BRIN Targetkan Uji Terbang Roket Dua Tingkat pada 2029

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan teknologi roket dua tingkat yang ditargetkan menjalani uji terbang secara utuh pada 2029. Pengembangan ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk memperkuat kemandirian teknologi keantariksaan serta mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Sejumlah teknologi kunci tengah disiapkan oleh para peneliti, mulai dari motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri. Seluruh komponen tersebut dikembangkan secara bertahap agar dapat mendukung kesiapan roket dua tingkat sesuai peta jalan riset yang telah disusun BRIN.

Pengembangan Roket Didukung Program PRIS

Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, mengatakan pengembangan roket dua tingkat memperoleh dukungan melalui Program Riset Invitasi Strategis (PRIS). Program tersebut ditujukan untuk menjalankan agenda strategis, khususnya dalam memperkuat pertahanan dan mewujudkan kemandirian teknologi keantariksaan nasional.

Menurut Arif, dukungan PRIS memberikan ruang yang lebih besar bagi para periset untuk berkonsentrasi pada pencapaian teknologi-teknologi utama. Dukungan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan semangat peneliti dalam menjalankan rangkaian riset roket.

“Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci,” ujar Arif dalam pemaparannya pada Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan, sebagaimana dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan, riset roket ini merupakan salah satu upaya BRIN untuk memperkuat peta jalan pengembangan teknologi roket nasional sekaligus mendukung rencana pembangunan bandar antariksa.

Tahapan Uji Roket Dua Tingkat Menuju 2029

BRIN telah menyusun tahapan pengembangan menuju uji terbang roket dua tingkat pada 2029 secara bertahap dan terukur. Pada tahun ini, tim peneliti menargetkan penyelesaian desain roket dua tingkat secara keseluruhan, termasuk desain sistem separasi.

Pengembangan Motor Roket RX 450

Dalam proses tersebut, dukungan anggaran PRIS juga digunakan untuk mengembangkan motor roket RX 450. Motor roket ini disebut memiliki jangkauan 100 kilometer dan menjadi salah satu teknologi penting dalam pengembangan sistem roket yang sedang dikerjakan BRIN.

Setelah desain diselesaikan, tahapan berikutnya mencakup pelaksanaan Critical Design Review (CDR) serta uji statis motor roket berperforma tinggi. Berdasarkan evaluasi terhadap capaian teknologi terkini, BRIN menargetkan uji terbang sistem separasi dapat dilaksanakan pada 2027.

Pengujian sistem separasi menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan roket dua tingkat. Sistem tersebut berperan dalam mendukung proses pemisahan antartingkat ketika roket menjalankan tahapan penerbangannya.

Uji Terbang Tingkat Pertama dan Kedua

Pada 2028, BRIN merencanakan uji terbang tingkat pertama dan tingkat kedua secara terpisah. Pengujian ini dilakukan sebagai persiapan sebelum roket dua tingkat diuji secara utuh pada 2029.

Rangkaian tahapan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan roket tidak dilakukan secara langsung dalam satu pengujian, melainkan melalui proses yang berurutan. Penyelesaian desain, peninjauan rancangan, uji statis, pengujian sistem separasi, serta uji terbang masing-masing tingkat menjadi bagian dari persiapan menuju target akhir.

BRIN menilai keberhasilan uji terbang roket dua tingkat nantinya akan menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kemandirian teknologi roket nasional.

BRIN Siapkan Pembangunan Bandar Antariksa

Selain mengembangkan teknologi roket, BRIN juga mengupayakan pembangunan Bandar Antariksa sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian lain dari agenda penguatan ekosistem penerbangan dan keantariksaan nasional.

Untuk mempercepat realisasinya, BRIN menggandeng dua mitra investor strategis. Salah satu mitra akan berfokus pada segmen roket besar, sedangkan mitra lainnya diarahkan pada segmen roket kecil.

Arif menyampaikan bahwa kerja sama dengan kedua mitra tersebut kini memasuki tahap konsolidasi kesepakatan antara BRIN dan para investor. Proses ini menjadi bagian dari langkah lanjutan sebelum pembangunan bandar antariksa dapat direalisasikan.

Desain dasar Bandar Antariksa ditargetkan selesai pada 2026. Setelah itu, pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar akan dimulai pada tahun berikutnya. Tahapan tersebut direncanakan berjalan bersamaan dengan penyelesaian regulasi serta perjanjian kerja sama dengan negara mitra.

Kesimpulan

Pengembangan roket dua tingkat BRIN diarahkan untuk mencapai uji terbang secara utuh pada 2029. Sebelum sampai pada tahap tersebut, BRIN menargetkan penyelesaian desain dan pengembangan motor RX 450 pada tahun ini, uji sistem separasi pada 2027, serta uji terbang tingkat pertama dan kedua secara terpisah pada 2028.

Di sisi lain, rencana pembangunan Bandar Antariksa terus dipersiapkan melalui penyelesaian desain dasar, konsolidasi dengan investor strategis, pembangunan fasilitas, serta penyusunan regulasi dan kerja sama dengan negara mitra. Kedua agenda tersebut menjadi bagian penting dari peta jalan BRIN dalam memperkuat kemandirian teknologi roket dan keantariksaan Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment