BMKG: Sumatra Utara Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Sangat Lebat pada 22 Agustus 2026

Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui peringatan dini cuaca yang berlaku untuk sejumlah daerah.

Dalam peringatan tersebut, BMKG menetapkan Sumatra Utara dalam kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua masuk kategori Waspada karena berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga menyatakan tidak terdapat wilayah yang masuk kategori Awas pada periode tersebut. Artinya, tidak ada daerah yang diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan untuk 22 Agustus 2026.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Mengalami Hujan

Sumatra Utara Berstatus Siaga

Sumatra Utara menjadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi dalam peringatan dini BMKG. Daerah tersebut berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi ini membuat Sumatra Utara berada dalam status Siaga.

Masyarakat di wilayah tersebut perlu mencermati perubahan cuaca, terutama ketika hujan mulai turun dengan intensitas tinggi. Hujan lebat dapat terjadi bersamaan dengan angin kencang, sesuai dengan potensi cuaca yang disampaikan BMKG.

Empat Wilayah Berstatus Waspada

Selain Sumatra Utara, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua. Keempat wilayah itu berada dalam kategori Waspada.

Dalam informasi yang dirilis, potensi cuaca juga mencakup hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang. Namun, BMKG tidak menyebut adanya wilayah yang masuk kategori Awas atau berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.

Prospek Curah Hujan hingga Awal September

BMKG memperkirakan curah hujan di Indonesia pada dasarian II Agustus hingga dasarian I September 2026 secara umum berada dalam kategori rendah hingga menengah. Curah hujan rendah, yaitu kurang dari 50 milimeter per dasarian, diprakirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan rendah mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi oleh El Niño yang berada pada intensitas sangat kuat serta fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut secara umum cenderung mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia dan mempertahankan kondisi atmosfer yang relatif kering.

Dinamika Atmosfer Tetap Mendukung Pembentukan Awan

Meski El Niño dan IOD positif berpengaruh terhadap berkurangnya suplai uap air, dampaknya tidak berlangsung secara seragam di seluruh Indonesia. Dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Hingga awal pekan depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada di sebagian besar Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat. Aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi pembentukan awan di wilayah-wilayah yang dilaluinya.

Selain MJO, Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sebagian besar Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi berpropagasi di sebagian Kalimantan bagian utara dan timur.

BMKG menjelaskan bahwa aktivitas gelombang atmosfer tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif. Pengaruhnya akan semakin terlihat pada daerah yang memiliki dukungan berupa konvergensi angin, kelembapan, serta labilitas atmosfer lokal.

Kesimpulan

BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada 22 Agustus 2026. Sumatra Utara menjadi wilayah yang berstatus Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua berada dalam kategori Waspada.

Secara umum, curah hujan hingga awal September diprakirakan rendah hingga menengah akibat pengaruh El Niño sangat kuat dan IOD positif. Namun, aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, serta Gelombang Rossby Ekuatorial tetap dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal. Karena itu, perkembangan informasi cuaca dari BMKG masih perlu dipantau, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment