Orang Utan Didi Kabur dari Solo Safari hingga UNS, Manfaatkan Ranting untuk Lewati Pagar Listrik

SOLO – Orang utan bernama Didi membuat heboh setelah berhasil keluar dari area exhibit Solo Safari dan berkeliaran hingga kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (18/8). Satwa primata tersebut dapat melewati sistem pengamanan berlapis tanpa merusak pagar maupun jaringan listrik yang terpasang di area konservasi.

Selama berada di luar area exhibit, Didi sempat masuk ke sebuah warung makan dan merusak sepeda motor yang sedang terparkir. Ia juga terlihat berjalan di sepanjang Jalan KH Masykur sebelum akhirnya berhasil diamankan dan dikembalikan oleh petugas.

Didi Diduga Memanfaatkan Ranting untuk Melewati Pagar

Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto atau yang akrab disapa Tanto, menjelaskan bahwa Didi tidak merusak kawat listrik ketika melarikan diri. Orang utan tersebut diduga menggunakan ranting pohon untuk mengurangi atau menetralkan sengatan listrik sehingga dapat memanjat pagar pengaman.

Menurut Tanto, Didi kemungkinan menemukan ranting di dalam enclosure, kemudian menempatkannya pada kawat listrik. Cara itu diduga membuat arus listrik mengalami grounding dan memungkinkan Didi melewati pagar tanpa merusak instalasi yang ada.

“Dia tahu ranting bisa menge-grounding-kan arus listrik. Kemungkinan dia menemukan ranting, lalu menempelkannya untuk menutupi kawat sehingga bisa memanjat ke atas pagar,” ujar Tanto, Rabu (19/8).

Tanto juga menegaskan bahwa sistem kelistrikan pada pagar pengaman tetap aktif saat kejadian berlangsung. Ia membantah kabar yang menyebut Didi berhasil kabur karena meniru kebiasaan keeper yang mematikan aliran listrik.

Ia menjelaskan, sistem listrik pada pagar bersifat permanen dan dioperasikan dari jarak jauh oleh manusia. Ketika Didi keluar dari area exhibit, seluruh sistem disebut berada dalam kondisi normal. Dengan demikian, kejadian tersebut diduga terjadi karena kemampuan Didi memanfaatkan benda di sekitarnya untuk mengakali sistem keamanan.

Solo Safari Memiliki Sistem Pengamanan Berlapis

General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, mengatakan bahwa area exhibit telah dilengkapi sejumlah lapisan pengamanan sesuai standar operasional Taman Safari Group. Sistem tersebut mencakup gutters, pagar listrik, area pulau, serta danau yang berfungsi sebagai pembatas.

Meski demikian, kemampuan kognitif Didi yang dinilai berada di atas rata-rata membuatnya mampu menemukan celah pada pengamanan tersebut. Miyana menyebut tingkat kecerdasan Didi setara dengan anak manusia berusia enam tahun. Rasa ingin tahu yang tinggi juga dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong satwa itu mencoba melewati pembatas.

“Kecerdasannya setara dengan anak manusia berusia enam tahun. Dia sangat cerdas dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Semua peralatan keamanan berfungsi normal, tetapi dia berhasil melewati pembatas yang ada,” kata Miyana.

Danau Menjadi Pembatas Alami

Selain pagar listrik, Solo Safari juga memiliki benteng alami berupa danau di sisi barat kawasan. Danau tersebut berada sekitar tujuh meter dari tembok luar area. Pengelola memanfaatkan keberadaan danau itu sebagai bagian dari sistem pembatas karena orang utan secara alami tidak memiliki kemampuan berenang.

Namun, dalam insiden tersebut, Didi tetap berhasil keluar dari area exhibit dan bergerak menuju kawasan di luar Solo Safari. Petugas kemudian melakukan pengamanan hingga satwa tersebut dapat dikembalikan ke area konservasi.

Pengelola Perketat Pengawasan di Dalam Enclosure

Peristiwa kaburnya Didi menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Solo Safari. Tim animal keeper kini memperketat proses sterilisasi di dalam enclosure untuk memastikan tidak terdapat benda-benda yang berpotensi dimanfaatkan satwa sebagai alat untuk melewati pengamanan.

Benda seperti batu dan ranting akan menjadi perhatian dalam pengawasan. Pengelola menilai, kejadian ini menunjukkan bahwa perilaku primata dapat terus berkembang dan tidak selalu mudah diprediksi. Karena itu, pemeriksaan terhadap kondisi area kandang serta benda-benda di dalamnya perlu dilakukan secara lebih ketat.

Tanto menyebut insiden tersebut sebagai pembelajaran penting bagi Solo Safari. Evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan satwa dalam menggunakan benda di sekitarnya. Pengawasan yang lebih cermat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kesimpulan

Orang utan Didi berhasil kabur dari area exhibit Solo Safari hingga mencapai kawasan UNS dan Jalan KH Masykur. Ia diduga memanfaatkan ranting untuk meng-grounding-kan arus listrik pada pagar sehingga dapat melewati pengamanan tanpa merusak jaringan. Meskipun sistem keamanan berlapis berfungsi normal, kecerdasan dan rasa ingin tahu Didi membuatnya mampu menemukan celah.

Setelah berhasil diamankan, pengelola Solo Safari melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan terhadap benda-benda di dalam enclosure. Ke depan, kemampuan satwa dalam memanfaatkan lingkungan sekitar menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan sistem keamanan area konservasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment