Gubernur Kalsel Bantah Haji Isam Jadi Ketua Tim Penanganan Karhutla
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menurut Muhidin, posisi tersebut bukan diberikan kepada Haji Isam, melainkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Penegasan itu disampaikan Muhidin pada Minggu (23/8). Ia menjelaskan bahwa Haji Isam memang dilibatkan dalam upaya penanganan karhutla di Kalsel, tetapi statusnya bukan sebagai ketua tim. Haji Isam disebut berperan sebagai pihak swasta yang dipercaya membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Menko Pangan Zulkifli Hasan Jadi Ketua Tim
Muhidin menegaskan bahwa pemerintah telah menunjuk Menko Pangan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Karhutla. Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya ramai dibicarakan mengenai posisi Haji Isam dalam tim penanganan karhutla.
“Ini Menko Pangan yang menjadi Ketua Tim,” kata Muhidin, seperti dikutip dari detikKalimantan.
Dengan demikian, kabar yang menyebut Haji Isam menjadi pemimpin tim penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dinyatakan tidak sesuai dengan penjelasan Gubernur Kalsel. Muhidin menyebut, keterlibatan Haji Isam berada dalam kapasitas yang berbeda.
Haji Isam Berperan sebagai Staf Ahli
Menurut Muhidin, Haji Isam ditunjuk sebagai staf ahli dan diminta membantu menangani karhutla di Kalsel. Peran tersebut diberikan karena Haji Isam merupakan pihak swasta yang dipercaya untuk mendukung langkah percepatan penanganan kebakaran di lapangan.
“Karena memang ia ditunjuk menjadi Staf Ahli, dan diminta untuk menangani karhutla di Kalsel,” ujar Muhidin.
Gubernur Kalsel itu mengatakan, keterlibatan Haji Isam telah terlihat melalui sejumlah bentuk dukungan yang diberikan untuk penanganan karhutla. Bantuan tersebut mencakup penyediaan peralatan, dukungan operasional, hingga rencana pengerahan water bombing.
Bantuan 100 Pompa Air dan Dana Rp7,6 Miliar
Muhidin menyebut Haji Isam menawarkan bantuan berupa alat berat, water bombing, serta dana operasional senilai Rp7,6 miliar. Bantuan itu akan digunakan untuk kebutuhan taktis selama dua pekan ke depan dalam rangka menangani karhutla di Kalsel.
Selain dana, terdapat pula bantuan 100 unit pompa air. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi yang terdampak.
“Ada 100 unit pompa air yang dibantu Haji Isam, dan dana operasional sebesar Rp7,6 miliar untuk dua minggu ke depan,” kata Muhidin.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa Haji Isam tetap memiliki peran dalam penanganan karhutla, meskipun bukan sebagai ketua tim. Dukungan dari pihak swasta itu diarahkan untuk memperkuat kebutuhan teknis dan operasional selama proses penanganan berlangsung.
Awal Mula Isu Haji Isam Jadi Ketua Tim
Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), kabar mengenai Haji Isam yang disebut diminta Presiden Prabowo Subianto menjadi Ketua Tim Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan ramai diperbincangkan.
Informasi tersebut muncul ketika Haji Isam turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat meninjau langsung kondisi karhutla di lapangan. Dalam kabar yang beredar, Haji Isam disebut telah dihubungi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang dikaitkan dengan koordinasi penanganan karhutla.
Namun, kabar tersebut kemudian dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menyatakan bahwa informasi mengenai penunjukan Haji Isam sebagai ketua tim tidak benar. Menurut Prasetyo, yang ada adalah permintaan agar Haji Isam ikut terlibat dalam penanganan karhutla.
Kesimpulan
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memastikan bahwa Ketua Tim Percepatan Penanganan Karhutla adalah Menko Pangan Zulkifli Hasan, bukan Haji Isam. Sementara itu, Haji Isam dilibatkan sebagai staf ahli dan pihak swasta yang membantu penanganan karhutla di Kalsel.
Dukungan yang diberikan meliputi 100 unit pompa air, bantuan alat berat, water bombing, serta dana operasional Rp7,6 miliar untuk kebutuhan selama dua pekan. Ke depan, bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung langkah-langkah taktis dalam menangani karhutla, sementara koordinasi tim tetap berada di bawah kepemimpinan Menko Pangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment