblox Terapkan Sejumlah Fitur Perlindungan Anak

Komdigi menilai Roblox melakukan perubahan yang progresif melalui pengembangan sejumlah fitur keamanan. Perubahan tersebut dinilai cukup signifikan karena berdampak langsung terhadap pengguna dan lebih mudah dirasakan oleh masyarakat, khususnya orang tua.

Salah satu fitur yang diterapkan adalah age gate system, yaitu mekanisme penyaringan akses berdasarkan usia pengguna. Roblox juga menerapkan klasifikasi fitur sesuai kelompok usia. Melalui mekanisme tersebut, sebanyak 23 juta akun anak secara otomatis dipindahkan ke kategori Roblox Kids.

Selain itu, Roblox menggunakan teknologi age estimation dengan pengenalan wajah untuk memperkirakan usia pengguna. Komdigi menilai teknologi tersebut cukup ketat dibandingkan penerapan serupa pada platform lainnya.

Roblox juga menghapus fitur percakapan atau chat dengan orang yang tidak dikenal untuk akun anak. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah yang dinilai dapat membantu mengurangi potensi interaksi berisiko antara anak dan pengguna lain yang tidak mereka kenal.

Komdigi Verifikasi 60 Produk, Layanan, dan Fitur

Selain mengevaluasi delapan platform dengan profil risiko tinggi, Komdigi memperluas proses penilaian terhadap berbagai layanan digital lainnya. Penilaian dilakukan melalui mekanisme self-assessment yang turut mempertimbangkan masukan dari masing-masing platform.

Hingga 6 September 2026, pemerintah telah menetapkan dan memverifikasi 60 produk, layanan, dan fitur atau PLF berdasarkan profil risikonya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 PLF masuk kategori risiko tinggi, sedangkan 38 PLF lainnya dikategorikan memiliki risiko rendah.

Platform dengan profil risiko tinggi merupakan layanan yang dilarang memberikan akses kepada akun anak berusia di bawah 16 tahun karena dinilai belum aman bagi anak. Beberapa platform yang disebut dalam kategori ini antara lain Telegram dan Discord untuk komunikasi, Pinterest dan Snap Video untuk media sosial, serta HagoApp, Sola Mahjong, Age of Empires Mobile, dan Valorant untuk layanan permainan.

Selain itu, Lazada dan Blibli.com termasuk platform perdagangan elektronik yang disebut dalam kategori risiko tinggi. Untuk layanan streaming, nama yang tercantum antara lain WeTV dan Vidio.

Penilaian Risiko Melibatkan Platform

Meutya menjelaskan, penetapan profil risiko tersebut bukan semata-mata hasil penilaian pemerintah. Prosesnya juga menggunakan informasi dan masukan dari platform melalui mekanisme self-assessment.

“Ini sekali lagi adalah hasil dari self-assessment jadi tidak sepenuhnya penilaian pemerintah saja tapi juga masukan dari platform itu sendiri,” kata Meutya.

Sementara itu, layanan yang masuk kategori risiko rendah dinilai aman bagi anak dengan pendampingan. Beberapa contoh yang disebut adalah Google Classroom, Canva Pendidikan, Ruang Guru, layanan permainan PlayStation, Google Maps, dan Apple Music.

Daftar Profil Risiko Akan Dipublikasikan

Komdigi menyatakan daftar lengkap 22 platform dengan profil risiko tinggi dan 38 platform berprofil risiko rendah akan ditayangkan melalui situs resmi kementerian. Publik nantinya dapat mengetahui klasifikasi layanan digital berdasarkan tingkat risikonya bagi anak.

Platform yang belum menyelesaikan proses self-assessment masih diberikan kesempatan hingga akhir 2026. Pemerintah menyatakan akan tetap menunggu penilaian dari platform tersebut selama batas waktu yang telah diperpanjang.

Namun, apabila platform tidak melakukan penilaian mandiri hingga batas waktu tersebut, pemerintah dapat menetapkan sendiri profil risiko masing-masing platform. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Komdigi untuk memastikan proses perlindungan anak tetap berjalan terhadap seluruh layanan digital yang relevan.

Kesimpulan

Enam bulan implementasi PP Tunas telah menghasilkan perlindungan terhadap 28 juta akun anak di Indonesia. Komdigi juga mencatat berbagai perubahan fitur pada platform digital, termasuk Roblox, serta memverifikasi 60 produk, layanan, dan fitur berdasarkan profil risikonya.

Ke depan, pemerintah masih akan memperluas penilaian melalui mekanisme self-assessment dan mempublikasikan daftar platform berdasarkan tingkat risikonya. Platform yang belum menyerahkan penilaian hingga akhir 2026 berpotensi ditetapkan profil risikonya secara langsung oleh pemerintah.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment