Robot Humanoid di Beijing Pamer Kemampuan: Cetak Gol hingga Selebrasi “Siuuu” Ronaldo

Beijing menjadi panggung unjuk kemampuan terbaru robot humanoid dalam gelaran World Humanoid Robot Games kedua. Berbagai robot menampilkan kemampuan yang semakin menyerupai manusia, mulai dari berlari, melompat, memainkan alat musik, hingga berkompetisi dalam olahraga. Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian adalah aksi robot humanoid melakukan selebrasi “Siuuu” ala Cristiano Ronaldo setelah mencetak gol.

Momen tersebut dibagikan melalui akun X resmi World Humanoid Robot Games, @WHRGFUN, pada Minggu (23/8). Dalam video yang diunggah, robot humanoid terlihat merayakan gol dengan menirukan gerakan khas Ronaldo secara utuh.

“Sebuah robot humanoid baru saja menirukan selebrasi khas Ronaldo ‘Siuuu’ secara utuh setelah mencetak gol. World Humanoid Robot Games sudah benar-benar gila. SIUUUU!” tulis akun @WHRGFUN.

World Humanoid Robot Games Diikuti Ribuan Robot

Aksi selebrasi tersebut menjadi salah satu atraksi dalam World Humanoid Robot Games yang resmi dibuka pada Sabtu (22/8) malam di National Speed Skating Oval, Beijing. Ajang ini berlangsung selama lima hari dan diikuti 666 tim dari 16 negara yang tersebar di enam benua.

Berdasarkan laporan CGTN, sebanyak 2.056 robot dijadwalkan bertanding dalam 51 nomor perlombaan. Upacara pembukaan yang mengusung tema “Intelligence Competing Toward the Future” juga diikuti lebih dari 1.000 robot humanoid.

Gelaran tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan teknologi robot humanoid. Robot-robot yang sebelumnya banyak dikembangkan dan diuji di lingkungan laboratorium kini mulai diarahkan untuk menjalankan tugas dalam kehidupan nyata.

Robot Tampil dalam Formasi Sinkron

Upacara pembukaan diisi parade peserta dengan beragam formasi robot yang bergerak secara serempak. Sebanyak 80 robot humanoid Booster T2 berjalan bersama sambil menghitung rute masing-masing dan menyesuaikan postur secara dinamis.

Setelah itu, robot-robot tersebut mengubah susunan hingga membentuk tulisan “BEIJING”. Penampilan ini memperlihatkan kemampuan robot dalam menjaga koordinasi, membaca jalur, serta menyesuaikan gerakan dalam sebuah formasi besar.

Tiangong dan Galbot Turut Ambil Bagian

Formasi lainnya ditampilkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Center melalui 50 robot Tiangong Embodied Intelligence 3.0. Robot-robot tersebut disebut mampu menavigasi jalur melengkung secara otonom sambil mempertahankan formasi yang tersinkronisasi.

Selain navigasi, Tiangong Embodied Intelligence 3.0 juga disebut mampu melakukan gerakan gimnastik Thomas flare. Kemampuan ini menjadi salah satu contoh demonstrasi fisik robot humanoid yang ditampilkan dalam acara tersebut.

Sementara itu, 25 robot beroda Galbot G1 buatan Galaxy General turut ambil bagian dalam pertunjukan. Robot tersebut dirancang untuk menjalankan tugas kompleks secara berkelanjutan dan otonom di lingkungan nyata, termasuk rumah, area ritel, serta layanan makanan.

Catat Lompatan 2,88 Meter dan Lari 100 Meter

Sejumlah demonstrasi kemampuan fisik robot juga digelar menjelang pembukaan kompetisi. Salah satu robot humanoid buatan China mencatat lompatan tinggi dari posisi berdiri hingga 2,88 meter.

Menurut CGTN, capaian tersebut melampaui catatan lompatan manusia setinggi 2,45 meter. Robot humanoid lainnya juga mencatat waktu 9,39 detik dalam babak penyisihan lari 100 meter. Catatan itu disebut lebih cepat dibandingkan rekor dunia lari 100 meter Usain Bolt yang berada di angka 9,58 detik.

Demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan robot humanoid tidak hanya berkembang dalam hal kecerdasan dan navigasi, tetapi juga pada aspek keseimbangan, koordinasi, kecepatan, serta kekuatan fisik.

Robot Bermusik dan Berinteraksi dengan Atlet

Kemampuan robot dalam gelaran ini juga terlihat melalui pertunjukan musik. Sebanyak 36 robot humanoid tampil memainkan alat musik bersama para musisi manusia.

Dengan tangan yang memiliki lima jari, robot-robot tersebut memainkan berbagai instrumen, seperti alat musik tiup elektronik, piano, dan marimba. Penampilan ini memperlihatkan bagaimana robot dapat diprogram untuk melakukan gerakan presisi dalam aktivitas yang membutuhkan koordinasi tangan dan ritme.

Interaksi antara manusia dan robot turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Robot humanoid bertukar pukulan dengan petenis China Zheng Jie dan bermain tenis meja bersama juara Olimpiade Ding Ning. Selain itu, robot juga mengikuti adu penalti bersama mantan pesepak bola China, Yang Chen.

Kesimpulan

World Humanoid Robot Games kedua di Beijing memperlihatkan perkembangan robot humanoid dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga dan musik hingga navigasi serta pekerjaan di lingkungan nyata. Selebrasi “Siuuu” setelah mencetak gol menjadi salah satu atraksi yang menunjukkan kemampuan robot menirukan gerakan manusia secara semakin detail.

Dengan ribuan robot dan ratusan tim dari berbagai negara, ajang ini menjadi gambaran bahwa teknologi humanoid terus bergerak menuju penerapan yang lebih luas. Kompetisi dan demonstrasi semacam ini juga memperlihatkan arah perkembangan robot di masa depan, yakni tidak hanya mampu bergerak secara mandiri, tetapi juga berinteraksi dan menjalankan tugas kompleks di tengah kehidupan manusia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment