BMKG Ungkap Banjir Bandang Solok Dipicu Hujan Lebat 94 Milimeter per Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam. Bencana tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Solok secara terus-menerus dengan intensitas mencapai 94 milimeter per hari.

Hujan deras itu menyebabkan luapan air hingga memicu banjir bandang sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, serta beberapa lokasi lain di Kabupaten Solok. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok melaporkan terdapat warga yang mengalami luka-luka, puluhan jiwa mengungsi, serta kerusakan pada kendaraan dan kantor pemerintahan.

Hujan Lebat Picu Banjir Bandang di Solok

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan, curah hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG. Intensitas hujan tercatat mencapai 94 milimeter per hari, sehingga memicu luapan air dan banjir bandang pada Senin malam.

“Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari, sehingga memicu kejadian banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Andri, seperti dilansir Antara, Selasa (22/9).

BMKG menyebut hujan berlangsung secara terus-menerus. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan debit air hingga meluap dan menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Solok.

BMKG Sebut Peringatan Dini Telah Disampaikan

Andri menegaskan bahwa BMKG telah menyampaikan peringatan dini sebelum banjir bandang terjadi. Informasi tersebut diberikan secara bertahap, mulai dari peringatan dalam skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem dalam jangka pendek.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem tetap dapat muncul meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Hal itu terutama berlaku di wilayah non-ZOM atau daerah yang memiliki pola iklim lokal, seperti Sumatera Barat.

Wilayah non-ZOM memiliki dinamika cuaca harian yang berbeda. Karena itu, kondisi musim secara umum tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan lebat maupun cuaca ekstrem di suatu daerah.

Sejumlah Wilayah Diminta Waspada Hujan Lebat

BMKG meminta masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat selama sepekan ke depan. Daerah yang perlu mendapat perhatian antara lain sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sumatera Bagian Utara dan Barat Berada dalam Fase Transisi

Kewaspadaan ekstra disampaikan untuk wilayah Sumatera bagian utara dan barat, termasuk Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Wilayah tersebut disebut sedang berada dalam fase transisi cuaca.

Andri mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi peringatan dini secara real-time melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan cuaca dan potensi hujan lebat di masing-masing wilayah.

“Pantauan kami, tentunya dalam pekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatera, kali ini di wilayah Sumatera Barat, tentunya juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua,” ujar Andri.

Ia menambahkan, masyarakat tetap perlu waspada karena kondisi saat ini berada dalam masa transisi. Di sejumlah wilayah, terutama bagian utara khatulistiwa, musim kemarau masih berlangsung.

Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok

BPBD Kabupaten Solok melaporkan empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/9) malam.

Dari empat korban, tiga orang menjalani perawatan di RSUD Arosuka. Sementara itu, satu korban lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang.

Banjir bandang juga menyebabkan sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi. Selain itu, sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak bencana tersebut.

Kerusakan juga terjadi pada kendaraan milik warga. BPBD mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Sejumlah lokasi yang diterjang banjir bandang meliputi kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Kesimpulan

Banjir bandang di Kabupaten Solok dipicu hujan lebat dengan intensitas 94 milimeter per hari yang berlangsung secara terus-menerus. BMKG menyatakan peringatan dini telah disampaikan sebelum kejadian, sementara kondisi cuaca di Sumatera Barat tetap berpotensi ekstrem meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau.

Dengan adanya potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua selama sepekan ke depan, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG menjadi hal penting, terutama bagi daerah yang sedang berada dalam fase transisi cuaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment